
Setibanya di rumah, Laras langsung mandi dan makan. Dia memcoba melupakan perasaannya saat ini yang sedang kacau tanpa alasan. Ketika sedang asyik makan Laras dikejutkan dengan Aisyah yang tiba tiba datang dan menyuruhnya untuk mengantarkan sebuah barang ke rumah bu Martin. Dengan terpaksa dia berangkat, Laras sangat terbilang jarang membantah apa yang diperintahkan kedua orang tuanya jika, pun dia membantah itu pasti ada alasan yang kuat.
Terlihat pintu rumah bu Martin sedang terbuka lebar. Apa jangan jangan pak Zaki belum pulang, ya? Batinnya. Laras mengucap salam dan yang keluar bukan pemilik rumah melainkan Zaki. Mereka sama sama kaget dan dengan cepat Laras memalingkan wajahnya agar tak terlalu nampak kekagetannya saat ini.
"Eh, ada Laras?" Tiba tiba Resya keluar. Laras tersenyum.
"Ini kak, ada titipan dari mamanya Laras untuk bu Martin" diserahkannya barang itu dan diterima oleh Resya.
"Oo iya. Makasih ya" Laras mengangguk dan langsung pamit untuk pulang.
Dengan langkah cepat dia berjalan namun, tiba tiba Zaki memanggilnya dan membuat langkahnya terhenti. Ada rasa kekacauan yang teramat dalam di hati Laras. Entah itu apa, dia pun juga bingung.
"Iya pak. Ada apa?" Tanya Laras.
"Nggak ada. Kenapa jalannya cepat sekali?"
"Nggak boleh?"
"Bukan begitu. Nanti kalau kamu jatuh bagaimana?"
"Kan Laras juga yang jatuh"
Zaki terdiam.
Nggak bisa jawab kan? Batin Laras.
"Kenapa sepertinya kamu mengehindari saya, ya?" Zaki merasa heran karena biasanya jika mereka bertemu Laras akan menyapanya atau sekedar hanya senyum tapi, sekarang tidak.
"Menghindar? Ya, memang sepantasnya begitu pak. Laras sadar diri dan lagi pula betapa tidak sopannya Laras jika harus berdekatan dengan atasan papa Laras apa kata orang nanti? " jawabnya ketus.
Lagi lagi Zaki dibuatnya diam.
"Mohon maaf sebelumnya, jika Laras berkata kasar" Laras menyadari bahwa perkataannya barusan sangat kasar. Zaki tersenyum.
__ADS_1
"Kita jalan bareng, yuk?" Ajak Zaki mengalihkan pembicaraan.
"Hm..Laras mau ke warung depan pak. Jika pak Zaki ingin pulang, duluan saja" Laras berbalik arah dan berjalan pergi meninggalkannya. Laras tak ingin dianggap menjadi orang ketiga dalam hubungan Resya dan Zaki. Laras takut akan merusak nama baik keluarganya karena dianggap sebagai perebut calon suami orang itu sama sekali buka pekerjaannya.
...
Malam ini malam minggu. Tapi, malam minggu akan menyenangkan bagi seseorang yang mempunyai kekasih dan para jomblo akan terus berdoa agar malam minggi turun hujan supaya orang orang yang mempunyai rencana akan jalan dengan kekasihnya tidak jadi. Ada yang sama seperti itu? Hahaha.
Terlihat Zaki dan Bayu tengah duduk di halaman rumah Zaki. Mata Zaki terus menatap lurus kedepan karena di sana juga terlihat Laras, Rudi, Angle, Santi dan Bagus tengah duduk santai di halaman rumah Laras. Hal ini sudah menjadi kebiasaan anak anak komplek jika malam minggu yaitu, nongkrong di depan rumah Laras.
Bayu yang melihat temannya terus menatap lurus ke depan kadang kadang mengukir senyum sendiri merasa sangat heran.
"Za, kenapa lu? Kesurupan?"
Zaki menggelang.
"Salah nggak sih, Bay. Kalau gua nikah sama anak anggota?" Mendengar pertanyaan sang teman Bayu sangat sangat kaget.
"Maksud lu?" Zaki membenarkan posisi duduknya dan mengalihkan pandangannya pada Bayu.
"Lu naksir ama siapa, Za? Salah satu anak anggota di sini?" Zaki mengangguk sedangkan bayu membulatkan matanya menunjukkan ekspresi kaget.
"Siapa?"
"Laras"
"A-apa? L-L-Laras?" Lagi lagi Zaki mengangguk.
"Ini beneran, Za? Lu serius?"
"Ya beneran dong. Nggak tahu kenapa sejak pertama kali gua lihat dia beda aja gitu sama cewek lain. Dia itu cuek, baik, manis, dan inshaallah sholehah"
"Hm..gua sih satu pendapat sama lu. Cuman bukannya lu lagi deket sama Resya?" Zaki sontak kaget mendengar apa yang Bayu katakan.
__ADS_1
"Ih, nggak. Siapa yang bilang?"
"Beritanya udah nyebar kemana mana, Za"
Apa jangan jangan itu penyebab Laras menghindariku? Batin Zaki.
"Yang bener, lu?"
"Yee, ngapain gua bohong"
"Pantes" kata Zaki
"Pantes apa?"
"Laras menghindar"
"gua nggak nyangka ternyata selera lu kek Laras. Padahal ya kalau di banding bandingin sama Resya cantikan juga Resya, bro. Tapi, Laras juga cantik sih. Cuman, kalau menurut gua, kurang aja gitu" ujar Bayu berpendapat.
"Dia cantik dengan kesederahanaannya" kata Zaki seraya mengembangkan senyum dan menatap ke arah Laras.
"Weh, temen gua bener bener jatuh cinta. Perjuangin, Za. Lamar sekalian"
"Niatnya gitu. Tapi, apa boleh ya?"
"Ya boleh lah. Cinta nggak mandang pangkat dan status dia bisa datang sama siapa aja" Zaki tersenyum mendengar jawaban Bayu. Ternyata temannya itu mendukung niatannya.
.
.
BERSAMBUNG
.
__ADS_1
.
JANGAN LUPA LIKE, VOTE, FAVORITE DAN KOMEN YA, SEMOGA MENGHIBUR. SEE YOU NEXT CHAPTER.