Pak Tentara

Pak Tentara
Ternyata?


__ADS_3

Hai readers! Sebelum baca tolong tinggalin jejak kalian dulu ya dengan cara like, komen, vote dan favorite. Bila perlu kalian ajak teman teman yang lain buat baca karya Author supaya Author juga semangat nulisnya.


Pov Author


Ketiga orang yang sedang duduk di hadapan dokter tampak mengembangkan senyum lebarnya setelah mendengar dan tahu bahwa Laras sudah berbadan dua. Zaki terus memegang tangan istrinya dan berulang kali mengecup keningnya.


"Mohon dijaga baik baik ya, bu. Karena kandungan ibu ini masih sangat begitu rentan"


"Baik dokter, saya akan menjaga istri saya dengan baik" lagi lagi Zaki mengecup kening Laras.


"Udah dong mas. Malu!" Protes Laras.


"Kenapa? Mas seneng tahu sayang" Aisyah tampak tersenyum melihat kebahagiaan menantunya itu.


Di rumah Dinas Papa


Aisyah sengaja menyuruh anak dan menantunya malam ini untuk menginap di rumahnya karena ingin merasakan kebahagiaan mereka sekaligus menjaga sang putri ya, meskipun hanya satu malam.


Bisa dilihat, saat ini Laras masih dengan rasa mualnya, dia terus memuntahkan isi perutnya sampai sampai wajahnya terlihat sangat begitu lemas dan sedikit pucat.


"Huek! Huek!" Zaki mengelus ngelus tengkuk sang istri dengan lembut.


"Giaman ini, ma?" Dia tampak bingung.


"Ini biasa kok, kamu jangan khawatir. Orang hamil ya pasti muntah muntah"


"Sayang, kamu baik baik aja?" Dengan lesunya Laras mengangguk. Zaki menuntun sang istri masuk ke dalam kamar dan membaringkan Laras secara perlahan ke atas kasur.


"Anak Abi jangan nakal ya, kasihan uminya nih muntah muntah, terus" dia mengelus halus perut Laras yang masih sangat rata. Laras tersenyum mendengar apa yang suaminya katakan.


Jika boleh jujur, sebenarnya masih ada keraguan di dalam hati Laras tentang penjelasan Zaki sebelumnya. Namun, dia mencoba untuk percaya dengan apa yang suaminya katakan.


Erwin pernah berkata pada Laras bahwa rumah tangga jika tak ada rasa kepercayaan akan mejadi hambar dan lama kelamaan akan bubar karena terus dihantui rasa curiga. Curiga boleh, tapi ada batasannya. Laki laki kalau terus dicurigai lama kelamaan juga akan muak dan bisa saja kecurigaan itu menjadi kenyataan. Apakah mau? Tentu tidak kan.


Kata kata itulah yang Laras ingat dari mulut sang papa. Ya, meskipun saat ini kita tidak tahu. Apakah Zaki berkata jujur atau malah sebaliknya. Yang diniatkan dalam hubungan rumah tangga setiap orang adalah langgeng sampai ke jannah. Begitu bukan?


Lambat laut jika, Zaki berbohong Laras yakin sebentar lagi semua keohongan itu akan terungkap. Zaki adalah imamnya sebagai seorang istri Laras wajib menjaga suaminya dari godaan godaan wanita di luar sana!


"Mas?" Zaki menoleh ke arah istrinya itu.


"Iya sayang?"


"M-mas nggak bohongkan sama Laras?"

__ADS_1


"Tentang?"


"Wanita itu?" Zaki tersenyum santai dan membenarkan posisi duduknya.


"Sulitkah kamu percaya sama, mas?"


"Bu-buk"


"Mas ngerti, sayang" dia tersenyum dan menatap Laras lekat.


"Demi allah. Mas berani bersumpah, mas tidak ada apa apa dengan Fiya ataupun dengan wanita lain di luaran sana. Apa perlu mas ajak Fiya ke sini buat buktiin ucapan mas benar atau tidak?" Laras kaget mendengar apa yang suaminya katakan.


"Terus, kenapa mas nggak balas WhatsApp Laras? Mas lagi seneng seneng sama wanita itu?" Bukannya menjawab Zaki malah tertawa.


"Ih, kok ketawa? Laras nanya serius ini"


"Khawatir ya?" Lagi lagi Zaki bertanya balik pada Laras.


"Jelas lah. Orang mas suami Laras! Laras takut mas kenapa kenapa di jalan. Eh, ternyata mas lagi enak enakan sama cewek!" Dia tersenyum mendengar jawaban sang istri.


"Sama halnya dengan mas, begitulah rasa khawatir mas saat kaki kamu kena beling. Mas sengaja nggak beles biar kamu bisa belajar dan merasakan bagaimana perasaan mas. Supaya kamu nggak bandel" Zaki mencubit hidung Laras dengan halus.


Ternyata, begitu rasa khawatirnya mas Zaki, batin Laras.


Jono?


Ah, iya mas Zaki pernah manggil Gio dengan nama Jono. Tapi, mas sih Gio? Kan Gio yang ngasih tahu aku. Batin Laras bertanya tanya.


"Jono siapa, mas?"


"Ituloh, yangg. Yang waktu itu marahin kamu karena kamu telat dateng pas mau meeting sama pemilik cafe" Laras kaget bukan main.


Nggak salah lagi. Yang dimaksud mas Zaki itu Gio. Tapi, kenapa Gio bilang gitu ke aku? Apa sebenarnya maksud dia? Mau fitnah suamiku?


"Sayang?" Laras tersadar dari lamunannya.


"Kamu kenapa? Masih belum percaya? Yaudah, mas telfon Fiya ya, supaya jelas" dengan cepat Laras mencegahnya.


"Nggak usah mas. Laras percaya" Zaki tersenyum.


"Hmm. Laras mau tanya lagi, boleh?" Dia mengangguk.


"Kok bisa Gio ada di sana sama mas dan Fiya?"

__ADS_1


"Fiya bilang Jono itu sepupunya. Mas juga kaget pas ketemu sama Jono kemarin"


Apa? Sepupu? Kok Gio tega sih, ngefitnah mas Zaki sama sepupunya sendiri?


"Yang kurang ajar itu yang ngrim foto ke kamu. Jelas jelas mas bertiga, kok bisa bisanya dia motoin cuman berdua? Memang siapa sih, yang ngirim kamu foto itu?"


"Gio" mas Zaki terkejut bukan main.


Si Jono itu benar benar minta dikasih pelajaran! Batin Zaki yang merasa sangat kesal.


"Mas, tenang dulu. Jangan emosi ya, mungkin aja Gio bercanda" Laras mencoba menenangkan suaminya karena dia tahu Zaki pasti marah besar.


"Apa sih maunya dia? Udah jelas tuh niatnya mau ngerusak rumah tangga kita! Mas harus kasih pelajaran!" Laras menarik Zaki yang saat ini sudah berdiri dan siap menemui Gio.


"Mas-mas. Udah jangan, inget aku lagi hamil. Jangan marah marah sama orang. Mas mau anak kita kayak dia?" Zaki melunak dan mulai duduk kembali.


"Ya, nggak mau lah! Amit amit. Jangan sampai anak kita mukanya kayak si Jono apalagi sifatnya. Sok kecakepan! Sok iye aja!" Laras tersenyum kecil mendengar omelan suaminya itu.


"Namanya Gio mas. Bukan Jono"


"Suka suka mas dong. Mau manggil dia jono, Joni, Jojon, Gio. Mulut mulut mas!"


"Yaudah iya. Udah ya, kita lupain masalah ini. Laras percaya kok sama mas" Zaki tersenyum dan mengecup kening sang istri.


"Makasih ya sayang" Laras mengangguk.


.


.


BERSAMBUNG


.


.


Masih kecewa nggak nih sama Zaki?😃


Wah, ternyata dalang dari masalah ini adalah Gio! Kira kira apa ya niat Gio? Ada yang bisa nebak?


Btw, Jono yang dimaksud Zaki itu Gio ya. Zaki suka aja manggil Gio dengan sebutan Jono.


JANGAN LUPA LIKE, VOTE, FAVORITE DAN KOMEN YA, SEMOGA MENGHIBUR. SEE YOU NEXT CHAPTER.

__ADS_1


__ADS_2