Pak Tentara

Pak Tentara
Bareng brother


__ADS_3

Hai readers! Sebelum baca tolong tinggalin jejak kalian dulu ya dengan cara like, komen, vote dan favorite. Bila perlu kalian ajak teman teman yang lain buat baca karya Author supaya Author juga semangat nulisnya.


•••


Setelah disibukkan dengan persiapan pernikahan, hari ini Laras akan disibukkan dengan persiapan peresmian caffe. Soal kuliahnya, dia sudah mengambil cuti sampai 1 minggu setelah pernikahan. Jadi, sekarang dia sudah agak sedikit lega karena tak terlalu memikirkan tugas tugas.


Kebetulan Fajri tadi malam baru saja sampai di rumah setelah dilantik menjadi seorang bintara bersama papa dan mama yang menemaninya. Fajri berniat hari ini ingin mengantarkan sang adik menuju caffe karena sudah sangat lama rasanya dia tak jalan berdua dengan Laras ada rasa rindu di dalam hatinya yang tak diketahui oleh siapa pun.


Dengan senang hati Laras menerima niatan baik kakaknya kebetulan sekali saat ini, Laras sedang malas nyetir karena cuacanya panas bangettt.


"Ras, kamu belum makan, kan?" Kata Fajri yang berada di depan laras sedang mengemudi kendaraan.


Tumben ni orang? Batin Laras yang merasa heran.


Pasalnya, Fajri jika sedang berdua dengan Laras bisa dibilang sulit akur karena apa? Ya, karena Fajri suka nyari gara gara sama Laras. Terkadang ni ya, kalau di rumah, sebelum Fajri pendidikan . waktu itu Laras sedang nonton tv dan tiba tiba Fajri lewat di depan Laras lewat itu nggak sekedar lewat, dia sengaja nendang nendang kaki sang adik hingga, Laras merasa kesal dan setelah itu menangis karena tak bisa memabalas. Sudah membuat Laras menangis dia masih belum puas hal yang Fajri lakukan setelah itu adalah menarik kaki Laras yang tadi di tendangnya sambil mengejek "Cengeng cengeng cengeng cengeng" begitulah ulah usilnya. Masih seperti kekanakan, kan?


"Kenapa emang?"


"Mau dibeliin makan, nggak?"


"Elleh, paling ada maunya"

__ADS_1


"Nggak. Aku lagi cair nih kan habis pendidikan gaji selama 5 bulan baru dicairin sekarang" mata Laras langsung berbinar setelah mendengar itu. Bayangin aja satu bulan gaji Fajri dikali 5 dapat berapa coba?


"Maulah kalau dibeliin. Minta mentahannya aja juga boleh, hehehe"


"Tuh kan, cepet kalau masalah duit" mereka berdua tertawa lepas di atas motor seperti seorang pasangan kekasih. Jika orang yang tak tahu pasti akan mengiri begitu padahal, faktanya mereka adalah adik kakak.


Tibalah mereka disebuah caffe Laras langsung memesan makanan yang diinginkannya begitupun juga dengan Fajri.


"Ras, kenalin dong aku sama calon suami, mu?"


"Nanti malam dia juga ke rumah bawa desainer buat ukur baju"


Kenapa jadi dia yang kebelet, batin Laras.


"Idih, jijik ah lihat muka mu gitu!" Fajri mendenggus kesal.


Laras tertawa dan ketika ingin menyerahkan ponselnya yang berisi gambar Zaki tiba tiba seseorang menarik tangan Laras dengan paksa.


Laras kaget? Jelas.


Fajri yang melihat adiknya ditarik seperti itu merasa sangat marah dan ingin memukul pria yang ada di hadapnnya saat ini.

__ADS_1


.


.


BERSAMBUNG


.


.


Wah, si Laras ditarik siapa tuh?


Ada yang bisa nebak nggak?


Lalu apalagi yang akan terjadi setelah ini?


Penasaran?


Tunggu di chapter selanjutnya okey. Maaf upnya sedikit biar kalian penasaran, hehehe. Tunggu kelanjutannya ya. See you.


JANGAN LUPA LIKE, VOTE, FAVORITE DAN KOMEN YA, SEMOGA MENGHIBUR. SEE YOU NEXT CHAPTER.

__ADS_1


__ADS_2