Pacar Settingan

Pacar Settingan
Bab 23


__ADS_3

“Aksa! Zanna mana?”


Selesai syuting, Niko langsung memburunya panik.


Aksa angkat bahu. “Terakhir gue ketemu di tengah hutan.”


“Lo tinggalin dia di sana?” Niko kaget. “Lo udah gila ya? Dia baru sembuh lo tinggalin gitu aja?”


“Kok lo jadi marah sama gue? Kan lo yang pengen masalah gue sama dia cepat selesai? Dia nggak mau ngaku juga kalo dia udah ninggalin Bang Adnan, jadi gue tinggalin dia sendiri. Pake akting sakit segala.” Aksa tidak peduli lagi pada Zanna.


Niko menarik Aksa keluar mobil. “Lo bilang sama gue, kenapa lo tinggalin dia?”


“Lo masih nanya? Dia udah ninggalin Bang Adnan. Selingkuh sama Aris. Dan dia nggak mau ngaku kalo dia Rapunzel. Yang paling parah, dia terima duit dari nyokap gue untuk putus sama gue, dan dia nggak nolak sama sekali. Apa lagi yang bisa gue belain dari cewek penipu itu? Dia pake berlagak amnesia supaya nggak disalahin.”


Niko geleng-geleng kepala. “Lo bener-bener keterlaluan, Sa. Dendam lo udah butain segalanya. Semua tuduhan lo sama Zanna itu nggak bener.”


“Kok lo jadi belain dia?” Aksa tidak terima.


“Sini ikut gue!” Niko menariknya menjauh dari kerumunan kru. “Zanna itu nggak amnesia.”


“Iya emang bener dia nggak amnesia. Dia cuma pura-pura aja supaya nggak disalahin.” Aksa masih keras kepala.


“Lo salah!” seru Niko. “Dia nggak amnesia, juga nggak pura-pura. Tapi dia emang nggak kenal sama Bang Adnan!” tegas Niko membuat Aksa terdiam.


“Ngaco lo! Jelas-jelas dia itu Rapunzel.”


“Bukan, dia bukan Rapunzel. Makanya dia nggak bereaksi waktu lo coba ngingetin dia.”


Aksa mulai bingung. “Maksud lo?”


Niko mengeluarkan dua buku besar. Seperti buku kenangan SMA.


“Apa maksudnya?” Aksa masih tidak mengerti.


“Rapunzel yang sebenarnya, itu bukan Zanna. Tapi Senna. Senna Anzara. Saudara kembar Zanna.”

__ADS_1


DEG!


Aksa langsung membanting buku itu keras. “Lo jangan ngaco, Nik!”


“Gue nggak ngada-ngada.” Niko mengambil bukunya. “Belakangan gue udah selidikin semua identitas Zanna. Dia memang bukan orang yang lo cari. Ini buktinya.”


Niko membuka dua buku dan mencari-cari angkatan Adnan. “Nih lo liat sendiri ada foto atas nama Senna Anzara, dia tercatat lulusan dari SMA di Bandung. Dan di buku satu lagi, ada foto Zanna Kirana, yang tercatat lulusan dari SMA di Semarang. Lo pikir deh, apa bisa satu orang sekolah di dua tempat yang sama dan lulus bersamaan?”


Lalu Niko menjelaskan hasil investigasinya. Bahwa Senna dan Zanna dibawa ke panti asuhan di kawasan Sukabumi ketika umur 2 bulan, setelah orangtuanya meninggal karena kecelakaan. Tidak ada kerabat yang tersisa.


Belum genap setahun, Senna dan Zanna diadopsi orangtua yang berbeda. Mereka tidak mengenal satu sama lain. Senna tinggal di Bandung, sedangkan Zanna yang orangtuanya pedagang sering berpindah kota mengikuti orangtuanya.


Ketika orangtua Zanna meninggal, Zanna memutuskan datang ke Jakarta demi meraih cita-citanya untuk kuliah.


Lain dengan Senna yang tomboy dan hobi naik gunung. Zanna tumbuh menjadi pekerja keras.


“Lo ngarang cerita kan?” bibir Aksa bergetar mengucapkannya, tidak percaya cerita Niko.


“Gue nggak ngarang, Sa. Zanna memang bukan sasaran dendam lo. Dan satu lagi, dia nggak terima uang dari nyokap lo. Uangnya ada sama gue, dia minta gue balikin uang ini ke nyokap lo. Itu bukti dia nggak tergiur dengan uang.”


“Lo tau dari mana semua ini?”


Niko mengeluarkan selembar foto. Foto bayi kembar berusia beberapa bulan.


“Ini foto gue dapet dari panti asuhan di Sukabumi. Gue dapet info tentang Senna dari Gita, sahabat Senna. Senna udah tau dia sendiri anak adopsi, dan Senna belakangan cari Zanna saudara kembarnya. Sedangkan Zanna sendiri nggak tau punya saudara kembar karena Senna lebih dulu diadopsi.” Niko berhenti sebentar.


“Ada lagi yang perlu lo tau. Mengenai Aris, gue yang udah nyebarin foto itu, karena gue mau nyadarin lo udah berlaku nggak adil sama Zanna. Gue pergokin mereka malam-malam ketemu. Dan gue udah interogasi Aris. Aris itu adalah sepupu Senna. Dia deket sama Zanna cuma karena rindu sama sepupunya. Dia coba lindungin Zanna, dan cuma anggap Zanna adik, nggak lebih.”


Aksa mencerna semua penjelasan Niko dan membanting foto itu. “Tapi itu nggak ngejelasin kenapa abang gue ditinggal? Ke mana Senna?”


Niko terdiam, ragu.


“Kenapa lo diem? Mana Rapunzel yang asli?!”


“Senna udah meninggal. Bertepatan dengan Abang lo operasi.”

__ADS_1


BLARRRR!!


Aksa serasa disambar petir.


***


Menurut cerita Gita, ketika Adnan akan balapan, bertepatan dengan jadwal Senna bersama para pencinta alam naik gunung Semeru.


Adnan dan Senna sempat cekcok sebelumnya. Hingga Adnan tidak fokus balapan dan kecelakaan. Senna sendiri mendapat kabar kecelakaan Adnan sebelum mencapai puncak, bergegas turun gunung untuk pulang, tapi naas Senna kecelakaan dan terpeleset ke jurang.


Gita dan kawan-kawan sempat membawa ke rumah sakit, tapi mereka kehilangan kabar ketika Senna masuk ICU. Orangtua Senna sendiri berada di luar negeri dan menyusul mendengar kabar anaknya kecelakaan.


Karena itu Gita salah mengenali Zanna dan memberi informasi pada Niko. Niko langsung menelusuri asal-usul Zanna dan Senna.


“Gue sulit percaya cerita lo, Nik.” Aksa nyaris tidak bertenaga mendengar lanjutannya.


“Kalo lo nggak percaya, lo bisa tanya Zanna langsung.”


“Dia udah tau semua ini?”


Niko mengangguk.


“Kenapa dia nggak bilang sama gue?”


“Kalo dia jelasin ini, emang lo bakal percaya?” tembak Niko skak mat. “Lo terlalu dendam sama dia. Sampe lo nggak peduli perasaan dia. Lo malah ninggalin dia disaat dia lagi sakit. Di hutan pula.”


Terdengar gemuruh petir pertanda mau hujan.


“Cepet lo cari Zanna. Kalau sampe hujan, hutan ini bisa lebih dingin. Dia nggak akan bertahan apalagi dia masih pemulihan.” Niko memberi jas hujan dan senter.


Aksa ragu, namun cemasnya pada Zanna makin kuat.


“Dan satu lagi,” Niko mengeluarkan amplop. “Ini bisa lo baca begitu lo ketemu sama Zanna. Gue rasa kalian berdua berhak tau ini. Ini akan menjelaskan semua penasaran lo.”


Tanpa berpikir lagi, Aksa menyambar barang-barang itu dan segera berlari masuk hutan.

__ADS_1


***


__ADS_2