
Hai readers! Sebelum baca tolong tinggalin jejak kalian dulu ya dengan cara like, komen, vote dan favorite. Bila perlu kalian ajak teman teman yang lain buat baca karya Author supaya Author juga semangat nulisnya.
Pov Laras
Selepas sholat zuhur aku langsung merebahkan tubuh di atas kasur yang sangat begitu besar. Bahkan dua kali lipat dari kasur ku sendiri. Sambil menunggu mas Zaki datang dari masjid hotel ku raih dan ku utak atik ponsel seraya membalas beberapa chat dari teman temanku yang mengucapkan selamat dan maaf karena tak bisa berhadir diacara resepsi sekaligus upacara pedang pora nanti.
"Assalamualaikum" mas Zaki mengucap salam, ku balas salamnya lalu langsung menghampiri dan mencium punggung tangannya.
"Sayang udah sholat?"
"Udah kok" aku kembali merebahkan tubuh di atas kasur.
Tak lama mas Zaki juga menyusul dia melingkarkan tangannya di pinggangku sehingga membuat aku dan dia tak ada jarak, kami saling berhadapan satu sama lain. Lagi lagi aku gugup.
"Besok kita ke Jakarta, mau?" Aku langsung menatap wajahnya.
"Memang mas nggak layar, ya?"
"Layar sih. Cuman kalau kamu mau kita bisa kok liburan, 2 hari langsung pulang"
"Nggak usah, mas. Nanti mas capek"
"Yaudah. Berarti besok kita ke rumah dinas tapi, sebelum itu belanja keperluan dapur dulu. Karena mas belum beli"
"Harus besok ya Laras pindah ke rumah dinas mas?" Mas Zaki mengusap kepalaku yang masih berbalut hijab sambil menunjukkan senyumnya.
"Tapi, Laras masih bisa sering sering ke rumah dinas papakan, mas?"
Rumah dinas papa dan mas Zaki terbilang cukup jauh. Berbeda lokasi tapi, intinya sama sama ruman dinas TNI AL. Dan lumayan sih, rumah dinas mas Zaki terbilang lebih dekat dengan jarak ketika ingin ke kampusku.
"Iya sayang" aku tersenyum.
Mata kami saling memandang satu sama lain entah sejak kapan sekarang wajah mas Zaki sudah sangat dekat pada wajahku dan anehnya aku diam tak ingin menolak. Semakin dekat dan dekat hingga...
__ADS_1
Tok..! Tok..! Tok..! Suara ketukan pintu kamar kami. Mas Zaki langsung menjauhkan wajahnya, jantungku benar benar berdisko sekarang.
"Mas buka dulu, ya?" Aku mengangguk seraya membenarkan posisi tidur menjadi duduk. Tak lama mas Zaki datang dengan membawa beberapa makanan dan minuman.
"Ayo makan dulu"
"Tapi, Laras nggak laper, mas" aku berjalan menghampirinya.
"Nanti kamu sakit. Inget loh, kamu punya asma jadi, harus banyak banyak makan biar nggak capek" aku menggeleng.
"Yaudah deh, kalau gitu suapin mas makan aja, ya"
Gimana nih?
"Hm..Iya" jawabku malu.
Aku dan mas Zaki sudah duduk di sofa. Ku buka kota makanan yang berisi ayam geprek lalu setelah itu aku mulai menyupinya tapi, sebelumnya udah cuci tangan ya, hehehe.
"Sayang?" Tangan mas Zaki tiba tiba melingkar di pinggangku yang sedang berbaring membelakanginya. Aku mencoba tenang.
"Kenapa, mas?" Tanpa sedikitpun bergerak dan membuka mata. Dia mendekatkan tubuhnya lagi pada tubuhku.
"Kamu tidur?"
"Nggak, cuman mejemin mata aja"
"Hadep sini, dong"
"Udah mas tidur aja. Bentar lagi Laras mau di make up, nih".
"Ya, hadep sini dulu" aku diam. Bingung harus berbuat apa.
Memang benar benar tidak peka mas Zaki ini. Apa dia tidak tahu jantungku terus berdetak kencang? Batinku.
__ADS_1
"Sayang?" Dengan terpksa aku membalik badan mengahdapnya.
"Apa sih, mas? Laras capek, nih" ku buka mata sebentar lalu menutupnya lagi.
"Nggak mau lepas jilbab? Mas mau lihat, Ras" aku langsung membuka mata lebar.
Memang sudah sepantasnya mas Zaki melihatnya, gumamku.
Aku duduk dan dengan perlahan membuka hijab ini hingga, terlihatlah rambut hitam terurai lurus di kepalaku. Aku menudukan wajah karena merasa malu.
Mas Zaki mengangkat wajahku dan sekarang kami saling bertatap mata. Dia tersenyum dengan sangat begitu lebar dengan mata terus fokus memandang setiap inci wajah ini.
"Boleh mas pegang?" Aku mengangguk malu.
Dengan perlahan mas Zaki memegangnya dia mengusap usap rambutku dengan sangat halus sehingga membuat ku bergidik geli.
"Jangan biarkan orang lain melihatnya, sayang" dia berbisik di telingaku dan aku mengangguk kaku.
Mas Zaki terus mendekatkan wajahnya. Ku pejamkan mata dan tiba tiba ada sesuatu yang menyentuh bibir ku.
.
.
BERSAMBUNG
.
.
Wah, ngapain tuh Zaki?
JANGAN LUPA LIKE, VOTE, FAVORITE DAN KOMEN YA, SEMOGA MENGHIBUR. SEE YOU NEXT CHAPTER.
__ADS_1