
Hai readers! Sebelum baca tolong tinggalin jejak kalian dulu ya dengan cara like, komen, vote dan favorite. Bila perlu kalian ajak teman teman yang lain buat baca karya Author supaya Author juga semangat nulisnya.
Di kampus!
Laras dan teman temannya baru saja mendapatkan kabar dari dosen bahwa besok mereka akan pergi study tour ke Yogyakarta. Alangkah senangnya mereka mendapatkan kabar tersebut. Namun, tidak dengan Laras. Dia masih sangat memikirkan permasalahan yang tengah dihadapinya saat ini.
"Ras, kamu kenapa? Kita besok mau keluar kota, loh. Kok muka kamu sedih sih seharusnya senang, Ras" Laras tersenyum kecut mendengar apa yang Fifi katakan.
"Iya, seharusnya" jawab Laras.
"Kamu lagi ada masalah ya, Ras?" Laras diam menatap kedepan namun, pandangannya kosong.
"Udah, Ras. Jangan terlalu difikirin. Siapa tahu dengan kamu pergi ke Yogya bisa buat kamu lebih sedikit lega. Kan nggak denger cibiran cibiran ibu ibu rempong" sahut Rudi. Hanya Rudi dan keluarganyalah yang percaya pada Laras selebihnya, orang orang komplek pada kemakan sama gosip yang beredar itu.
"Ta-tap"
"Masalah ngomong sama tante Erwin nanti aku yang urus. Kamu tenang aja" Laras tersenyum rupanya masih ada orang orang baik di sekelilingnya.
...
Zaki langsung masuk ke ruang komandan. Setibanya di sana suasana menjadi mencekam. Mata komandan terus menatap Zaki tajam. Zaki berdiri tegak menghadap ke arahnya. Tak sedikitpun dia bergerak. Hingga, komandan menendang meja yang ada dihadapannya.
Kaget! Itulah perasaan Zaki sekarang.
"Saya sudah mendengar semua gosip tentang kamu dan salah satu anak anggota itu! Apa kamu sudah gila? Untuk apa kamu ajak dia jalan hingga pulang larut malam?! Saya tidak perduli dengan kehidupan pribadimu tapi, yang jelas kamu sudah membuat kacau satu Lanal. Bukannya membawa ketenangan dengan datangnya kamu ke sini tapi, apa? Kamu malah membuat kegaduhan dengan memacari 2 anak anggota sekaligus!"
"Siap! Salah komandan. Tapi, saya tidak memacari siapa siapa. Semua yang terjadi real kesalah fahaman, mohon ijin komandan"
"Begitu? Lalu bagaimana kejadian yang sebenarnya? Bisa kamu ceritakan?" Kata komandan seraya mendudukkan diri di atas kursi kerjanya.
"Siap, bisa!" tanpa merubah posisi Zaki mulai menceritakan kejadian yang sebenarnya. Komandan menatap Zaki lekat dengan telinga terus menyimak apa yang Zaki katakan.
__ADS_1
"Lalu, yang mana sebenarnya pacar kamu?" Tanya komandan setelah Zaki selesai bercerita tentang kejadian malam itu.
"Siap! Saya tidak mempunyai pacar komandan"
"Kenapa saya mendengar kamu sedang menjalin hubungan dengan anaknya Sersan Martin dan saya juga mendengar bahwa kamu sedang dekat dengan anaknya Kopka Erwin?"
"Siap! Untuk masalah itu saya kurang mengerti komandan. Saya tidak tahu siapa yang menyebarkan berita bahwa saya sedang menjalin hubungan dengan anaknya Sersana Martin"
"Jadi semua itu hoax?"
"Siap! Mohon ijin. Iya komandan, semua yang dituduhkan tidak benar"
"Lalu, bagaimana dengan putrinya Kopka Erwin?"
Zaki terdiam. Dia bingung harus jujur atau tidak mengenai perasaannya.
"Kenapa diam?"
"Saya suka dengan kejujuranmu. Tapi, tetap saja kamu salah. Kamu sudah membuat salah satu anak gadis berharap lebih padamu. Dan kamu sudah membuat putri Kopka Erwin difitnah oleh hampir seluruh anggota. Jadi, sebagai hukumannya kamu akan saya pindah tugaskan ke atas kapal KRI ***. Dan saya akan kasih kamu waktu 2 minggu di sini untuk menyelesaikan semua permasalahan, faham!"
"Siap! Faham komandan!"
...
Saat ini Laras sedang duduk di hadapan sang mama ditemani dengan Rudi. Rasanya, benar benar takut dan canggung, batin Laras. Rudi mulai menjelaskan maksud kedatangannya ke rumah.
"Apakah perjalanan ini penting?" Tanya Aisyah
"Untuk masalah penting atau tidaknya aku kurang tahu, te. Tapi, dosen mengharapkan kami semua bisa ikut"
Mungkin dengan perginya Laras sementara waktu ke Yogya akan membuat suasana komplek sedikit membaik, batin Aisyah.
__ADS_1
"Berapa, hari?"
"Hanya 3 hari, te"
"Yasudah, tante izinkan. Tapi, tante minta tolong sama Rudi untuk terus awasi Laras" Rudi dan Laras saling memandang dan tersenyum.
"Iya te. Aku pasti akan jagain Laras"
"Makasih, ma"
Aisyah mengangguk. Tak lama setelah itu, Rudi pamit pulang karena memang urusannya sudah selesai. Ketika Laras ingin melangkahkan kaki masuk ke dalam kamar Aisyah memanggilnya. Laras kembali duduk di hadapan sang mama.
"Mama mau dengar penjelasan kamu terkait kejadian di malam itu"
Laras menunduduk sambil mengangguk dan dia mulai menjelaskan kejadian di mana awal mula konflik terjadi. Aisyah kaget mendengar pernyataan dari putrinya jadi, selama ini dia salang sangka. Dia benar benar menyesal tidak mendengarkan terlebih dahulu penjelasan Laras. Aisyah berdiri mendekat ke arah Laras dan dia memeluknya.
"Maafkan mama, nak. Mama salah karena tidak membela mu. Mama salah tidak mendengarkan penjelasanmu dulu, maafkan mama" tangis Aisyah pecah di pundak sang anak. Laras mengangguk di dalam pelukan mamanya.
"Mama nggak salah. Laras yang salah, sudah membuat nama keluarga kita jelek. Maafkan Laras ma"
Akhirnya, dari situ hubungan mereka kembali berangsur membaik dan Aisyah mulai menguatkan mental Laras yang akhir akhir ini sering menangis karena mendengar hinaan para tetangga.
.
.
BERSAMBUNG
.
.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, VOTE, FAVORITE DAN KOMEN YA, SEMOGA MENGHIBUR. SEE YOU NEXT CHAPTER.