Overbearing CEO : Petting Cute Wife

Overbearing CEO : Petting Cute Wife
Bab 47 Menghasut


__ADS_3

Bab 47 Menghasut


Eki Tobingmengangkat alis, dan melihat MZakiah sedang berjalan ke kamarnya sendiri.


Dia mengizinkan siapa pun menyalahkan dan memarahinya, tapi walau bagaimana pun dia tidak bisa menerima, ada orang yang meremehkannya, bahkan dengan keji menfitnah putranya Rizki.


Dia tidak berpikir banyak, langsung menahan pundak MZakiah, dengan keras menariknya ke sana.


MZakiah karena minum bir, memang awalnya jalan sudah tidak stabil, sekarang bahu yang ditarik orang, tubuhnya tidak berdiri tegak, langsung jatuh menghadap belakang.


"Aduh--'


Jatuh terlentang membuat MZakiah seketika terkejut dan berteriak.


"Wanita murahan, kamu berani memukulku?" MZakiah menghadapkan muka yang sangat jahat berkata.


Sungguh bagus mendorongkan kesalahan sendiri pada orang lain, sejak kapan MZakiah berubah menjadi begitu lemah? Dia hanya menariknya sebentar, dia malah sekalian duduk di atas lantai. Dalam hati Eki Tobingtersenyum dingin, tapi juga tidak ingin buru-buru membongkarnya.


"Memang kenapa kalau memukulmu? Memukulmu demi kebaikanmu, walau bagaimana pun aku adalah kakakmu, aku punya hak untuk mengajarimu. Tengah malam keluar minum bir, apakah kamu masih tahu kalau kamu adalah putri keluarga Lin."


Eki Tobingmerubah sifatnya yang lembut dan hangat, dengan posisi yang menguntungkan memarahinya berkata.


"Gayamu begini, sudah seharusnya tiap hari dikunci di rumah, tidak bisa keluar rumah selangkah, baik-baik merubah sikap liar mu!"


MZakiah saat ini juga sudah mulai sadar banyak, dari kecil disayangi dan dilindungi dengan sangat baik dia sangatlah sombong, sejak kapan wanita rendahan ini bisa memarahinya?


MZakiah merangkak bangun dari lantai, ingin berkelahi dengan Raline.


"Kamu ini wanita rendahan yang tidak tahu malu, sendiri diluar dengan pria sembarangan sampai hamil, kami masih ada muka mendidikku? Kamu itu termasuk apaan!"


Menghadapi MZakiah yang sudah marah sampai wajah dan leher merah kasar, wajah Eki Tobingterlihat biasa saja. Hanya melihat dia menaikkan ujung bibir dengan sombong, suasana hati dan tindakannya yang tenang, tapi begitu berbicara dan melakukan tindakan bisa langsung menancap pada penderitaan orang.


"Paling tidak ada pria yang menginginkanku, tapi kamu? Dulu kamu secara terang-terangan atau pun secara diam-diam menggoda Dirga, kamu jangan mengira aku tidak tahu. Tapi Rio saputrapernah melihatmu tidak? Dia ada menghiraukanmu tidak! Kamu kenapa tidak berpikir, ada apa dengan semua ini."


"Kamu....kamu..." Rasa tidak rela dalam hati karena dibongkar olehnya secara langsung, wajah MZakiah sesekali memerah dan sesekali memucat. Bahkan sangat panik dan marah berkata, "Aku akan melawanmu hari ini. Kamu wanita rendahan, hari ini aku akan membunuhmu!"

__ADS_1


Tindakan yang begitu keras, akhirnya membangunkan Pak AngZakiah dan Bu Ayu kedua orang tua yang tidur di kamar utama.


Kedua orang bangun dengan memakai baju tidur, dengan cepat berjalan ke arah kejadian.


Langsung melihat MZakiah yang seperti wanita gila rambut terurai kacau dan penampilan yang tidak rapi, di mulut terus marah dengan kasar dan mau berkelahi.


Memang dalam hati Pak AngZakiah sudah kesal dengan MZakiah, begitu melihat penampilannya yang seperti orang gila, dan penuh dengan bau alkohol, dalam hati seketika muncul api amarah yang besar!


"MZakiah! Kamu berhenti!" Pak AngZakiah berteriak, membuat situasi yang kacau jadi terdiam.


Bu Ayu juga maju selangkah, menarik MZakiah kembali, begitu mencium badannya penuh bau alkohol, juga sangat marah, dan menyalahinya berkata.


"MZakiah? Kamu pergi gila kemana, satu badan bau alkohol dan tengah malam baru pulang?"


"Ma--- wanita rendahan ini dia....dia memarahiku!" Dalam sekejap MZakiah merasa mendapat perlakuan tidak adil.


"Tutup mulutmu! "Kamu sudah umur berapa, apakah bisa bicara dengan benar. Eki Tobingadalah kakakmu, kamu lihat dirimu sendiri, kamu lihat rambutmu, lihat pakaianmu, dan lihat lagi kata-kata yang kamu ucapkan tadi, mana yang bisa dibandingkan dengan kakakmu!"


MZakiah dalam keluarga Lin selalu punya kedudukan sebagai tuan putri, semua orang di keluarga Lin tidak berani berbicara keras dengannya. Tapi hari ini, malah dimarahi habis-habisan oleh Pak AngZakiah, dia tidak terima dan air mata mengalir turun.


"Gadis jahat, tutup mulutmu." Wajah Pak AngZakiah penuh amarah, "Apanya yang wanita itu wanita itu, dia adalah Raline, putri pertamaku, dan adalah kakakmu!"


Bu Ayu dari awal memang lebih membela pada putri kandungnya, tapi sekarang bukan saatnya berbuat begitu, ada beberapa masalah dia harus mengandalkan Eki Tobinguntuk menyelesaikannya, saat ini dia sama sekali tidak boleh menyinggungnya.


Untuk itu, juga mulai berkata pada MZakiah, "Benar, MZakiah. Kamu berbicara begitu memang tidak benar, walau bagaimana pun Eki Tobingadalah kakakmu."


MZakiah benar-benar kebingungan!


Dia mana pernah mendapatkan perlakuan seperti ini, bergegas menghentakkan kaki, berbicara, "Kalian bergabung untuk menindasku! "Selesai bicara, kembali ke kamarnya sendiri, dan sekuat tenaga menutup pintu.


Pak AngZakiah marah sampai wajah pun memerah, tapi tetap tidak ada cara sedikit pun.


Hanya bisa melampiaskan kemarahannya pada Bu Ayu, "kamu lihat saja, mendidik putri seperti apa." Lalu, membalikkan badan kembali ke kamar.


Bu Ayu tanpa sebab yang jelas dimarahi, walau merasa tidak ada muka, tapi hanya bisa menahannya dan tidak kumat.

__ADS_1


Berbalik, mengatakan pada Raline.


"Raline, kamu jangan perhitungan dengannya ya."


Eki Tobingsengaja berpura-pura kasihan dan sangat lembut seperti sudah mendapatkan penindasan, mengedipkan mata yang tidak bersalah.


"Mama tiri, aku sudah tahu."


Sambil bicara, kepala di tundukkan, sepasang mata yang bagai air jernih penuh dengan kabut air yang akan jatuh kebawah. Suara untuk berbicara juga ikut gemetar, "Jika adik begitu tidak suka melihat aku dan anakku, besok aku akan pindah keluar. Daripada disini, membuatnya tidak senang."


Mendengar kata ini Bu Ayu, bergegas melambaikan tangan menolak, terus menghiburnya dan membujuknya dengan baik tanpa bosan.


"Raline, kamu....kamu ini berbicara apa. Jika sekarang kamu pindah keluar, Pak AngZakiah tidak tahu akan bagaimana mengatakanku. Kamu tenang saja, nanti aku akan baik-baik menasehati MZakiah, pasti akan menyuruhnya merubah sikapnya padamu."


Apakah cukup dengan begini saja? Tentu saja tidak cukup!


Rizki adalah orang yang paling penting bagi Raline, juga harta yang paling disayanginya. Putra kesayangan mendapatkan penghinaan, bagaimana Ralinebisa dengan mudah melepaskan orang itu.


Hanya melihatnya menggelengkan kepala, tampang yang penuh dengan ketidakadilan dan tak berdaya.


"Mama tiri, sudahlah, sifat adik aku bukannya tidak tahu, mau menyuruhnya untuk meminta maaf tidaklah mudah. Jangan bilang anda adalah ibunya, masalah ini walau pun ayah juga tidak bisa apa-apa.


Satu hasutan ini, benar-benar membuat Bu Ayu terhasut.


"Raline, kamu tenang saja, besok pagi-pagi aku akan memberi pelajaran pada gadis gila itu, akan menyuruhnya datang sendiri meminta maaf padamu."


Dalam hati Ralinetersenyum dingin, tapi mimik diwajahnya masih tetap tidak mempercayainya.


"Apakah benar?"


"Tentu saja benar. Bagaimana pun aku yang melahirkannya, atau masih berani melawanku!"


Bu Ayu menepuk dadanya sambil berjanji.


Tapi setelah kembali ke kamar, dia samar-samar baru merasa sepertinya masalah ini ada sesuatu yang tidak beres.

__ADS_1


__ADS_2