
Diandra Larasati yang biasa disebut sebagai Laras ini merupakan seorang putri Abdi negara TNI Angkatan Laut. Ayahnya yang bernama Erwin Irawan hanyalah seorang anggota berpangkat tamtama (Kopral Kepala) di kota S sedangkan, ibunya yang bernama Aisyah hanyalah seorang ibu rumah tangga.
Saat ini Laras sedang duduk di bangku perkuliahan semester 4 jurusan teknik sipil di salah satu Universitas negeri yang ada di kotanya. Kakaknya bernama Fajri yang sekarang alhamdulillah baru saja masuk Bintara TNI AL dan sedang menjalin pendidikan di kota M untuk mengikuti jejak sang ayah.
Mereka tinggal di Rumah Dinas sudah hampir 6 tahun, dirinya tak sedikit memiliki seorang teman di Rumdis ini banyak teman teman Laras yang sepantara dengannya bahkan laki laki pun juga ada.
Tak jarang juga, Laras dijodoh jodohkan dengan ibu ibu komplek bersama teman laki lakinya bahkan, ibu ibu itu juga sering menjodohkannya dengan para anggota yang masih bujangan dan muda namun, Laras menganggap semua itu hanya lelucon semata. Dia tak ingin terlalu PD ataupun baper duluan takutnya nanti sakit hati. iye nggak seh. Author berpengalamin ni, ahaha.
♧♧♧
M. Zaki Yusuf Abidin yang biasa disebuat Zaki ini merupakan seorang perwira TNI AL berpangkat kapten di Mabes. Minggu lalu dia mendapatkan kabar dari atasannya bahwa harus dipindah tugaskan di kota S untuk menjalankan tugas negara di sana.
Itu tak membuat Zaki sedih karena dari awal dia memang sudah tahu bagaimana konsekuensinya menjadi seorang tentara, jauh dari keluarga itu sudah biasa. Toh, saat ini Zaki sedang tak mempunyai seorang kekasih jadi, tidak akan ada yang melarang larangnya untuk pergi.
Zaki merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara, ayahnya yang berprofesi sebagai TNI AL berpangkat Bintara (Sertu) bernama Andi Bramantyo dan ibunya yang hanya seorang ibu rumah tangga bernama Sri Ningsih merasa bangga dengan putranya yang satu ini karena diantara saudara saudaranya, Zakilah yang berhasil menjadi seorang perwira sedangkan ke dua saudaranya hanyalah berpangkat Bintara. Meskipun demikian Andi dan Sri tetap bangga dengan anak anaknya karena berhasil meneruskan profesi sang ayah.
Tepat hari ini, Zaki baru memulai dinasnya di Lanal S. Setelah melaksanakan apel pagi di lapangan bersama seluruh anggota, perwira beserta komandan, Zaki memperkenalkan dirinya. Ternyata para aggota sangat antusias menyambut kedatangan Zaki sehingga, membuat dia semakin bersemangat. Rupanya, di Lanal S juga ada Bayu teman satu lettingnya saat pendidikan mereka tak menyangka bisa bertemu kembali di sini.
"Za, lu tidur dimana?" Tanya Bayu dengan logat Jakartanya karena memang mereka asli orang Jakarta.
"Di Rumah Dinas. Lu?" Zaki memasukkan sendoknya yang berisi nasi ke dalam mulut.
Saat ini mereka sedang berada di kantin karena sudah waktunya jam istirahat makan siang.
"Sama. Berarti kita tetanggaan dong? kok gua nggak liat dateng, sih?"
"Ya lunya mungkin sibuk sampe sampe nggak liat gua dateng. Rumah lu di blok mana?" Zaki mulai penasaran.
"Iyakali ya. Di blok F, lu?"
"Sama" jawab Zaki.
"Nomor berapa?"
"18"
"Lumayan deket lah sama rumah jabatan gua"
"Emang rumah lu nomor berapa?"
"15" Zaki mengangguk anggukan kepalanya.
"Berarti bisa lah kita nongki nongki bareng kalo malem. Lu tahu nggak? Di depan rumah kita itu rumahnya para anggota. Di sana tuh banyak anak anak anggota yang gadis gadis. Ya, lumayan lah buat cuci cuci mata" kata Bayu penuh semangat.
__ADS_1
"Gila emang lu. Nggak berubah berubah. Tuh, mata masih aja jelalatan" Bayu nyengir
mendengar apa yang temannya katakan.
♤♤♤
(3 bulan setelah kepindahan Zaki di kota S)
Di hari minggu pagi Laras memutuskan untuk joging, sudah lama sekali rasanya dia tidak berolahraga karena disibukkan dengan kepadatan tugas kuliah. Saat melewati pos penjagaan komplek, dia bertemu dengan bapak bapak tentara, salah satunya Zaki yang kebetulan juga ingin joging. Laras tersenyum kecil ke arah mereka berniat menyapa dan mereka semua membalas senyum kecilnya.
"Mau joging ya, Ras?" Tanya Bimo tetangga Laras, bapaknya Rudi (teman satu komplek Laras).
"Iya om" senyum manis Laras terukir ketika menjawab sapaan Bimo.
"kenapa nggak ajak Rudi? Daripada dia tidur di rumah"
"Nggak papa om Laras sendiri aja"
"Hm..iya. Yaudah"
"Mari ya om, pak" pamitnya. Laras pun berlalu dan mulai berlari kecil menuju luar komplek.
"Itu kalau nggak salah anaknya pak Erwin ya?" Tanya Zaki pada Bimo.
"Siap, dia teman anak saya juga, ijin" jawab Bimo.
Di separuh jalan Laras dikejutkan dengan Zaki yang tiba tiba saja sudah ada di sebelahnya.
"Boleh bareng kan, dek?" Tanya Zaki.
Seketika jantung Laras berdebar debar.
Ah, hanya bareng saja tak apa lah, batin Laras.
"Saya larinya pelan pak. Bapak kalau mau duluan silahkan saja"
"Namanya juga joging bukan lomba lari ya pasti pelan"
Ah, benar juga, gumam Laras.
"Iya" lalu Laras memasukkan earphone ke telinganya agar dia bisa sedikit rilex.
Sekitar 25 menitan mereka berlari Laras dan Zaki merasa lelah. Mereka memutuskan untuk beristirahat dan duduk di trotoar pinggir jalan. Laras mencoba mengatur nafasnya yang ngosngosan sedangkan Zaki yang melihat itu hanya tersenyum.
__ADS_1
"Kenapa bapak ngelihatin saya begitu?" Tanya Laras yang mulai merasa risih.
Zaki menggeleng.
"Kamu kuliah atau kerja?" Sambungnya untuk mencairkan suasana.
"Kuliah"
"Dimana?"
"Di Universitas A" Zaki mengangguk anggukan kepalanya.
"Semester berapa?
"Empat"
"Memang ngambil jurusan apa?"
"Teknik sipil" lagi lagi Zaki mengangguk anggukan kepalanya.
Anak ini sedikit cuek rupanya, batin Zaki.
"Adek punya pacar?" Pertanyaan Zaki berhasil membuat Laras tersentak kaget.
Kenapa pak Zaki terlihat sangat begitu kepo, batin Laras.
"Ehmm...belum mau pacaran"
"Kenapa?"
"Membuang buang waktu saja, lagi pula Laras nggak dibolehin gitu gitu sama papa dan mama"
"Memang betah gitu?" Tanyanya ragu.
"Udah biasa sendiri pak. Jadi, jangan ditanya lagi"
.
.
BERSAMBUNG
.
__ADS_1
.
JANGAN LUPA LIKE, VOTE, FAVORITE DAN KOMEN YA, SEMOGA MENGHIBUR. SEE YOU NEXT CHAPTER.