
Bab 25 Orang Baru Yang Bertalenta
Telinga Eki Tobingyang kecil, terlihat lucu. Tidak ada perhiasan anting-anting dan aksesori lainnya, tetap memperlihatkan penampilan yang natural.
Lalu saat ini, telinganya seperti perona, cantik sekali.
Abdul Qodirterpesona.
Eki Tobingmerasa mata pria itu berapi api, jantungnya tidak bisa berhenti berdetak.
Dia menoleh, lalu melihat pria itu.
Mata Eki Tobingbegitu indah, lalu wajahnya juga begitu sempurna. Kali ini, dia mengerutkan keningnya, wajahnya terlihat tidak senang, dia tidak peduli kalau wajahnya enak dilihat atau tidak.
Abdul Qodirmenyadari matanya terlalu nakal, kemudian tatapan matanya kembali menjadi lembut.
" Duduklah lebih lama, karena baru diolesi obat, lebih baik jangan pegang."
Saran ini juga karena baik, Eki Tobingtidak bisa membantahnya, hanya bisa mengangguk.
" Nona Raline, yang tadi aku benar-benar minta maaf."
" Apa? "
Abdul Qodirtersenyum, " Maksudku, aku salah mengira kamu memakai stoking. "
Bibir merah muda Eki Tobingtersenyum dengan lembut, " Mungkin karena sudah lama tinggal di luar negeri."
Sebenarnya dia hanya mengarang alasan saja.
"Oh." Abdul Qodirmengangguk. "Ngomong-ngomong, mengapa kamu pergi ke luar negeri?"
Abdul Qodirselalu ingin tahu tentang masalah ini, karena dia bingung dan merasa sebagian besar alasan pergi ke luar negeri karena dirinya sendiri.
Akhirnya, dengan mata Abdul Qodiryang tajam dengan cepat melihat sedikit perubahan di wajah Raline. Jika tadi eskpresi nya biasa biasa saja, setelah pertanyaan ini keluar, wajahnya berubah menjadi waspada.
Abdul Qodirsemakin penasaran.
__ADS_1
"Aku pergi ke luar negeri, untuk melihat dunia."
Masih jawaban yang sama, dengan jawaban tadi tidak ada jauh bedanya. Tampaknya, itu sengaja di sembunyikan.
"Gadis-gadis ketika muda, juga harus pergi keluar untuk melihat dunia. Tapi Nona Raline, berapa umurmu 5 tahun yang lalu? 18 kan? Seorang gadis berusia 18 tahun, pergi ke luar negeri sendirian, apakah keluarga mu tidak menghalangimu? "
"..." Pertanyaan pria ini begitu to the point,sehingga Eki Tobingtidak tahu bagaimana menjawabnya.
" Atau kamu pergi ke luar negeri dengan keluargamu? Siapa yang menemanimu,ayah, ibu, atau kakak, abang, adik?"
"... Aku sendiri! "
Mata Abdul Qodirsedikit menyipit, dari matanya, dia sepertinya menyadari, dari matanya yang penuh dengan kesedihan. Kesedihan dalam hatinya yang parah.
"Kamu sendirian? 18 tahun? Pergi ke luar negeri? Nona Raline, aku benar-benar kagum dengan keberanianmu..."
Saat ini Abdul Qodirmemusatkan perhatiannya, dia tahu kalau jika dia memaksanya untuk berterus terang, lalu ia tidak akan mendapatkan jawabannya.
Tapi ada yang tidak dia tahu, masalah yang berkaitan ini, seperti pisau yang tajam, mengiris iris perasaan nya Raline.
Semua masalah yang terjadi 5 tahun lalu, dia tidak ingin membahasnya.
Kemudian, menjernihkan pikirannya, lalu menyimpan semua kebingungan dan kesedihan.
"Direktur, terimakasih, aku sudah terlambat, Aku harus pergi bekerja." Setelah mengatakan itu, Eki Tobingjuga tidak menunggu pria itu setuju atau tidak dan langsung berbalik lalu keluar dari kantor.
Dalam perjalanan kembali ke area kantor, Eki Tobingmenyisir rambutnya.
Dia melihat, kalau Direktur Sanjaya Group bukanlah pria yang dingin. Dia adalah atasan yang diluarnya dingin tapi hangat di dalam.
Mengkhawatirkan bawahannya, menjaga karyawan, lalu sangat memperhatikan karyawan Sanjaya Group
Benar! Pasti memang seperti ini.
Di sisi lain, dia diam-diam memperingatkan dirinya lagi.
Jangan GR, dia itu hanya atasan saja, menjadi atasan mengkhawatirkan bawahannya sudah menjadi hal yang biasa, semoga...semoga, jangan pernah ada pikiran yang lain.......
__ADS_1
Dengan begitu banyak pikiran Eki Tobingkembali ke mejanya, lalu Sidi Lestari tiba-tiba melompat keluar dan mengejutkan Raline.
" Kenapalah gadis gila ini, mengejutkan orang saja!" Pikiran Eki Tobingmasih kaget, lalu dia memberi tatapannya yang dingin.
"Ha ha." Sidi Lestari juga tidak marah, kemudian duduk sambil tertawa, lalu dengan matanya yang mencurigai, mengatakan, " Aiii Raline, kamu tahu ga, hari ini di perusahaan ada satu kabar besar?"
Eki Tobingmembereskan mejanya,kemudian merasa masalah itu ada hubungannya dengan dia.
Lalu, mendengar Sidi Lestari ngomong lagi.
" Kamu tahu ga, direktur kita yang seperti es itu tiba-tiba memeluk bawahan dari perusahaan kita! Ya Tuhan, wanita itu sebenarnya siapa?.......kaki nya apa lagi patah, jalan sendiri apa ga bisa, huh!"
Kemudian Eki Tobingmerasa kesal!
Dia ingin menjelaskan sesuatu, mulutnya sudah terbuka, lalu dia bengong dan tidak bisa mengatakan apapun.
Gadis kecil itu tampak marah, lalu mengatakan dengan emosi, " Semua salahku, aku terlambat hari ini, aku mau lihat, siapa sebenarnya wanita itu, membuat pria favorit aku tergila-gila sampai level itu."
Eki Tobingterdiam dan tidak bisa mengatakan apapun!
Dia menyipitkan matanya lalu melihat Sidi Lestari, wajah gadis kecil itu terlihat sangat benci juga terlihat lucu, jangan – jangan.......
" Sidi Lestari, kamu suka sama direktur?"
" iya lah... " Awalnya Sidi Lestari mengira dia akan malu kalau terang -terang mengakuinya. Dia mengerutkan mulutnya lalu mengatakan, " Takutnya bibi yang kerja sebagai pembersih juga suka, siapa yang tidak suka dengan direktur. Direktur kita pria paling tampan di kota G, juga pria paling berwibawa."
Eki Tobingkemudian merinding, ternyata wanita kalau sudah tergila-gila sangat mengerikan!
"Aku juga dengar, wanita itu baru datang. Ya Tuhan,benar-benar punya kemampuan. Direktur melajang selama bertahun-tahun, tiba-tiba diambil sama orang baru....aihh! Ga bisa hidup lagi..."
Selesai berkata, Sidi Lestari kemudian dengan lemas kembali ke tempat duduknya.
Eki Tobingbenar-benar malu, ingin menghiburnya beberapa kata, juga tidak tahu harus berkata apa.
Pagi dengan sangat cepat berlalu, Eki Tobingmenatap layar komputer, lalu merasa sudah sedikit capek.
" Raline, ayo pergi, Ayo kita makan di kantin."
__ADS_1
Eki Tobingsetuju.
Ada banyak tempat makan di gedung Sanjaya Group, juga ada kantin yang menggratiskan makanannya.