Overbearing CEO : Petting Cute Wife

Overbearing CEO : Petting Cute Wife
Bab 53 Hukuman Mati Bisa Di Hindari Hukuman Mati Harus Di Laksanakan


__ADS_3

Bab 53 Hukuman Mati Bisa Di Hindari Hukuman Mati Harus Di Laksanakan


Eki Tobingakhirnya mengerti, sebenarnya bukan mereka tidak dengar, tapi sudah ada orang yang diam-diam menyapa, harus membuatnya berada di jalan buntu....


Rapat selesai, Abdul Qodirkembali ke kantornya, mengangkat tangan melihat jam, baru jam empat lewat.


Tapi sungguh aneh, baru berpisah dengannya selama dua jam, bahkan sudah mulai ada perasaan merindukannya lagi.


Abdul Qodirmelepaskan jas mantelnya, berjalan ke jendela perancis, melihat keluar bangunan kokoh yang berdiri di tanah.


Dulu, setiap kali merasa lelah, dia pasti akan berdiri di posisi ini, melihat-lihat pemandangan di luar sana yang megah dan sangat luas tark terbatas. Dulu dia selalu merasa dunia ini sangat kejam dan penuh darah, sedikit tidak waspada akan di injak orang di bawah kaki. Tapi akhir-akhir ini, dia bahkan perlahan merasakan, di dunia ini masih ada sisi yang lembut.


Cahaya matahari terbenam memancar masuk lewat jendela perancis yang bening, menabur seluruh ruangan, menghias dalam ruang kantor yang terasa dingin ini selapis warna emas yang tips. Diantara salah satu, menyinari postur tubuh pria yang tampan dan tinggi.


Sinar matahari terbenam mendorong sosok badannya, memanjang. Membuat badannya semakin ramping dan tinggi kekar.


Mungkin seharusnya mentraktirnya makan malam, Abdul Qodirtidak tahan tersenyum.


Sebenarnya kedua orang sudah saling kenal lima tahun yang lalu, tapi tidak pernah ada kesempatan untuk makan malam bersama, dipikir-pikir sangat menyesal.


Tidak lama, Pak Hadi datang ke area kantor Raline, tapi malah menemukan tempat duduknya kosong.


Dia mencoba tanya kemana dia pergi, tapi rekan kerja yang lain malah bertele-tele, tidak bisa menjelaskan apa masalahnya.


Pak Hadi merasa penasaran, atau di rumahnya ada masalah dan cuti pulang duluan?


Dia berjalan ke arah kantor departemen penerjamah.


Sebenarnya orang di sana bukannya tidak tahu, tapi PUjang Arifa sudah memberi perintah, begitu ada orang yang datang mencari Raline, siapa pun tidak boleh mengatakan keberadaannya, kalau tidak undurkan diri sendiri.


Sidi Lestari berdiri, mengejar ke arah bayangan punggung Pak Hadi......


Abdul Qodirduduk di atas kursi eksekutif, sedang memikirkan makan malam dimana lebih bagus.


Tapi dia tidak ingin menanyakan pendapatnya, jadinya mencoba menerka sendiri Eki Tobingseharusnya suka dengan tempat seperti apa, yang agak romantis atau yang formal, yang elit atau yang umum saja.


Masakan china, masakan barat, perancis atau korea ya?


Sedang memikirkannya, tiba-tiba melihat Pak Hadi panik dan gugup berlari masuk.


"Tidak baik, presdir. Nona Lin di bawa ke kantor polisi."


Tiba-tiba Abdul Qodirlangsung berdiri, "Apa yang kamu bilang?"


Di depan pintu kantor polisi Kota G, sebuah mobil off-road berwarna hitam yang liar dan keren berhenti di depan pintu utama kantor polisi.

__ADS_1


Di ruang penerimaan tamu ada orang yang melihat, bergegas mengeluarkan kepala dan berteriak keras, "Hei, orang apaan, bawa pergi mobilnya. Di sini adalah kantor polisi, kamu...."


Melihat pria yang turun dari mobil penuh dengan amarah, sangat sombong, terhadap peringatannya sama sekali tidak dihiraukan!


Aduh orang-orang ini yang baru punya sedikit uang sudah tidak menganggap remeh polisi. Orang di ruang penerimaan tamu marah, berlari keluar dari kantornya, baru mau membuka mulut dan marah, tapi saat melihat orang dengan jelas, wajah yang penuh amarah langsung berubah jadi ingin cepat menyanjungnya.


"Yo! Ini ini ini..... Ini bukannya Tuan muda Nicholas.... Anda sedang mencari siapa?"


Langkah kaki Abdul Qodirtidak berhenti, meliriknya dengan dingin, "Pergi jauh-jauh!"


Abdul Qodirsepanjang jalan berlari masuk ke dalam kantor polisi, siapa yang tidak tahu di Kota G raja keuangan no satu adalah keluarga besar Sanjaya, siapa juga yang tidak tahu anak pertama Sanjaya Group, CEO Sanjaya Group adalah Nicholas?


Kantor kepala polisi sekali tendangan langsung terbuka, umurnya yang mendekati 50, posturnya pendek gendut ketakutan sampai hampir ngompol.


Saat mau memarahi siapa yang kurang ajar, mengangkat kepala langsung melihat yang ada di hadapannya adalah Nicholas.


"Tuan muda Nicholas, anda ini...."


"Aku tanya padamu, dimana orangnya?"


Saat kepala polisi berdiri dan menyapa, orang sudah meninggalkan kursi.


Berganti Abdul Qodiryang menjadi berkuasa di sana, berjalan kesana dan langsung duduk. Kedua kaki bersilang, seperti seorang berandalan yang sangat tidak masuk akal.


"Kamu siapa?" Wajah kepala polisi kebingungan.


Begitu terpikir Eki Tobingwanita yang begitu cantik dan lembut, ternyata harus menjadi tersangka dengan kasus yang tidak ada ini, rasa tidak berdayanya sekarang? Abdul Qodirsemakin berpikir semakin marah, dia yang selalu berkepribadian baik bahkan mengucapkan kata kasar.


Mata si gendut yang kecil bulat berputar, dalam hatinya sudah mengerti.


Masih belum lama, memang mendengar Sanjaya Group menangkap dan membawakan satu pencuri, dan juga memerintahkan harus baik-baik 'memperlakukannya'.


"Memang ada seorang pencuri wanita yang...."


"Kamu sialan cepat tutup mulutmu!"


Abdul Qodirberteriak marah! "Cepat lepaskan dia."


Ruang interogasi, wajah dingin Raline, berulang kali terus mengatakan kata yang sama.


Di depan mata sama sekali tidak masuk akal, hanya menakuti, memaksa, rayuan, semuanya tidak bisa membuatnya mengaku. Selama dia tidak mengaku, maka mereka tidak bisa mendapatkan 'keuntungan'. Beberapa orang tidak berguna ini sedang berunding, memutuskan untuk menggunakan cara yang agak hebat.


Tidak takut wanita yang lembut dan halus ini tidak mengakuinya.


"Apa yang ingin kalian lakukan?"

__ADS_1


Beberapa polisi berpakaian bebas berjalan ke sini, memborgol kedua tangannya.


Eki Tobinghanya merasa jijik, dan marah.


"Apa yang ingin kalian lakukan?"


"Melakukan apa? He... Sampai di sana kamu akan mengetahuinya."


Eki Tobinghanya merasa sebuah rasa dingin yang menakutkan dari ujung kaki naik ke seluruh tubuh, "Aku peringatkan kalian, aku tidak bersalah, kalian sebaiknya jangan berbuat sembarangan, jika tidak...."


Tapi peringatannya, sama sekali tidak di hiraukan mereka.


Beberapa orang menyeretnya ke depan pintu, masih belum membuka pintu, pintu malah terbuka dan pecah oleh dorongan keras dari luar.


Semua rasa tenang dan tegar Raline, saat melihat orang itu semuanya langsung hilang dan runtuh.


Dia tidak bisa mengendalikan ketakutan dan kepanikan yang terus di tahannya, air mata penderitaan seketika memenuhi matanya.


"Nicholas," dia bersuara halus sekali, menerobos kepelukan pria yang hangat dan besar.


Saat Abdul Qodirmelihat Raline, memastikan dia tidak kekurangan, dan tidak terluka sedikitpun, beban di dalam hatinya baru bisa terlepaskan. Tapi di saat dia melihat kedua tangannya di borgol dengan kasar dan tidak beralasan, apalagi saat ini dia tidak berdaya dan lemah jatuh ke dalam pelukannya.


Api amarah pria ini mulai terbakar lagi!


Sepasang mata yang hitam seperti mendatangkan awan gelap, di tumpuk dalam jurang yang gelap.


"Berani menindas wanitaku! Kalian satu persatu sudah bosan hidup."


Abdul Qodirmenggendong Raline, kaki rampingnya tiba-tiba bertenaga, sebuah pose kickboxing, menghadap ke orang itu dan keras-keras menendangnya.


"Ahh...."


Hanya mendengar sebuah jeritan, ada orang yang keras sekali terjatuh ke lantai.


Lengan Abdul Qodirerat-erat menggendong wanita lembut itu dalam pelukannya, kakinya mengarah ke dada orang yang terjatuh di lantai, sangat keras menginjaknya.


"Ah--"


Orang itu berteriak karena tendangan, dari mulut memuntahkan darah segar!


"Presdir...."


Suara Pak Hadi.


Setelah mendapat kabar dia buru-buru memberitahu Nicholas, kecepatan presdir terlalu cepat, dia sama sekali tidak bisa dibandingkan dengannya. Apa lagi, bagaimana bisa membandingkan mobil Abdul Qodirdengan mobilnya sendiri?

__ADS_1


Hanya beberapa menit saja, mobil hitam off-road sudah meninggalkan dia sampai beberapa jalanan.


__ADS_2