Overbearing CEO : Petting Cute Wife

Overbearing CEO : Petting Cute Wife
Bab 36 Kebingungan Yang Asing


__ADS_3

Bab 36 Kebingungan Yang Asing


Tidak terasa sudah menujukkan waktu pulang kerja.


Eki Tobingdibawa oleh Presdirnya itu kemari, sehingga tidak ada yang berani mempertanyakan lagi mengenai keberadaannya.


Eki Tobingmengatur kembali perasaannya, dan mengingatkan kembali kepada diri sendiri untuk tidak melibatkan masalah pribadi kedalam masalah pekerjaannya.


Abdul Qodirberkata akan mengantarnya kembali, tetapi Eki Tobingseketika menolaknya.


Abdul Qodirjuga tidak memaksanya, hanya duduk didalam mobilnya dan sorot matanya mengantar kepergiannya menuju jalanan yang ramai.


Sampai saat akan menaiki angkutan umum, Eki Tobingmasih tidak berani memalingkan wajah untuk melihatnya.


Setelah itu dia baru merasa sedikit kesal dan menyesalinya.


Samar–samar dia merasakan perkataan yang diucapkan oleh laki-laki itu. Jelas-jeas dia sudah mengerti kegundahan dalam hatinya, tetapi masih memberinya segelas anggur yang memabukkan,,saat ketika dia tidak dapat mengontrol diri sendiri, dan pelan-pelan membuatnya mencertakan rahasianya.


Entah kenapa hati kecilnya sedari tadi terasa tidak tenang, seperti seakan ada sesuatu yang terasa hilang.


Dia menggeleng-gelengkan kepalanya sekuat tenaga, membuat otak dan pikirannya menjadi lebih jernih dan berpikir secara masuk akal. Dan juga membuat sesuatu yang mengganggu pikirannya terhempas begitu saja.


Tanpa terasa, dia bersandar pada kaca angkutan umum hingga tertidur. Saat ketika dia bangun, bus itu sudah berhenti didekat tempat dia tinggal. Kembali ke perumahan Ujang Arif yang sangat megah. Dari kejauhan terlihat ada bayangan seorang anak kecil yang sedang bermain di jalan taman.


Meskipun langit sudah sangat gelap, tetapi taman diperumahannya itu masih memancarkan cahaya yang terang, seperti layaknya sebuah kastil yang megah.


"Rizki."


"mama..." teriak anak kecil itu sambil mengangkat kepalnya, wajah kecilnya menyiratkan ekspresi kegirangan dan berlari menuju ke arah Raline.


Eki Tobingberjongkok dan berpeluk lepas dengan anak laki-laki kesayangannya itu.


Dia menyentuh rambut lebutnya itu dengan penuh kasih sayang, dengan kesan yang khawatir dan rasa bersalah.

__ADS_1


"sayang, apakah kamu sudah makan malam? Maafkan mamamu ini yang pulang terlambat."


"aku sudah makan malam. Tidak apa-apa, aku tau mama sangat dibuk bekerja, ditambah lagi hari ini adalah hari jumat, mama pasti harus lembur kan." Anak kesayangannya itu bersikap sangat dewasa, meskipun hal ini tidak membuatnya merasa kaget lagi tetapi dia merasa sangat terharu. "mama, mama capek atau tidak?"


Tatapan mata Eki Tobingmengeluarkan tatapan kebahagiaan, dan mencium pipi anak kesayangannya yang gembul itu sekali.


"mama tidak capek."


Demi anak kesayangannya itu, dia tidak akan pernah merasa lelah.


Anak dan ibu bergandengan tangan dan berjalan menuju kedalam rumah.


"Bibi Ujang Arif dimana? Kita pergi mencari Bibi Ujang Arif dulu ya?"


Anak lelakinya itu menggoyang-goyangkan tangan mereka yang sedang bergandengan, berkata dengan sedikit misterius, "mama, Bibi Ujang Arif sedang sedih karena berantem dengan seseorang."


"siapa?" jangan-jangan Alfredo sudah kembali.


Anak laki-lakinya mengerutkan kedua alisnya, "tidak tau siapa, seorang paman yang sangat tampan. Mereka berantem pas sore hari, kemudian paman itu keluar entah kemana, dan sampai sekarang belum kembali."


Saat mereka berjalan sampai depan pintu, tiba-tiba dari luar tersorot sebuah lampu yang sangat terang, dalam keadaan malam yang segelap ini, cahayanya terasa sangat meylaukan mata. Kemudian pintu gerbang otomatis yang berada di depan apartemen terbuka, Eki Tobingmemalingkan pandanganya kearahnya, dan melihat ada sebuah mobil mewah yang pelan-pelan memasuki area taman dan berhenti di area yang kosong.


Dari dalamnya keluar seorang laki-laki muda yang sangat gagah, berpakaian sangat modis dan berwiba. Anak laki-lakinya mulai bereaksi dengan menggoyang-goyangkan kedua tangan Eki Tobingdan berkata, "mama mama, itu paman yang tadi aku maksud."


Eki Tobingpelan-pelan melambaikan tangan kearahnya, menisyaratkannya lagi untuk tidak berbicara lagi.


Tidak lama kemudian Alfredo berjalan mendekat.


Lampu redup yang berada dilorong apartemen menyorotinya, Eki Tobingmelihat sosok laki-laki tampan yang seperti baru saja keluar dari dalam lukisan.


"kamu siapa?" laki-laki itu menghentikan langkahnya didepan mereka berdua, ibu dan anak dan alis matanya yang indah itu sedikit berkerut.


Tanpa menunggu Eki Tobingmengatakan sesuatu, anak laki-lakinya merjalan kedepannya, dan membuka kedua tangannya dan bertingkah seakan dirinya yang akan melindungi ibunya itu kemudian berkata,"dia adalah ibuku."

__ADS_1


Alfredo merasa pernah bertemu dengan anak kecil ini,saat kembali sore tadi dia dikagetkan oleh kepintarannya yang diluar dugaan. Dan karena perselisihan yang terjadi antara dirinya dan Ujang Arif membuat suasananya sedikit canggung, entah kenapa ketika bertemu dengan anak kecil ini muncul suatu perasaan yang tidak bisa dijelaskan.


"hahaha!"


Alfredo tersenyum lebar. Mengusap-usap kepala belakang anak kecil itu, dan bibir seksinya itu terngkat perlahan-lahan.


"anak kecil kenapa diumur kamu yang baru segini sudah mengerti bagaiman untuk melindungi ibumu ini, setelah besar nanti harus tetap seperti ini ya. Jangan sampai karena nanti mempunyai pacar dan dan melupakan ibu sendiri."


Anaknya itu meskipun masih kecil tetapi bisa dengan mudah memahami perkataan orang dewasa, dan mengerti makna yang tersirat dari perkataannya itu. Kedua tangannya mengepal kencang, kedua mata hitamnya membesar dan tertuju pada orang itu.


"masalah ini aku sudah mengerti, tidak perlu kamu untuk mengajariku!"


Eki Tobingsegera menariknya ke arahnya,dan menggertakya,"Rizki,kamu tidak boleh tidak sopan seperti ini."


Alfredo tidak marah meladeni kenakalan bocah kecil ini, melainkan hatinya sedari tadi terasa penat menjadi sedikit lebih tenang. Dia tidak hanya berjongkok didepannya, hingga membuat tinggi badan mereka sama tingginya.


"anak kecil, kamu memang benar, paman mengagumimu."


"terimakasih."anak laki-lakinya itu dengan sangat bangga menaikkan sedikit nada suaranya.


Eki Tobingmerasa sedikit canggung, dan dengan nada yang sedikit meminta maaf dia berkata, "Kak Alfredo, aku benar-benar minta maaf, perkataan anak kecil ini tidak begitu tidak terkendali, semoga kamu tidak akan keberatan."


"Tidak apa-apa." Dia menjawab pelan dan dari kata-katanya terlihat ada sedikit kelelahan yang terdengar. Dia beranjak berdiri, kemudian baru melihat ke arah Raline.


Keempat mata itu bertemu bersamaan, Alfredo yang awalnya beniat untuk bertegur sapa seketika terhenti.


Sosok perempua didepannya terlihat sangat cantik, dia percaya bahwa setiap orang yang melihatnya pasti punya pemikiran yang sama dengannya. Tetapi entah kenapa, Alfredo merasa sosok yang sangat sempurna ini memberinya kesan yang sangat berbeda.


Ada perasaan yang akrab tetapi mereka begitu asing. Jika dibilang dulu pernah bertemu entah dimana, tetapi kenapa dia tidak bisa mengingat dimana dia pernah bertemu dengan wanita ini. Jika memang belum pernah bertemu kenapa dia bisa memberinya kesan yang begitu akrab dan mendalam?


Eki Tobingyang oleh pandangan Alfredo yang seperti ini hatinya menjadi sedikit gelisah, seperti rahasia yang terpendam dalam-dalam didalam hatinya terkuak begitu saja.


"halo Kak Alfredo, namaku Raline, temannyaUjang Arif."Eki Tobingberkata sambil menggadeng tangan anaknya, dan dengan buru-buru berkata, "kita kembali kerumah dan tidak akan mengganggu kakak." Dia segera menyelesaikan kata-katanya dan dengan cepat menarik tangan anaknya itu untuk kembali kedalam rumah.

__ADS_1


Setelah kembali kedalam rumah, Eki Tobingbersiap untuk memandikan buah hatinya itu.


Dalam bak mandi yang sudah terisi air sudah ada anak laki lakinya yang gemuk dan menggemaskan yang sedang berendam dengan nyaman didalam air hangat. Dia menggerakkan tangan nya yang penuh dengan busa mengusapnya kesekujur tubuh. Anak laki-lakinya itu sudah dari kecil bisa mengurus dirinya sendiri, lebih pintah dibanding anak seusianya, bisa dibilang dia anak yang mudah diatur.


__ADS_2