Pak Tentara

Pak Tentara
Konflik


__ADS_3

Tak ada percakapan sama sekali di dalam mobil, Laras merasa sungkan dan tak enak hati satu mobil dengan atasan sang papa.


Jika mama dan papa tahu, pasti mereka marah bagaimana ini? Aku benar benar bingung. Tak mungkin aku minta diturunkan di tengah jalan, ini sudah hampir larut malam, batinnya.


Zaki yang melihat ketegangan di wajah Laras juga ikut merasa tak enak. Dia bingung harus berkata dan berbuat apa sekarang.


"Hm..pak?" Zaki langsung menoleh saat mendengar Laras membuka mulutnya.


"Iya?"


"Terimakasih"


"Sudah kewajiban saya melindungi kamu"


Deg..!


Apa maksudnya?


Apa aku tidak salah dengar?


Apa dia masih waras?


Ah, sudah lah tidak usah didengarkan. Bisa saja dia mengatakan semua itu pada wanita lain juga, kan? Lagi pula, pak Zaki sudah mempunyai calonnya sendiri jadi, aku tak pantas baper dengan kata katanya barusan. Aku lelah, aku tak mengerti dengan perasaan ini. Aku bingung, tak faham. Aku benci di posisi ini.


Tepat pukul 23.45 mobil Zaki berhenti di depan rumah Laras. Aisyah yang mendengar suara mobil berhenti di depan rumahnya langsung keluar. Betapa kagetnya dia melihat sang anak turun dari mobil Zaki atasan suminya sendiri.


"Assalamualaikum" salam Laras.


Plak! Tamparan berhasil mendarat keras di pipi Laras. Dia bingung, kenapa sang mama menampar dirinya di hadapan orang? Air mata mulai menetes di pipi gadis itu, Zaki yang melihat itu merasa tak tega. Dia mencoba menjelaskan pada Aisyah namun, dengan tegas Aisyah menyuruh Laras masuk ke dalam dan Zaki dipersilahkan pulang karena Aisyah tak ingin orang orang tahu dan menyebar gosip yang tidak tidak tentang keluarganya nanti.


"Apa yang kamu lakukan dengan pak Zaki, Ras!? Apa kamu sudah gila, dia atasan papamu sendiri. Dia calon suaminya Resya. Bisa bisanya kamu satu mobil di tengah malam seperti ini dengan calon suami orang. Mau jadi apa kamu, hah?! Apa mama dan papa mendidikmu menjadi wanita seperti itu?!" Emosi Aisyah benar benar meledak. Dia tak habis fikir dengan apa yang baru dilihatnya.

__ADS_1


Ya, mereka semua salah faham. Mereka fikir Resya dan Zaki sedang menjalin hubungan yang serius padahal, tidak. Jika boleh berkata bu Martinlah yang selama ini mengada ngada cerita. Dia mengatakan pada semua tetangga dan orang orang komplek bahwa anaknya, Resya sedang melakukan perjodohan dengan Zaki.


Laras terduduk lemas di atas lantai seraya mata terus berurai air mata. Dia tak bertenaga menjelaskan kejadian yang sebenarnya dengan sang mama. Hatinya benar benar hancur dan sakit melihat Aisyah semarah itu padanya. Dia merasa sudah menjadi anak yang sangat durhaka dan tak tahu diri.


"Sekarang masuk ke kamar!" Laras tetap diam menunduk.


"Masuk ke kamar Laras! Jangan sampai kata kata jelek keluar dari mulut mama. Masuk sekarang juga!" Laras tersentak kaget mendengar teriakan Aisyah. Dengan cepat dia berdiri dan masuk ke dalam kamarnya.


...


Aisyah berjalan menuju halaman komplek untuk membeli sayur, di sana banyak ibu ibu lainnya sudah berkumpul. Dengan ceria seolah melupakan kejadian tadi malam Aisyah menyapa semua orang. Tatapan mata sinis mulai terlihat dari mata semua ibu ibu yang ada di sana.


"bu Erwin, semalem saya lihat Laras turun dari mobil kapten Zaki. Memang dari mana mereka di jam segitu?" Pertanyaan yang ditakutkan Aisyah akhirnya muncul. Dia terdiam membisu entah harus menjawab apa.


"Bukannya kapten Zaki sedang menjalin hubungan dengan Resya ya, bu?" Tanya bu Aryo (istrinya pak Aryo) pada bu Martin yang kebetulan di sana juga ada dia.


"Ya gitu deh, bu" yang ditanya menjawab.


Duar..! Perasaan Aisyah benar benar hancur mendengar perkataan mereka semua. Dia memilih untuk pergi dan tidak jadi berbelanja. Hujatan, hinaan, serta fitnah datang secara bertubi tubi pada keluarganya. Dia merasa marah pada sang anak. Apa yang ada di dalam fikiran anak itu. Bisa bisanya pulang malam dengan calon suami orang, batin Aisyah.


"Memang nggak tahu malu ya, saya fikir Laras anak baik baik. Eh, ternyata mau rebut calon suami orang"


"Iya. Kelihatannya aja selama ini sopan, kalem, baik nggak mau pacaran eh, tahu tahu begitu"


"Iya. Bikin malu keluarga aja"


Begitulah gosip yang tersebar. Sangat sangat tidak benar.


...


seminggu berlalu gosip yang tersebar semakin hari semakin tidak benar. Ada yang mengatakan bahwa Laras tukang rebut suami orang, ada yang mengatakan Laras itu tidak tahu malu, dan ada pula yang mengatakan bahwa dia orang yang munafik dan tak punya harga diri. Sungguh, sakit rasanya hati Laras mendengar semua itu ditambah Aisyah yang saat ini tidak lagi perduli dan enggan bicara padanya.

__ADS_1


Zaki yang juga sudah mendengar kabar tersebut merasa bersalah dan marah dengan semua hinaan dan fitnah yang datang menghujani Laras, wanita yang dicintainya. Dia merasa marah karena tuduhan yang mengatakan bahwa dia dan Resya mempunyai hubungan.


"Za?" Seketika lamunan Zaki buyar karena Bayu tiba tiba datang menepuk pundaknya.


"Lagi mikirin apa?" Tanya Bayu.


"Lu udah denger kan gosip tentang Laras?" Bayu mengangguk.


"Lu percaya?" Bayu menggeleng. Dia yakin bahwa apa yang digosipkan semua orang tentang Laras salah. Dia percaya Laras dan Zaki tidak berbuat hal yang macam macam.


"Sebaiknya lu selesain masalah ini, Za. Sebelum menyebar kemana mana. Apalagi kalau sampai komandan dengar bisa bisa kena hukuman, lu" apa yang Bayu katakan ada benarnya juga, batin Zaki.


"kapten Zaki. Dipanggil komandan keruangannya" Siska salah satu kowal tiba tiba datang dan berkata seperti itu. Zaku dan Bayu saling memandang dan...


.


.


BERSAMBUNG


.


.


Akan terjadi hal apa setelah ini?


Apa Zaki akan mendapatkan hukuman?


Apa bisa Zaki menyelesaikan permasalahannya?


Penasaran? Tunggu chapter selanjutnya, ya.

__ADS_1


EITS, JANGAN LUPA TINGGALIN LIKE, KOMEN, VOTE DAN TEKAN TOMBOL FAVORITENYA SUAPAYA KALIAN TAHU INFORMASI UP CHAPTER SELANJUTNYA. DUKUNGAN KALIAN AKAN BERPENGARUH BESAR TERHADAP SEMANGAT AUTHOR. SEE YOU :).


__ADS_2