Pak Tentara

Pak Tentara
Ada pelangi setelah hujan


__ADS_3

Hai readers! Sebelum baca tolong tinggalin jejak kalian dulu ya dengan cara like, komen, vote dan favorite. Bila perlu kalian ajak teman teman yang lain buat baca karya Author supaya Author juga semangat nulisnya.


Pov Laras


Sudah 12 hari aku berada di Yogyakarta bersama teman teman satu jurusan karena kami sedang study tour mengunjungi berbagai perusahaan serta kampus kampus favorite di sini. Tak sedikit aku mendapatkan teman teman baru. Ternyata orang orang di kota ini sangat ramah ramah dan baik. Aku jadi semakin betah. Heem benar, kami sudah kelewatan batas berada di sini. Seharusnya, hanya 3 hari namun, karena ada sebuah insiden jadi, kepulangan kami ditunda.


Semenjak berada di sini aku sudah sedikit melupakan kejadian yang beberapa waktu ini membuat batinku lelah. Namun, aku bersyukur berkat cobaan yang menimpaku Allah mendatangkan orang orang baru yang baik dan selalu menghibur. Rasanya, aku tak ingin pulang aku ingin terus berada di sini. Di kota ini aku menemukan ketenangan yang tak ku temukan selama beberapa waktu lalu di kota tempat ku tinggal.


Tapi, sayang kami harus pulang sekarang karena sudah melampaui jadwal waktu pulang seharusnya. Saat ini, aku bersama rombongan sudah berada di bandara, penerbangan kami akan berangkat pukul 18.50 dan sekarang masih pukul 18.28. Kami semua memutuskan untuk sholat maghrib berjamaah terlebih dahulu sambil menunggu jadwal penerbangan.


Singkat cerita..


Aku bersama Rudi tiba di komplek pukul 21.15 terlihat banyak sekali orang berada di dalam rumahku. Ya, semua tetanggaku ada di sana. Ada rasa trauma tersendiri di dalam lubuk hati ini, takut, cemas, gelisah, itulah yang kurasakan sekarang.


Ada apa ini? Batinku.


Kakiku gemetar ingin masuk ke dalam rumah namun, Rudi memegang pundak ku dan dia mengangguk seolah memberi tanda bahwa semua akan baik baik saja.


Dengan perlahan aku masuk ke dalam rumah seraya mengucap salam. Semua mata langsung tertuju padaku. Tapi, satu hal yang membuatku kaget. Disitu ada pak Zaki bersama seorang pria dan wanita yang tak ku kenal, mungkin usianya terbilang 11 12 dengan mama dan papa.


"Ada apa ini?" Tanyaku.


"Nak, sini duduk dulu" pinta mama seraya menepuk nepuk tempat kosong yang ada di sebelahnya.


"Kenapa ma?"


"Apa semua baik baik saja?"


"Apa mama baik baik saja?"


"Kenapa semua orang ada di sini?"


"Ada apa ini?" Berbagai pertanyaan ku lontarkan aku benar benar takut.


Rudi yang berada di luar juga turut bingung dengan apa yang terjadi.

__ADS_1


"Rud, sini masuk. Ada ibu dan bapakmu juga di dalam" kata mama pada Rudi.


Rudi pun masuk dan ikut duduk di samping ku.


"Ma jawab Laras" pintaku memohon.


"Sebaiknya Laras ganti baju dulu dan dandan yang cantik" aku mengernyit.


"Untuk apa? Kenapa Laras harus dandan?"


"udah kali, Ras. Nurut aja" sahut Rudi.


"Tapi, Rud"


"Ada hal yang sangat penting, Ras" sambung mama.


Mendengar itu akupun beranjak berdiri dari tempat duduk dan mengikuti apa yang mama perintahkan. Setelah selesai, aku segera kembali dan duduk di samping mama lagi.


Tampak senyum mengembang di wajah pak Zaki. Aku tidak faham dengan semua ini. Kenapa semua orang ada di sini? Dan untuk apa? Apa mereka mau mengeroyok ku? Atau menikahkan ku dengan paksa, atas kejadian di waktu itu? Tapi, jika iya, dimana penghulunya? Ah, ku rasa otakku mulai tak waras.


"Kamu lihat di sana ada siapa?" Tanya mama seraya menunjuk ke arah pak Zaki.


Aku mengangguk.


"Ada pak Zaki?" Mama tersenyum.


"Kapten Zaki datang ke rumah kita bermaksud untuk melamar kamu, nak. Dia ingin menjadikan kamu istrinya"


Kalian bisa bayangkan bagaimana kagetnya aku sekarang. Benar benar kaget!


"Apa? Melamar? Laras tidak salah dengar ini? Setelah kejadian beberapa waktu lalu dan sekarang bapak tiba tiba datang ingin melamar Laras? Apa bapak tidak cukup membuat Laras menderita?"


"Ras, tenanglah dulu" sahut mama.


"Bukan begitu, ma. Laras hanya bingung dengan apa yang ada di dalam pemikirannya. Apa dia tak berfikit ada perempuan yang tersakiti"

__ADS_1


"Maksud kamu?" Tanya pak Zaki.


"Kak Resya. Bukannya bapak sedang menjalin hubungan dengannya dan ingin segera menikahinya? Dan sekarang apa, pak Zaki tiba tiba datang dan melamar Laras seperti ini. Apa bapak tidak memikirkan bagaimana perasaan kak Resya sekarang?"


Semua orang terdiam mendengar apa yang ku katakan. Aku benar, bukan?


Tapi, tunggu dimana kak Resya dan keluarganya? Semua orang ada di sini hanya mereka saja yang tak ada.


"Ras, kamu salah faham" kata mama mengelus punggungku.


"Salah faham bagaimana? Jelas jelas kenyataannya begitu, semua orang menghina Laras, ma. Mengatai Laras wanita munafik yang tak punya harga diri, dimana letak kesalah fahamannya?!" Aku sudah tak bisa lagi menahan emosi yang semakin panas di dalam tubuh ini.


"Tenang dulu, nak. Sabar, apa mama dan papa mengajarimu berkata kasar seperti itu dengan orang?" Aku menggeleng dan langsung menunduk malu.


"Biar mama jelaskan. Jadi, beberapa hari lalu kapten Zaki datang ke rumah dan menemui mama dia mengatakan niatannya itu pada mama. Awalnya mama menolak ya, sama karena sepemikiran dengan kamu. Namun, kemarin sehabis sholat isya kapten Zaki bersama orang orang yang menghina Laras datang ke rumah menjelaskan semua kesalah fahaman ini. Dan ternyata kapten Zaki dan Resya tidak sedang menjalin hubungan, cerita itu hanya buatan dari bu Martin dan sekarang bu Martin sedang disidang oleh anggota intel atas tindakan yang dia lakukan" terang mama dengan jelas. Betapa kagetnya aku mendengar semua itu. Ternyata, ini semua salah faham. Aku merasa malu sudah berkata kasar pada pak Zaki.


"Maafkan Laras pak. Sudah berkata kasar" Pak Zaki tersenyum menatapku.


"Iya, Ras. Saya tahu kok bagaimana perasaan kamu"


"Jadi, bagaimana? Apa kamu mau menerima lamaran kapten Zaki?" Tanya mama.


Deg...deg....deg...


.


.


BERSAMBUNG


.


.


JANGAN LUPA LIKE, VOTE, FAVORITE DAN KOMEN YA, SEMOGA MENGHIBUR. SEE YOU NEXT CHAPTER.

__ADS_1


__ADS_2