Overbearing CEO : Petting Cute Wife

Overbearing CEO : Petting Cute Wife
Bab 40 Anak Kurang Didikan Orang Tua


__ADS_3

Bab 40 Anak Kurang Didikan Orang Tua


Rizki setelah memutar otaknya dengan keras kemudian teringat seseorang yang tadi sedang diwawancarai itu.


Ooo, sangat tampan. Tidak tidak, benar-benar sangat tampan, dan ada perasaan yang sedikit familiar.


"apa kamu melihat orang itu? Dia adalah ayahku!"


Rizki menunjuk Nicholas, orang yang sedang diwawancarainya itu. Kemudian dia benar-benar mengagumi laki-laki yang berada di layar televisi itu, yang dikelilingi oleh banyaknya reporter dan kamera disekitarnya, dengan wajahnya yang tenang, aura yang sangat elegan.


Setelah besar nanti aku akan seperti paman itu, menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat, dan seseorang yang dapat melakukan apapun.


PUjang Arifa mengarahkan pandangannya ke arah televisi, saat dia melihat bahwa Abdul Qodiryang berada dilayar televisi, dia hampir saja tidak tertawa dibuatnya.


Sejak kapan kakak punya anak diluar, dia sebagai adik nya kenapa tidak mengetahui hal ini.


Anak kecil ini perkataannya penuh dengan kebohongan, pendidikan moralnya tidak diajarkan dengan benar.


Rio saputrajuga sedikit terhibur, karena mereka sedang buru-buru, seketika dia menarik tanganPUjang Arifadan berjalan keluar.


"sudahlah, hanya anak kecil, kenapa sampai semarah ini?"


Rizki memandang kesal kedua orang yang berjalan meninggalkannya, memberikan mereka tatapan yang mematikan.


Kebetulan Pak AngZakiah keluar dari toilet. Menggandeng tanga Rizki dan berjalan keluar.


Rio saputramerangkul pundak PUjang Arifa, melirik kebelakang dan mendapati bahwa anak kecil itu sudah digandeng oleh seseorang. Dia hanya penasaran, siapa sebenaarnya orang tua dari anak kecil itu, sehingga membuatnya meliriknya kembali.


Dalam sekejap, orang dewasa yang menggandengnya itu membawanya berjalan ke sisi yang lain. Rio saputrahanya melihat sosoknya dari belakang.


Meskipun seperti itu, Rio saputramasih saja mengerutkan kedua alisnya penasaran.


Sepertinya pernah melihat sosok orang itu tapi dimana......


Saat perjalanan kembali, Rizki merasa sedikit ngantuk dan menyenderkan tubuhnya dalam pelukan Raline.


Kemudian Eki Tobingkembali menghubungkan kejadian yang terjadi hari ini.


Dia benar-benar tidak mengerti mengapa Bu Ayu bisa berubah baik seperti itu?


Tetapi dia percaya, dari semua itu pasti ada hal yang tersembunyi, dia tidak berpikiran bahwa Bu Ayu tidak semudah itu berubah menjadi baik. Tetapi di satu sisi, dia tidak ingin membuat orang tuanya kecewa.

__ADS_1


Benar-benar sangat sulit untuk menentukan pilihan!


Sesampainya dirumah, Eki Tobingbaru saja membaringkan Rizki diatas kasur, tanpa diduga sikecil tiba-tiba terbangun.


"maaf sayang, mama membangunkanmu." Eki Tobingtersenyum lembut.


Rizki dengan mata sembab habis tidurnya mengalungkan tangannya ke leher Raline, bibirnya sedikit manyun berkata, "mama, apa mama tidak ingin kembali kerumah?"


Eki Tobinghatinya seketika begitu gugup, apakah dia harus memberitahu Rizki kegelisahan yang ada didalam hatinya?


"bagaimana mungkin." Eki Tobingberkata, "Rizki tinggal dimana, mama juga akan tinggal disana bersama Rizki."


Rizki saat ini sudah sangat sadar dari tidurnya, mata besar dan bersih seperti peri mengedip-ngedipkan matanya ke arah Raline.


"aku tau, mama pasti takut kalau aku disana akan diperlakukan dengan tidak baik, jadi mama berpura-pura tidak ingin kembali kerumah, benarkan?"


"……"


Eki Tobingtidak mampu menjawab perkataan buah hatinya itu!


Anaknya itu benar-benar terlalu perasa, dan mengkhawatirkan hal seperti ini.


"mama, lebih baik kita coba pulang terlebih dahulu."


"ini....."


Meninggalkan tempat tinggalnya selama beberapa tahun, jika dibilang dia tidak ingin kembali maka itu adalah suatu kebohongan. Tetapi, dia takut tidak bisa menghadapi rencana busuk Bu Ayu.


Eki Tobingmemang seseorang yang sangat penyayang, tetapi bukan berarti dia mudah ditindas, hatinya tidak setipis kaca.


Tetapi sebelumnya dia tidak dapat menebak apa yang sebenarnya direncanakan oleh Bu Ayu. Takutnya begitu dia memutuskan untuk kembali, Rizki akan menerima perlakuan yang tidak diinginkan.


"mama, aku merasa bahwa kakek benar-benar menginginkan kita untuk kembali."


"ei, kenapa kamu bisa berpikir seperti itu? "Eki Tobingbertanya tanpa ragu.


"karena saat kakek memelukku, berkata kepadaku, dan menciumku semuanya terasa sangat tulus. Tetapi nenek dan tante itu mereka benar-benar hanya berpura-pura, seperti tante-tante yang berada di televisi yang bermain drama itu."


Rizki sekali lagi membuat Eki Tobingterkejut.


Anak dengan umur segini ternyata bisa dengan jelas melihat sesuatu dari berbagai sisi, benar-benar tidak mudah!"

__ADS_1


"mama, apakah mama percaya bahwa Rizki bisa menjaga diri sendiri?" Rizki berkata dengan nada sedikit bangga.


"Percaya! Mama percaya!" Eki Tobingdibuat bangga oleh kata-kata Rizki.


Rizki menepuk-nepukkan dadanya dan berkata dengan sangat percaya diri, "mama, lebih baik kita kembali untuk beberapa hari. Rizki merasa kalau kita tidak mengiyakan untuk kembali kakek akan sangat sedih. Jangan memperdulikan nenek dan tante, mama tenang saja, Rizki pasti bisa jaga diri sendiri baik-baik.


Perkataannya memang benar. Meskipun Bu Ayu mempunyai maksud tersembunyi, tidak mungkin melibatkan anak kecil untuk melancarkan tujuannya itu. Eki Tobingjuga tau, alasna kenapa anaknya itu bisa membuat keutusan seperti itu, dia benar-benar sangat peduli dengan perasaan kakeknya itu.


Tatapi kenapa dia tidak merasakan perasaan seperti Rizki.


"Baiklah, mama berjanjia padamu, kita akan kembali untuk beberapa hari."


"Ye! Mama yang terbaik, mama yang terbaik...."


Supir membawa mobilnya melaju ke arah rumah keluarga Lin,


Pak AngZakiah yang turun dari mobilnya, kemudian disusul oleh Bu Ayu.


"Maja, apa yang Eki Tobingkatakan, apa dia bersedia untuk tinggal disini?" Bu Ayu bertanya dengan bertubi-tubi.


Sepanjang perjalanan pikiran dia sudah dipenuhi dengan pertanyaan ini, Pak AngZakiah sedikit keras kepala dan dengan nada tidak sabar berkata, "bukannya aku sudah bilang, aku juga tidak tau. Eki Tobingtidak berkata dia akan kembali, dia juga tidak berkata bahwa dia tidak akan kembali."


"kamu ini apa-apaan si, kenapa bicara dengan nada seperti itu kepadaku. Kalau bukan karena keteledoranmu itu, apa istri dan anakmu ini perlu memohon-mohon kepadanya seperti ini?"


Bu Ayu melampiaskan kekesalannya, dan memarahi suaminya itu habis-habisan.


Pak AngZakiah menghentikan langkah kakinya, dan menarik napasnya dengan dalam.


Dengan nada yang tidak begitu yakin dia berkata, "Bu Ayu apa kamu yakin akan menggunakan cara seperti ini?"


"apa maksudmu" mata Bu Ayu terbuka lebar.


"Eki Tobingitu gadis yang keras kepala. Jika dia tidak bersedia....." Pak AngZakiah mulai ragu-ragu.


"terus coba kamu bilang kamu punya cara yang lebih baik seperti apa? kamu itu kepengin melihat keluarga kita bangkrut kemudia masuk penjara? Kalau kamu menginginkan hal ini terjadi aku juga tidak akan menghalangimu. Dan juga, anakku MZakiah dia masih kecil dan tidak berdosa, aku tidak akan membiarkannya menderita setelah kamu dipenjara.


Bu Ayu menjelaskan panjang lebar kepada suaminya yang bebal itu sampai-sampai membawa-bawa MZakiah sebagai alasan untuk melindunginya.


"tetapi Eki Tobingdia……juga anakku." Pak AngZakiah mengerutkan wajah nya dengan kesal.


"Eki Tobingsekarang itu bukan siapa-siapa? Seorang perempuan yang hamil diluar nikah. Membawa anaknya bersamanya, laki-laki mana yang menginginkannya? Asalkan ada seseorang yang tertarik kepadanya, aku akan segera menikahkannya, asalkan dia mempunyai keluarga, anaknya itu juga bukan anak haram, ditambah lagi kehidupannya nanti tidak perlu bersusah payah, ini sama saja dengan sekali mendayung dua pulau terlampaui.

__ADS_1


__ADS_2