
Kabar tentang pacar Aksa yang bekerja sebagai asisten dosen, menuai banyak komentar. Ada yang mengkritik pedas, banyak juga yang memuji tindakan Aksa sudah bersikap gentle mengekspos pacarnya.
Zanna jadi seleb dadakan yang langsung banjir follower. Dia dikejar-kejar wartawan gosip. Bahkan fans Aksa yang merupakan mahasiswanya Pak Randy, tidak kalah menyeramkan. Banyak yang menghujatnya karena berpacaran dengan Aksa. Ia sampai tidak berani membuka akun sosmednya karena banyak yang memakinya.
“Gue nggak ikhlas deh tu nenek lampir jadi pacar Aksa!”
“Iye. Apa bagusnya sih?”
“Tau! Udah galak, nyebelin, kok bisa sih Aksa suka sama dia?”
“Pasti pake susuk dia tuh!”
“Bukan! Pasti pake pelet.”
“Iya pasti tuh, imposible banget Aksa mau sama cewek tua kayak dia!”
Bener-bener deh komentar-komentar itu bikin telinga Zanna terbakar. Sehingga ia tidak berani berkeliaran di kampus dan memilih mengerjakan pekerjaannya di ruang Pak Randy. Tempat yang dirasa paling aman karena jarang mahasiswa berani masuk.
Sebenarnya Zanna bukan galak, tapi mengingat Pak Randy amat tegas dan tidak pandang bulu pada mahasiswa, dia dituntut tegas pada semua mahasiswa. Terutama ketika ujian, Zanna harus super mengawasi. Nggak nanggung, kalau ketahuan ada yang mencontek, dianggap tidak lulus. Mungkin itu yang membuat banyak mahasiswa tidak menyukainya. Tapi banyaknya cewek aja, yang cowok rata-rata bodo amat mau dikeluarin dari kelas atau apapun.
Sampai muncul berbagai julukan hingga sebutan Nenek Lampir terkenal akan dirinya.
Selalu tepat waktu. Tidak boleh ada yang terlambat dalam mata kuliah Pak Randy. Zanna tidak segan-segan mengusir mahasiswa yang terlambat datang.
Untuk tugas, Zanna tidak pernah memberi kelonggaran dan harus mengumpulkan tugas tepat waktu. Jika ada yang lewat deadline, diberi nilai nol. Itu juga tuntutan karena Pak Randy sangat disiplin.
Terakhir dia membuat tujuh mahasiswa di kelas tahun kedua tidak lulus mata kuliah Pak Randy. Karena ketelitian Zanna, ditemukan kecurangan pada tugas makalah yang ternyata plagiat. Pak Randy amat tegas dan tidak menerima penjiplakan dalam bentuk apapun, dan menyatakan mereka tidak lulus, diwajibkan mengulang pada semester berikutnya.
Karena kecerdasan Zanna yang teliti, dia jadi asisten kesayangan Pak Randy, dan memiliki banyak haters.
Satu lagi, Zanna juga komitmen dengan pekerjaan, dan tidak mempan jika ada yang menyogok agar mendongkrak nilai.
Semua faktor di atas cukup membuatnya layak dibenci para mahasiswa teledor yang jumlahnya cukup banyak.
Makanya begitu asdos killer dinyatakan sebagai pacar sang bintang, langsung banyak hujatan terlontar.
Bahkan Zanna tidak berani ke perpustakaan, tempat nongkrongnya sebelum mulai mengajar. Karena telinganya panas dengar ocehan Pak Danu rekannya penjaga perpus. Pak Danu bawelnya udah ngalahin wartawan yang ngejar-ngejar dia. Karena Pak Danu juga penggemar Aksa yang lebaynya minta ampun, nggak nyadar umur udah kepala lima.
Gara-gara kecolongan, hidupnya jadi tegang begini. Dia pun heran kenapa Aksa memaksanya jadi pacar settingan.
Mereka tidak saling kenal.
Memilihnya menjadi pacar jelas membuat banyak pertanyaan. Mengingat cewek-cewek yang berseliweran di sekitar Aksa cantik-cantik dan oke punya.
Tapi tetap saja cara yang Aksa gunakan tidak berperikemanusiaan, dengan memfitnah dan mengancam.
“Zanna, sudah selesai?”
__ADS_1
Suara Pak Randy mengagetkannya. “Ngg… sudah Pak.”
Pak Randy memandangnya heran. “Zanna kenapa?”
Zanna menggeleng cepat dan membereskan berkas. “Tidak apa-apa, Pak. Oh ya ini daftar nilai angkatan 2, dan makalah mahasiswa. Semua sudah terkumpul dan sesuai deadline, Pak.”
Pak Randy mengangguk-angguk. “Sudah diperiksa semua?”
“Sudah Pak. Semua bersih. Tidak ada plagiat.”
Karena sebelumnya beberapa mahasiswa dinyatakan tidak lulus gara-gara makalah jiplakan, semua jadi waspada pada asdos yang cerdas ini.
HP-nya berbunyi. Ia membaca pesan whatsapp, dan mengerucutkan bibir kesal.
“Dari Perkasa?” tanya Pak Randy usil, jelas Pak Randy tahu karena seisi kampus sampai para dosen ikut membicarakannya.
Zanna gelagapan. “Eh ngg… Bapak apa sih. Ngg karena sudah tidak ada kelas, saya permisi dulu ya, Pak. ”
“Seminggu ke depan saya mau ke luar kota. Materi kuis sudah saya email tinggal Zanna kondisikan seperti biasa.”
Zanna mengangguk patuh. “Baik, Pak.”
***
“Gue lagi di kampus. Semua udah kumpul? Oke gue lagi jemput dia. Pastiin nggak ada gangguan hari ini. Secepatnya gue ke sana.”
Aksa memutuskan telepon. Niko mengabarkan fans club Aksa mendadak ingin diadakan jumpa Aksa untuk klarifikasi mengenai kabar Aksa dan Zanna.
Ia mengetuk-etuk stir, tidak sabar, terus melihat jam tangannya. “Lama banget ni cewek.”
HP-nya berbunyi. Mama.
“Halo, Ma?”
“Aksa, kakakmu ngamuk lagi.” Suara Mama terdengar sedih.
Aksa memejamkan mata perih, seakan ikut merasakan yang Mama rasakan. “Sekarang gimana, Ma?”
“Sudah ditangani dokter, tapi Mama nggak tau sampai kapan harus begini.” Mama mulai menangis.
“Mama yang tenang ya. Aku usahakan semampunya, aku yakin Bang Adnan bakal sembuh.”
“Dia terus manggil-manggil Rapunzel. Sebenarnya siapa dia, Nak? Mama nggak ngerti apa yang kakakmu mau.”
“Ma, aku akan pulang setelah pekerjaan selesai. Mama harus tenang. Serahin semua sama aku. Oke, Ma?”
Setelah Mamanya lebih tenang, Aksa menghempaskan HP di dasbor dan menyandarkan tubuh di jok mobil.
__ADS_1
Rapunzel?
Konyol emang.
Itu kan tokoh film Barbie yang mempunyai rambut super panjang.
Sejak Adnan sadar dari komanya, hanya nama Rapunzel yang disebutnya. Dan itu sering terjadi, hingga Mama putus asa.
Setahun belakangan Aksa mencari tahu siapa Rapunzel yang dimaksud Adnan.
Foto yang ditemukannya terselip di buku catatan Adnan semasa SMA. Membangkitkan amarah dan dendam.
Foto seorang gadis berambut panjang, mengenakan baju SMA. Tertulis Rapunzel di belakang foto. Rapunzel ternyata pacar Adnan semasa SMA. Sepertinya Rapunzel hanya julukan kakaknya karena gadis itu berambut panjang. Adnan tidak menulis nama asli pacarnya.
Aksa tidak tahu banyak tentang kakaknya. Karena sejak Papa meninggal, dirinya pindah ke Surabaya mengikuti Om Sendi yang bertugas. Bertujuan untuk mengurangi beban Mama yang berjuang berjualan pakaian sejak Papa meninggal.
Aksa kembali ke Jakarta karena mendengar kabar Adnan kecelakaan dan koma. Ketika tiba di rumah sakit, kakaknya baru selesai dioperasi dan mengalami patah tulang. Begitu sadar, Adnan seperti kehilangan akal terus mengamuk memanggil nama Rapunzel. Bahkan kedua kakinya lumpuh.
Mama pun tidak menemukan petunjuk tentang Rapunzel, karena sejak SMA Adnan bersekolah di Bandung. Hanya sejak kecelakaan dia tinggal bersama Mama. Jadi Mama tidak mengenal siapa Rapunzel kekasih Adnan yang dicari.
Tok tok..
Ketukan kaca jendela mengagetkannya. Lamunannya buyar seketika.
Zanna!
Lock door berbunyi, dan Zanna langsung membuka pintu.
“Ada apa?” tanyanya.
Aksa memandangnya sekilas. “Masuk.”
Zanna heran dan masuk mobil.
“Kenapa lama banget? Gue nunggu setengah jam!” omel Aksa.
“Kenapa juga kamu parkir di belakang? Aku harus muter gedung. Belum lagi fans-fans kamu ngejar aku terus.” Zanna membela diri. Tubuhnya keringatan, rambutnya kusut.
“Alesan aja lo.”
Zanna menoleh kesal. “Mau kamu apa sih?”
“Pasang seat-belt.”
“Kita mau ke mana?”
Aksa tidak menjawab, langsung tancap gas meninggalkan wilayah kampus.
__ADS_1
Zanna mendengus dan mengenakan seat-belt.
***