Overbearing CEO : Petting Cute Wife

Overbearing CEO : Petting Cute Wife
Bab 20 Harus Bisa Dapat


__ADS_3

Bab 20 Harus Bisa Dapat


Eki Tobingberusaha melepaskan diri dari pelukan Dirga, tapi Rio saputramemegang pinggangnya dengan sangat erat, berusaha bagaimanapun juga tidak bisa lepas.


Dua orang ini dengan jarak sedekat ini, jadi Eki Tobingbenar-benar bisa mendengar suara wanita dari ponsel nya.


".....Dirga, Eki Tobingperempuan ****** ini kenapa bisa masuk ke Sanjaya Group? Kamu jujur beri tahu aku, bukankah kamu pasti terlibat agar dia bisa masuk? "


Eki Tobingterkejut! Hampir berhenti nafas, hatinya seperti tergantung di tenggorokan. Lalu Rio saputramenjawab teleponnya, malah tambah membuat dia marah.


"Raline? Eki Tobingyang mana! "Rio saputrakemudian asal ngomong.


"Kamu jangan berpura-pura tidak tahu! 5 tahun lalu wanita yang mengkhianati kamu, wanita ****** itu dibelakangmu ****** dengan pria lain! "


Rio saputratertawa halus, "Yang kamu bilang dia ya. PUjang Arifa kamu juga tahu, aku dengan dia dari awal tidak punya hubungan, kamu jangan-jangan tidak tahu, siapa yang ada di hati saya? "


"Jangan beritahu aku, masalah ini dengan kamu tidak ada hubungannya! "Wanita yang dari telepon itu masih tetap tidak percaya.


"PUjang Arifa, aku bisa bersumpah, pasti bukan aku. Masih ada lagi, aku dari awal sudah bilang, jangan sebut wanita itu, beberapa tahun lalu dia membuat hal kotor di depan aku, kamu rasa aku masih bisa suka sama dia! Aku tidak seperti dia, yang tidak tahu malu. "


"….." telepon tidak bersuara, seperti sedang berpikir.


"Baiklah, PUjang Arifa dengarkan baik-baik, aku tidak akan membuat keributan. Orang yang paling aku suka tentu kamu, dia buka apa apa. " Rio saputraberbicara, dengan tangannya yang besar memegang dengan kuat pinggangnya Raline, lalu perempuan itu sedikit gemetar.


Eki Tobingtercekat tenggorokannya!


Pria ini benar-benar tidak tahu malu!


Rio saputramenyimpan ponselnya, dengan tenang melihat Raline, tetapi dia tidak merasa bersalah. Lalu saat ini, dia juga sudah melepaskannya.


"Raline, percaya denganku, bersama dengan aku, pasti kamu bisa melewati hari-hari dengan menyenangkan. Kita masih bisa seperti dulu, saling mencintai, menceritakan segalanya, mau tidak?"

__ADS_1


Eki Tobingdengan dingin tertawa, sudah berdiri dengan seimbang, satu tumpuk dokumen yang berada di tangan Rio saputradirebut olehnya, kemudian dengan dingin mengatakan satu kata.


"Pergi!"


Rio saputratertawa dengan tidak jelas, kemudian melihat bayangan Eki Tobingyang sedang marah lalu pergi.


Jika dia tidak marah itu sudah bukan Eki Tobinglagi.


Jika dia tidak peduli dengan dia lagi, tadi mendengar permintaan dari dia, seharusnya tidak peduli. Atau dia tadi sedang marah, dengan tampang yang marah, itu bukannya ekspresi wanita yang sedang kesulitan?


Rio saputradengan mulutnya mengatakan, "Raline, aku pasti akan mendapatkanmu!"


Gedung milik Sanjaya Group di lantai 7 ada sebuah kafe dengan dekorasi yang indah, setelah PUjang Arifa meletakkan ponselnya, wajah kakak tertua dari yang tersenyum perlahan lahan berubah.


Damiri berjalan ke arah mejanya, lalu duduk. Tidak lama kemudian, pelayan mengantar satu gelas kopi. Dia dengan pelan pelan meneguk satu kali, lalu baru menyadari orang yang berada di depannya wajahnya sedikit berubah.


"PUjang Arifa, kamu kenapa? Akhir–akhir ini tampak sibuk sekali."


PUjang Arifa mengigit bibirnya,mengatakan, "Rubah itu datang lagi, bagaimana saya bisa tidur dengan nyenyak."


PUjang Arifa mengerutkan bibirnya, menolak untuk berkomentar mengatakan, "Kamu sudah bertemu dengan translator baru. "


"Ehmm, sudah ketemu, gadis yang lumayan cantik, kenapa? "Damiri mengeluarkan perasaan yang benar-benar dia rasakan sekarang. dia tahu Raline, Pak Hadi secara khusus menunjukkan padanya ketika dia membawanya ke sini.


"Apa kamu tidak merasa dia sangat aneh? " waktu PUjang Arifa mengatakan, mata nya berubah menjadi seperti rubah licik.


Heran? Damiri berpikir, dia merasa kecuali kecantikannya, tidak ada lagi yang bisa dilihat dari Raline.


Melihat Damiri ragu, PUjang Arifa tertawa kecil, "Tetapi aku dengar, yang mendaftar untuk menjadi translator mencapai 200 orang, selain itu semua nya harus melewati tahap seleksi. Aku masih mendengar, abang saya tidak meloloskan semuanya proses interview. Apakah hal ini tidak membuat orang merasa aneh?"


Tidak tahu harus bagaimana, mendengar PUjang Arifa, Damiri mulai merasa bingung.

__ADS_1


"Tetapi tampaknya melihat dia gadis muda yang cantik ini, dia wanita 5 tahun lalu, yang menyakit Dirga! "


"Ternyata dia! "Damiri tertegun melihat dia.


Saat duduk di bangku kuliah PUjang Arifa dan dia berada di satu angkatan, masalah pribadi dia kurang lebih masih tahu sedikit.


Kalau seperti ini, Damiri sudah sangat penasaran.


Damiri sudah mengikuti Abdul Qodirselama bertahun- tahun, sudah terbiasa dengan pria yang gila kerja ini. Seperti hari ini sudah meloloskaN satu kandidat secara langsung, ini belum pernah terjadi sebelumnya.


"Pasti dia berkhayal untuk menggoda abangku, hanya berdua di dalam kantor, dia sudah buat apa! " PUjang Arifa menggeram, kemudian, dia mengatakan, "Damiri, aku benar-benar tidak bisa menggantikan kamu. Aku tahu perasaanmu."


Damiri menutup mata nya sebentar.


Dia mencondongkan tubuh ke depan dan berkata, " Damiri, dengarkan aku, pastikan untuk berhati-hati dengan Raline, caranya benar-benar tak terduga untukmu."


"Ehm..!" Damiri menganggukan kepala nya dengan kuat.


"Kalau boleh, menggunakan alasan ini untuk memecat dia, dia jika berani untuk keberatan, kamu bilang saja aku yang bilang. " PUjang Arifa matanya berkilau, seperti ini agak seperti konselor yang memebrikan nasihat.


"Tenang saja lah PUjang Arifa, aku pasti bisa menghalangi dia, tidak memberi dia kesempatan untuk mendekati direktur. "


Eki Tobingdari lorong darurat pergi, dengan terburu buru ke toilet.


Di depan toilet bergaya Eropa yang elegan, dia menundukkan kepalanya dan membasuh mukanya dengan air untuk menghilangkan suasana tegang tadi.


Dia tahu bahwa dia akan terasa canggung bila bekerja nantinya, tetapi dia tidak menyangka Rio saputragilanya sampai sejauh ini. Apa yang harus dilakukan? Apakah mengirim surat pengunduran diri saja? Tapi hari ini adalah pertama kalinya dia bekerja!


Kesal!


Kembali bekerja.

__ADS_1


Eki Tobingmengeringkan tangannya dan hendak keluar ketika dia mendorong pintu. Tiba-tiba, ada suara yang jelas di telinganya ketika dia menginjak tanah dan melangkahkan kaki. Tidak tahu mengapa, dia sepertinya tahu siapa yang ada di luar.


Dia buru-buru mundur dan menahan napas.


__ADS_2