
Tiba di pantai, Zanna kaget liat Aksa duduk lemas di bangku.
“AKSA!” Zanna berlari menghampirinya. “Aksa kamu kenapa?”
Aksa mendongak menatapnya dan tersenyum lemah. “Kamu datang juga?”
Zanna tidak menyangka Aksa benar-benar menunggunya. “Kamu belum makan ya?” ia ingat tadi siang mereka rencana makan siang hanya saja karna bertemu Dalton makan siang terpaksa batal.
“Aku pikir kamu nggak peduli sama aku.” Suara Aksa pelan.
“Mana mungkin aku nggak peduli. Tapi kenapa kamu nyiksa diri sendiri gini? Gimana kalo kamu sakit? Angin pantai ini nggak bagus buat kesehatan.” Zanna jadi ngomel-ngomel.
Tangan Aksa menggapai tangan Zanna, lembut. “Nggak Ada yang lebih penting sekarang selain hadirnya kamu disini.”
Zanna terdiam masih cemas, tapi hatinya lega Aksa baik-baik saja.
Mereka duduk berdampingan.
“Maafin aku, Na. Aku masih kayak anak kecil. Nggak seharusnya aku bersikap kekanak-kanakan begitu. Karna aku takut kehilangan kamu. Udah cukup 3 tahun ini aku kesiksa kehilangan kamu. Sekarang aku nggak akan lepasin kamu lagi.” Aksa berkata tulus membuat Zanna grogi.
“Kamu nggak perlu bilang apa-apa. Dengan kehadiran kamu disini udah ngejawab semuanya. Kita punya perasaan yang sama. Itu udah cukup buat aku lega.”
Zanna speechless banget sampe bingung mau jawab apa.
__ADS_1
Tiba-tiba matanya menangkap orang yang bersembunyi di balik tiang memegang kamera. Bukan Cuma 1, Ada beberapa kamera mengintai.
“Ini setting an lagi??!” sentak Zanna membuat Aksa kaget melihat sekeliling menyorot mereka.
“Eh Zanna.. Aku nggak setting ini. Aku nggak tau banyak kamera ngikutin aku ke sini.”
“Jangan-jangan kamu mainin aku lagi?!” Zanna mulai marah.
“Enggak sumpah.. Aku nggak setting semua ini. Eh lo semua ngapain ngikutin gue?” semprot Aksa.
“Gue yang bawa mereka.” Kedatangan Adnan dan Niko membuat Zanna dan Aksa kaget setengah mati.
Niko menepuk pundak Aksa. “Sa, waktu Zanna pergi, lo kacau banget sumpah. Gue yang kenal lama sama lo sampe bingung harus ngapain lagi. Gue coba kenalin cewek-cewek nggak Ada yang lo respond. Lo itu cinta mati sama Zanna. Dan kali ini lo nggak boleh main-main lagi.”
Zanna dan Aksa saling pandang.
Akhirnya Aksa melepas cincin di jari Zanna. Lalu mengeluarkan kotak kecil merah dan membukanya. Cincin yang tak kalah cantik kilaunya membuat Zanna terharu.
“Kali ini bukan setting an. Kamu boleh bunuh aku kalau aku bohong.” Aksa berlutut sambil menggenggam tangan Zanna. “Will you marry me ?”
Zanna tidak bisa merasakan apapun kecuali detak jantungnya yang makin cepat.
“Na, jawab dong.” Suara Aksa nyaris berbisik agar hanya Zanna yang dengar. “Biar kita cepet pergi dari sini. Aku laper banget soalnya.”
__ADS_1
Hampir tawa Zanna lepas melihat kepolosan Aksa. Akhirnya ia mengangguk tanda setuju. Semua bersorak ketika Aksa memakaikan cincin pertunangan resmi mereka, tanpa setting an.
“Yuk kita pergi!” tak sabar Aksa buru-buru bawa Zanna menjauh dari kamera-kamera dan terutama dua polisi Niko dan Adnan.
“Coba kamu datang lebih awal, aku nggak perlu lemes begini. Pasti di kamera tadi mukaku pucet.” Aksa malah ngomel-ngomel membuat Zanna bengong.
“Ya lagian kamu pake kode kode segala. Pake ada kamera. Emangnya aku siap syuting di pantai begitu.”
“Aku pikir kamu ngerti dan langsung datang.”
“Trus kalo aku nggak datang kamu mau apa? Nginep semalaman ?”
“Ya kali aku nginep di pantai.. besok aku ada jadwal pemotretan. Jadi… aaawwww…”
Zanna gemas dan mencubit pinggang Aksa. “Baru kamu Lamar aku malah ngajakin berantem. Laper kan? Ayo pergi makan. Nenek udah masak banyak buat kamu juga. Kita ke apartemenku. Buruan ! Awas kalo ngomel lagi!”
Aksa tersenyum sambil menggandeng tangan Zanna.
Walau suka berantem dan cemburu, mereka tetap saling sayang.
Setting an kali ini diatur yang di Atas bukan oleh Aksa sendiri.
Aksa dan Zanna akhirnya bersatu lewat pernyataan cinta terdalam yang berawal dari setting an. 😀
__ADS_1
😀😍Hppy End 😀😁