Pacar Settingan

Pacar Settingan
Bab 12


__ADS_3

Setelah setengah jam, berhasil juga Zanna masuk mobil Niko dibantu dua asisten Aksa.


“Gue emang rencanain dia buat baikan sama lo.” Niko memulai pembicaraan sambil menyetir. “Tapi yang gue rencanain bukan ngelamar. Dan nggak secepat ini.”


“Lalu dia apa-apaan tadi? Bikin aku malu.” Zanna terlalu capek untuk marah. Nafasnya pun jadi sesak. Tapi tidak mungkin ia buka kancing kemeja di depan Niko.


“Gue juga belum bisa hubungin dia. Lo tau dia ke mana?”


“Mana aku tau. Abis ujian aku langsung ngehindar dari dia.”


“Jadi lo nggak liat dia?”


Zanna menggeleng dan melepas ikat rambutnya.


Niko memperhatikannya menggerai rambut. “Na, gue boleh kasih saran?”


“Apaan?”


“Mending lo ganti model rambut deh.”


“Buat apaan?”


“Ya lebih bagus aja. Menurut gue model rambut lo terlalu kaku.”


“Emang apa urusannya aku ganti model rambut?”


“Gini Na, sekarang lo jadi sorotan publik. Lo juga denger kan komentar fans-fans Aksa tentang lo? Cewek yang kaku, biasa aja, dan terlalu polos. Walau lo bilang nggak peduli, tapi gue yakin lo keganggu sama komentar mereka. Jadi gue saranin, lebih baik lo ganti penampilan. Minimal lo nggak terlalu diremehin orang-orang.”


Zanna tercenung, ada benarnya yang Niko bilang. “Tapi aku nggak punya uang lebih buat itu.”


“Lo tenang aja. Untuk biaya biar gue yang tanggung. Lo cukup ikutin, gue jamin lo aman.”


“Tapi Aksa…?”

__ADS_1


“Ada bagusnya dia ngejauh. Jadi lo punya waktu make over semua. Oke. Kita ke salon sekarang.”


“Eh Nik, tapi sebelum itu, tolong anter aku ke suatu tempat. Aku harus ngurus kerjaanku sebentar aja.”


“Di mana?”


“Di jalan Rasuna Said.”


“Oke gue anter ke sana.”


Zanna memalingkan pandangan ke luar kaca mobil. Kenapa dia merasa sulit menolak kemauan Aksa?


Meski cowok itu jelas-jelas bersikap kurang sopan, tapi entah kenapa dia jadi terbawa perasaan.


***


Tidak ada yang lebih membuat Aksa kaget selain kemunculan Zanna di lokasi syutingnya sore itu.


Wajahnya tidak bisa disembunyikan sehingga scene syuting gagal lagi.


Peringatan dari sutradara cukup keras mengingat hanya Aksa yang kurang serius.


“Sorry Mas, bisa minta waktu lima menit?”


Sutradara terlihat kesal, tapi mengiyakan. “Oke. Break lima menit!”


Aksa langsung menghampiri Zanna. “Kamu?”


Zanna langsung heran, Aksa bisa “aku-kamu” meski mereka cuma berdua.


“Ini… apa?”


“Aneh?” tanya Zanna datar. Ia tahu Aksa pasti terkejut lihat penampilan barunya. Niko membantunya untuk merubah penampilan. Dari mulai gaya rambut dan baju. Rambut panjangnya dipotong layer sebahu. Wajahnya juga diberi sedikit make up. Dress selutut dengan lengan panjang cukup membuat Aksa jadi terpesona.

__ADS_1


Aksa sampai tidak bisa berkata-kata.


“Aku ke sini cuma mau anter ini buat kamu.” Zanna memberikan kotak makanan. “Semoga kamu suka. Soalnya aku yang masak.”


Meski bingung, Aksa menerima dan membuka kotaknya. Tak lama para fans menyerbu mereka dan heboh melihat isinya.


Nasi goreng dengan ukiran telur dadar di atasnya membentuk hati.


Aksa menatapnya heran.


Tanpa peduli semua orang memotretnya terutama mengambil gambar makanan buatannya, Zanna tersenyum sekilas. “Aku pergi dulu ya.”


Aksa mau mencegah, ketika sutradara berteriak syuting akan mulai.


Zanna bertemu Niko di depan rumah lokasi syuting, dan mengacungkan jempol.


“Sukses pastinya Aksa terpesona sama lo.”


“Tapi gimana kalo dia makin nggak fokus syuting?” tanya Zanna.


“Kita liat aja nanti. Sekarang mending gue anter lo pulang. Jangan keluar rumah kecuali urusan pekerjaan lo. Nanti gue bakal kabarin perkembangannya.”


Zanna jadi heran. “Kenapa kamu jadi ngatur semua kegiatan aku?”


Niko memegang bahu Zanna. “Gue berusaha supaya Aksa bersikap lebih baik sama lo. Karena gue nggak tega liatnya. Dengan lo bersikap perhatian sama dia, gue yakin dia jadi mikirin lo terus. Dan bisa bersikap baik sama lo.”


Zanna bergidik ngeri. “Maksud kamu, Aksa jatuh cinta gitu?”


“Mungkin.”


Membayangkan harus benar-benar pacaran dengan Aksa saja Zanna tidak berani. Settingan saja sudah jadi bulan-bulanan netizen. Apalagi jadi pacar beneran, bisa nggak tenang hidupnya.


Tapi kenapa dia jadi mikirin Aksa juga?

__ADS_1


***


__ADS_2