Pak Tentara

Pak Tentara
Oh, Begitu


__ADS_3

Hai readers! Sebelum baca tolong tinggalin jejak kalian dulu ya dengan cara like, komen, vote dan favorite. Bila perlu kalian ajak teman teman yang lain buat baca karya Author supaya Author juga semangat nulisnya.


Ku tatapan layar TV sedangkan telinga mendengarkan dengan seksama tentang gosip selebritis yang sedang hits saat ini seraya tubuh berbaring di atas sofa dan mulut mengunyah jajanan ringan yang selalu tersedia di rumah.


Ponsel yang berada di atas meja dekat sofa terlihat beberapa kali menyala karena ada panggilan masuk dari mas Zaki (ponselnya dimode hening supaya nggak ada suara, dia sengaja kan lagi ngambek, wkwk).


Entah mengapa rasanya mulut ini sangat malas dan fikiran ini sangat jenuh membahas tentangnya. Ada apa dengan diriku? Apa aku benar benar cemburu?


"Ras, itu kapten Zaki telfon" kata mama tiba tiba mengagetkanku. Aku masih berbaring malas dan mata terus menatap TV seolah tak mendengar apa yang mama katakan.


"Ooo..bolot anak ini!" Omelnya.


"Ih, mama kok ngomong gitu?"


"Ya dikasih tahu nggak mau dengerin!" Mama menarik jajanan ringan yang ada di tanganku dan meletakannya di atas meja.


"Diangkat tuh, kasihan mas Zaki mu" dengan gaya agak sedikit mengejek.


"Ah, mama. Biarin aja lah. Laras males ngomong"


"Ooo..semprol!" Mama menyumpah.


Tak lama setelah itu, ponsel mama berbunyi dengan cepat mama mengangkatnya. Aku tak tahu dan tidak mau tahu siapa yang menelfonnya. Telingaku fokus mendengarkan pemberitaan gosip itu.


"Nih, kapten Zaki mau ngomong katanya" mendengar itu aku langsung duduk dan menatap ponsel yang mama sodorkan.


"Mama aja yang ngomong Laras lagi nonton" mama memukul lenganku hingga aku mengaduh kesakitan.


"Angkat!" Kali ini dia memicingkan matanya. Dengan cepat, ku raih ponsel mama dan aku berjalan masuk ke dalam kamar untuk mengangkat telfonnya.


📲TELFON:


"Hallo?"


"Laras?"

__ADS_1


"Hm.."


"Mas dari tadi telfon, kenapa nggak diangkat?"


"Nggak dengar"


"Kamu marah ya sama, mas?"


"Nggak"


"Soal wanita it-"


"Laras tahu"


"Iya. Cuman mas mau jelasin biar kamu nggak salah faham"


"Siapa yang salah faham?"


"Kamu"


"Sok tahu"


"Terserah!"


"Mau denger penjelasan mas, nggak?"


"Hm.."


"Oke. Dengerin ya calon istri mas yang lagi ngambek"


"Iya.."


"Wulan itu memang mantan kekasih mas. Jadi, kami putus sejak 3 tahun yang lalu. Hubungan mas dan dia hampir memasuki 1 tahun. Tapi di bulan ke 11 dia dan mas memutuskan putus secara baik baik karena sudah nggak ada kecocokan lagi antar mas dan Wulan"


"Oo.."

__ADS_1


"Jadi, mas minta. Kamu jangan ngambek lagi. Sumpah demi Allah mas tidak ada perasaan lagi sama dia"


"Iya..."


"Makasih ya, mau percaya sama mas"


"Hm..Laras minta maaf sudah nyuekin, mas tadi. Seharusnya, Laras dengar dulu penjelasan dari mas"


"Nggak papa, kok. Itu tandanya kamu cinta sama mas. Mas suka kok dicemburuin asal ada batasnya, ya"


"Apasih nggak jelas!"


"Haha...oh iya, kemungkinan untuk 2 hari kedepan mas nggak bisa kasih kabar. Karena saat itu mas sedang ada di tengah laut nggak ada jaringan. Nggak papa, ya?"


"Iya mas. Nggak papa. Laras ngerti"


"Yaudah, lanjut di WhtasApp ya, Ras. Asslamulaikum"


"Waalaikumusalam"


Tut...panggilan berakhir.


.


.


.


BERSAMBUNG


.


.


Maaf ya sedikit:).

__ADS_1


Tunggu chapter selanjutnya ya. Teken tombol Favoritenya suapaya kalian dapat notif kalau Author sudah up.


JANGAN LUPA LIKE, VOTE, FAVORITE DAN KOMEN YA, SEMOGA MENGHIBUR. SEE YOU NEXT CHAPTER.


__ADS_2