Pacar Settingan

Pacar Settingan
Bab 9


__ADS_3

Sejak namanya tenar akibat pacaran dengan Aksa, Zanna seakan jadi incaran untuk bahan berita gosip.


Pagi ini dia harap bisa bersantai di rumah seharian, tapi harapannya kuncup begitu Niko datang ke rumah dan memberi kabar mengejutkan.


Tersebar fotonya sedang bersama Aris.


Ia memang tidak punya waktu main sosial media jadi ketinggalan berita.


Foto itu memang penuh makna.


Padahal di foto dia hanya diberi minuman oleh Aris. Tapi kadang orang menilai lain.


Komentar yang muncul pun bermacam-macam. Tapi kebanyakan memaki Zanna tidak tahu untung dan tega selingkuh dari Aksa.


Wajah Zanna terlihat capek karena kerja dan belajar tanpa henti. Belum lagi meladeni Aksa yang tidak ada habisnya menekan batinnya.


Dan kini…


“Lo jangan salah paham dulu, Na. Ini semua permintaan Aksa.”


Zanna kaget. “Ini settingan lagi?”

__ADS_1


Niko mengangguk. “Sebelum lo mikir lebih jauh, gue mau klarifikasi sesuatu.”


“Aku nggak ada hubungan sama Aris. Kenapa kalian tega jerumusin aku kayak gini?”


“Iya gue tau. Cuma, gue mau nanya satu hal. Apa lo ngerasa ngelakuin kesalahan yang besar?”


Zanna heran. “Maksud kamu?”


Niko mengeluarkan foto. “Mungkin lo inget akan hal ini?”


Melihat foto itu, ekspresi Zanna tampak aneh. “Ini kan tokoh Barbie Rapunzel? Apa hubungannya sama aku?”


Niko heran dengan reaksi Zanna. “Lo bener nggak inget?”


Melihat ekspresi Zanna tidak dibuat-buat, Niko akhirnya memikirkan jalan keluar. “Mending lo ikutin semua permainan Aksa. Gue bakal jaga supaya lo tetep aman.”


Karena gue nggak tahan liat dia penuh dendam sama lo, Na, kata Niko dalam hati.


Aksa sudah buta akan obsesinya membalas dendam hingga makin keterlaluan menyiksa Zanna.


Sedangkan belum terungkap alasan Zanna meninggalkan Adnan kala itu.

__ADS_1


Tapi Niko merasa waktunya belum tepat menanyakan pada Zanna. Dia ingin menyelidiki cewek ini lebih rinci.


“Jadi apa yang harus aku lakuin sekarang?” tanya Zanna akhirnya. “Kalian mau aku pura-pura suka sama Aris?”


“Tadinya Aksa minta begitu. Tapi gue ubah skenario. Karena Aris udah punya pacar. Dan dia merhatiin lo cuma karna kasian liat lo nunggu Aksa syuting. Gue udah klarifikasi duluan. Tapi sayang, Aksa keburu bertindak dan lepas berita lo sama Aris. Jadi yang bisa lo lakuin, lo upload kata-kata cinta untuk Aksa. Biar semua tau lo masih cinta sama Aksa.” Skenario Niko bikin Zanna merinding.


“Ini cuma settingan. Emang harus ya aku kayak ABG-ABG labil ngomong cinta-cinta begitu? Aku nggak mau. Gimana kalo aku kena tegur lagi sama Pak Randy? Jangan sampe ya aku kehilangan pekerjaan gara-gara misi nggak jelas kalian ini!”


Niko kaget tiba-tiba Zanna meledak-ledak marah. Tapi itu wajar, mengingat perlakuan Aksa. Zanna punya hak untuk menolak.


“Aku udah nggak mau jadi pacar settingannya lagi. Kamu bisa bilang sama dia, kalo dia masih semena-mena sama aku, settingan ini bakal aku bongkar. Dan aku akan ungkap kalau dia jebak aku mencuri supaya mau ngikutin maunya. Tapi aku nggak takut, aku punya bukti rekaman CCTV di perpus kalau ada yang sengaja masukin HP Aksa ke tasku. Dan itu jadi bukti kuat supaya Aksa lepasin aku.”


Penjelasan Zanna membuat Niko pucat.


Padahal Zanna hanya mengarang cerita dan menduga lokasinya di perpus karena dia berada di sana seharian sebelum masuk kelas ketika kejadian HP Aksa di tasnya.


“Na, tenang. Jangan kebawa emosi dulu.” Niko berusaha menetralisir keadaan. “Oke. Gue bakal bicara sama Aksa. Tapi gue mohon, untuk sementara waktu lo jangan keluar rumah. Udah banyak wartawan yang tau rumah lo di sini.”


Zanna menarik nafas meredakan emosinya. Beberapa hari ia memang libur karena kampus sibuk mengurus akreditasi.


Tapi masa’ iya harus terkurung di rumah beberapa hari?

__ADS_1


Mungkin dia nggak ada pilihan.


***


__ADS_2