Pacar Settingan

Pacar Settingan
Bab 20


__ADS_3

Kejadian itu membuat kepala Zanna bocor dan ditangani di ICU secepatnya.


Aksa menunggu di depan ruangan dengan kecemasan yang tidak bisa dikendalikannya.


“Shit! Kenapa bisa begini?” rutuknya.


“Sa, gue udah cari tau penyebab lampu itu bisa jatuh nimpa Zanna.” Niko duduk di sampingnya.


“Apa penyebabnya? Kalo ini karena keteledoran kru gue bakal tuntut mereka!”


“Bukan salah kru. Tapi dia pelakunya.” tunjuk Niko.


Kepala Aksa berputar dan terdiam. Laura?


“Iya. Aku pelakunya!” Laura menyahut enteng.


Aksa berdiri dan menatapnya tajam. “Maksud lo apa, Ra? Kenapa lo celakain Zanna?”


“Aku nggak terima perempuan itu yang kamu bawa ke panggung, Sa! Aku yang susah payah demi kamu. Tapi kamu nggak ada mikirin perasaan ku. Apalagi sampai kamu lamar dia.”


Niko tidak habis pikir ada perempuan yang tidak tahu malu seperti Laura. “Tapi itu bukan alasan lo bisa celakain Zanna.”


“Aku sakit hati! Aku udah lakuin semua tapi kamu nggak ngehargain aku, Sa!”

__ADS_1


“Kayaknya perlu gue perjelas lagi, Zanna itu pacar gue. Makanya dia yang gue ajak ke panggung, bukan lo.”


“Tapi kita udah dijodohin, Sa!”


“Dan gue menolak perjodohan itu,” tegas Aksa. "Gue nggak sudi nikah sama cewek jahat kayak lo."


Laura mulai menangis. “Aku udah jatuh cinta sama kamu, Sa. Kenapa kamu tega nolak aku?”


Aksa menggeleng. “Gue nggak bisa. Tapi setelah Zanna sadar, nasib lo tergantung dia. Kalo dia mau tuntut lo ke jalur hukum, gue nggak bisa belain lo. Karena perbuatan lo keterlaluan. Lo udah nyelakain pacar gue.”


“Dia tuh nggak pantes buat kamu, Sa! Cuma aku yang pantes mendampingi kamu. Apa yang kurang dari aku? Kalo kita pacaran aku yakin pamor kamu jauh lebih pesat dari sekarang. Aku bisa minta papaku invest dana untuk produksi film kamu. Atau beli stasiun TV yang khusus tampilkan kamu, itu gampang. Pokoknya aku bakal lakuin apa aja untuk kamu asal kita nikah.”


“Mending lo buang jauh-jauh semua rencana lo. Karena gue nggak pernah tertarik sama cewek jahat yang bikin orang celaka.”


“Bagaimana keadaannya, Dok?” Aksa langsung memburunya.


Laura ikut menempel pada Aksa.


“Untung dia segera dibawa ke mari. Dia hampir kehabisan darah. Ada potensi gegar otak ringan tapi tidak berakibat fatal. Sekarang dia akan dipindahkan ke kamar rawat.”


Aksa dan Niko menghela nafas lega.


“Terima kasih, Dok.”

__ADS_1


Begitu dokter pergi, Aksa menepis tangan Laura, dan berbalik pergi bersama Niko.


Laura menghentakkan kaki kesal ditinggal begitu saja.


***


“Gila tu cewek! Gimana kalo sampe Zanna meninggal?” rutuk Niko begitu tiba di kamar rawat. “Lagian lo nggak cerita sama gue nyokap lo pengen jodohin lo sama cewek toxic kayak dia? Deket sama cewek model begitu cuma nyari penyakit.”


“Gue sama sekali nggak anggap perjodohan ini.” Aksa memandang tangannya yang ada noda darah. “Makanya gue punya alasan nolak. Dia udah bikin Zanna celaka.”


Niko memperhatikan ekspresi Aksa dan tersenyum.


“Kenapa lo?” tanya Aksa heran.


“Sekarang lo masih nggak mau ngaku?”


“Ngaku apaan?”


“Lo suka beneran kan sama Zanna?” tembak Niko membuat Aksa gelagapan.


“Ngaco lo ah! Udah deh, mending sekarang lo urus administrasinya.” Aksa masuk kamar rawat.


Niko geleng-geleng. “Lo pasti lebih kacau kalau tau yang sebenernya tentang Zanna.”

__ADS_1


***


__ADS_2