Overbearing CEO : Petting Cute Wife

Overbearing CEO : Petting Cute Wife
Bab 19 Perjanjian Yang Tak Tahu Malu


__ADS_3

Bab 19 Perjanjian Yang Tak Tahu Malu


Eki Tobingterdiam!


Pada saat dia terdiam, dipandang oleh Dirga, pandangannya tidak sama seperti dulu.


Jelas!


Dia tertawa, "Kamu tahu aku dari Sanjaya Group, jadi kamu juga lari ke Sanjaya Group, benarkan? Raline, ternyata kamu dengan aku sama saja, masih belum lupa  perasaan lima tahun lalu....."


Eki Tobingserasa mati rasa.


"Sudah cukup! Dirga! Kamu sedang berimajinasi yah? Aku datang ke Sanjaya Group untuk bekerja, bukan karena kamu. Masih ada lagi, jika aku tahu terlebih dulu kamu di sini, menyuruh aku datang pun aku tidak akan datang! "


Omongan Eki Tobingmembuat Rio saputrakesal!


Memegang rahangnya, langsung menambahkan tenaganya.


"Raline", kamu bisa bilang sekali lagi!" Dia hampir menggeram, giginya! Eki Tobinghanya merasakan sakit karena mengencang dari rahang bawahnya, seolah-olah tulangnya hampir hancur. Dia memaksa dirinya sendiri untuk tidak membuat suara kesakitan.


"Dirga, kamu udah cukup belum? "


Mata dia dengan tegas, tidak tahu kenapa, ternyata membuat dia merasa bersalah. Memikirkan ini, tenaganya perlahan lahan berkurang, tatapannya juga menjadi lebih hangat, cara dia berbicara juga menjadi lebih lembut.


"Raline, kembali lah! "


Eki Tobingmenoleh, sekarang maksudnya apa lagi?


"Kembali lah di sampingku, aku tidak akan memperlakukanmu seperti dulu lagi. Kamu tahu, aku dibesarkan bersamamu. "


Eki Tobingtertawa kecil, melambaikan tangannya, mengatakan. "Dirga, apa kamu pikir kita bisa kembali lagi? "


"Tentu bisa kembali lagi, kenapa tidak bisa? "Rio saputramenanyakan kembali, dan kemudia dia seperti mengerti sesuatu, lalu, mengatakan lagi, "Eki Tobingaku dengan kamu.........sebenarnya, kamu seharusnya tahu, yang saya cintai dihatiku adalah kamu. Asalkan kamu baik baik..."


"Dirga? Maksud kamu apa? Eki Tobingsudah marah, kali ini dia benar-benar marah!


"Raline, kamu jangan marah, dengar aku ngomong  dulu. Latar belakang leluarga PUjang Arifa, bagi aku kegunaanya besar sekali, aku sementara itu masih tidak bisa berpisah dari dia. Kamu duluan mundur dari pekerjaan itu, aku bisa belikan villa untukmu di pinggiran kota, kamu duluan masuk, yang lain tidak perlu kamu pedulikan, semua biaya hidup kamu biar saya yang urus...."


Wajah Rio saputramengekspresikan seperti membayangkan  masa depan, mengabaikan wajah Eki Tobingyang sedang shock.

__ADS_1


"Tutup mulut kamu, Dirga! Kamu benar-benar gila. "


Sekujur tubuh Eki Tobinggemetar!


Rio saputrakenapa bisa berubah seperti ini?  Seperti tadi apa tidak tahu malu? ternyata mulutnya hebat sekali, berkhayal bisa menghidupi dia, menyuruh dia menjadi istri yang bergantung dengannya?


Dia dengan kedua tangannya, mendorong badan Dirga, dengan galak, "Dirga, kamu memalukan! "


Wajah pria itu tiba-tiba berubah, terus memikirkan wanita yang sedang ingin pergi itu, dia dengan jengkel merangkul dengan paksa pinggangnya, kali ini, dia menggunakan tenaganya kemudia dengan kesal mendorong dia ke tembok, lalu, dia tidak memperhatikan kalau sudah menyakiti dia, dengan tubuhnya yang kuat kemudian menutupi dia.


"Raline, apakah kamu tahu apa yang sedang kamu bilang? "


Perempuan yang tidak tahu untung, rupanya dia mengabaikannya, dia dengan sia-sia memperlakukan dia seperti itu.


"Dirga!kalau begitu apa kamu tahu apa yang sedang kamu bilang? "


"Bagaimana aku tidak tahu. " Rio saputradengan keras menjawab, mata nya memerah, dengan suara seperti sedang kehabisan suara, "Kamu demi aku, datang ke Sanjaya Group cari aku. Kamu kembali ke negara saya ini pasti demi aku! "


Eki Tobingpunggungnya menabrak dinding yang dingin dan keras, rasa sakit ini tidak sebanding dengan rasa sakit di hatinya sekarang.


"Kamu jangan bermimpi, aku pulang dan datang ke Sanjaya Group, semua ini tidak ada urusannya sedikit pun dengan kamu! Aku juga terus mengatakannya kepada kamu, jika aku tau kamu berada di Sanjaya Group, dibunuh pun aku aku juga tidak akan masuk! "


"..... uh.....uh....."


Eki Tobingotaknya kacau, kemudian blank sesaat.


Berjuang, mendorong......


Tidak mudah Eki Tobinguntuk mengigit dan menutup mulutnya, lalu menggigit bibirnya.


"Ahh....! "bibir Rio saputra terasa sakit, kemudian menjauh darinya.


"Puihhh! "


Mendekat, Eki Tobingmengayunkan tangannya, kemudian dengan kedua tangannya menampar wajah Dirga.


"Dirga, aku peringati kamu, sekali lagi kamu berani melakukan hal yang tidak sopan, jangan salahkan aku! "


Bagaimanapun, Rio saputramasih terkejut.

__ADS_1


Dia menjilat bagian bibir yang digigit, mengeluarkan darah.


Manis!


Didepan matanya seperti mawar yang indah, dengan duri nya yang mampu menyakiti orang.


Eki Tobingsudah mengatur baik emosinya, kemudian membungkuk sebentar untuk mengambil dokumen nya yang jatuh.


Rio saputradengan berlagak kuat, matanya menatap dengan tajam, Dia mengambil semua sekaligus dan memegangnya erat-erat.


"Kembalikan! Berikan kepadaku ! " Eki Tobingmelihat sekilas aksinya, dengan dingin memperingati.


Rio saputratertawa, mengatakan, "Jika aku tidak kasih? "


Kata selanjutnya, kamu bisa bilang apa lagi.


Dokumen ini sangat penting, berisikan tentang kerja sama antar perusahaan, Eki Tobingadalah seorang penerjemah, tentu tahu begitu dokumen ini hilang, apa yang akan dia hadapi.


Sangat mungkin, dia akan dipecat atau pun masuk penjara.


"Kembalikan kasih aku! "Eki Tobingmenggeram kemudian menggulurkan tangannya, Rio saputradengan tenaganya sekali lagi memeluk dia di pelukannya sembari tertawa.


"Dirga, kamu keterlaluan! "Eki Tobingdengan marah menatap dia.


Sementara itu, Serangkaian musik merdu tiba-tiba terdengar di pintu masuk tangga yang tenang, tetapi, Eki Tobingbersiap menghadapi segala kemungkinan, seluruh badannya sudah kaku.


Ternyata seseorang menelepon ke HP Dirga.


Eki Tobingmenghela nafas.


Dia menurunkan matanya dan menatap ponselnya, ternyata PUjang Arifa.


"Dirga, balikkan barangnya kasih aku...."


Eki Tobingseperti itu mengatakannya, tiba-tiba, melihat dia menekan tombol jawab, lalu dia berhenti mengeluarkan suara.


"Ai......, sayanggg.... benar, lagi sibuk.... "


Suara lembut yang munafik  terdengar di telinganya. Eki Tobingmerasa jijik.

__ADS_1


__ADS_2