Pak Tentara

Pak Tentara
Cemburu?


__ADS_3

Hai readers! Sebelum baca tolong tinggalin jejak kalian dulu ya dengan cara like, komen, vote dan favorite. Bila perlu kalian ajak teman teman yang lain buat baca karya Author supaya Author juga semangat nulisnya.


Pov Laras


Aku sudah berganti pakaian menggunakan baju daster. Rasanya tubuh ini benar benar sangat lelah karena sehabis perjalanan jauh aku langsung dikejutkan dengan lamaran ini.


Sebelum tidur, aku memutuskan untuk sholat isya terlebih dahulu. Setelah selesai sholat, langsung merebahkan diri ke atas kasur. Baru saja aku memejamkan mata namun, ponsel tiba tiba bergetar menandakan ada chat masuk.


Ku raih ponsel yang ada di atas meja dan ketika ku lihat ternyata chat masuk dari "mas Zaki". Ya, tadi sebelum kami bergabung dengan semua orang di dalam rumah aku dan dia sempat bertukar nomor WhatsApp.


📞WA:


Mas Zaki


"Laras? Sudah tidur?"


Aku


"Belum, mas. Ada apa?"


Mas Zaki


"Cuman mau tanya. Apa bisa besok kamu mengantar aku ke pelabuhan untuk berlayar"


Aku


"Jam berapa memangnya?"


Mas Zaki


"Pagi. Bisa nggak?"


Aku


"Inshaallah bisa, mas. Kita ketemu di pelabuhan aja ya"


Mas Zaki


"Kenapa nggak bareng aja?"


Aku


"Pokoknya ketemu di sana aja"


Mas Zaki


"Yasudah, kamu tidur sana. Aku tahu, kamu pasti capek habis perjalanan jauh"

__ADS_1


Aku


"Iya, mas. Mas juga tidur ya:)"


Mas Zaki


"Ih, ternyata anaknya pak Erwin bisa manis juga kalo ngomong:D"


Aku


"Terserah"


Mas Zaki


"Selamat malam calon istri:)"


Aku


"Selamat malam"


â›´â›´â›´


Saat ini aku dan mas Zaki. Eaaaa mas Zaki udah ganti ya gaes nama panggilannya, wkwk. Lanjot. Sedang berada di pelabuhan menunggu keberangkatannya untuk berlayar.


Kami berdiri di bawah pohon dekat dermaga. Ada rasa canggung, sedih dan senang menjadi satu. Aku tak bisa lagi mengekspresikan bagaimana perasaanku sekarang.


"Iya? Kamu mau ngomong sesuatu?" Aku tersenyum malu.


"Cuman mau tanya aja. Mas mau layar kemana aja nanti?"


"Ke Balikpapan, Kalimantan, Manado dan Semarang lalu setelah itu, kembali lagi ke sini"


"Sepertinya lama ya, mas?"


"Sekitar 2 bulanan. Kenapa? Kangen, ya?" Lagi lagi aku dibuatnya malu.


"N-nggak kok, siapa yang bilang?"


"Mas yang bilang, nanti mas akan bawakan oleh oleh untuk kamu"


"Mas pulang dengan selamat itu oleh oleh terbaik menurut Laras" kata kata ku berhasil membuat dia tersenyum manis.


"Doa kan mas selalu. Agar mas cepat pulang dan segera menghalalkan mu"


"Iya" jawabku dengan malu malu.


Tiba tiba datang rombongan para anggota yang juga ikut berlayar. Tidak hanya laki laki ternyata para kowal juga ada yang ikut.

__ADS_1


"Abang?" Seorang kowal menepuk pundak mas Zaki. Dia tampak terlihat kaget dan aku yang melihat itupun juga ikut kaget.


"Eh. Wulan?"


"Ternyata abang masih mengingat aku. Abang ikut layar juga?" Mas Zaki mengangguk.


Aku yang melihat itu hanya bisa diam sedangkan, di dalam hati merasa ada yang megganjalan dan bergejolak entah itu apa.


"Wah, nggak nyangka kita disatukan di tempat kerja lagi. Terakhir kali kita bertemu pas kita putus secara baik baik di Medan kan, bang?"


Deg...boom...seperti di hantam batu yang sangat begitu keras di dalam hati ini.


Ternyata, wanita ini mantan kekasih mas Zaki, batinku.


Mas Zaki langsung menatapku, dengan cepat ku alihkan pandangan mata darinya. Melihat sikapku yang berbeda raut wajahnya langsung berubah.


"Hmm, iya. Kamu silahkan naik ke kapal karena sebentar lagi kapal akan berangkat" perintahnya pada wanita yang bernama Wulan itu.


"Kenapa kita tidak masuk bersama, bang?"


"Ini perintah kapten pada anggotanya!" Tegas mas Zaki.


"Siap! Mohon ijin!" Wulan memberi hormat dan langsung berlari masuk ke dalam kapal.


Aku masih diam dengan posisi yang sama. Enggan menatap matanya.


"Yang tadi itu-"


"Hm..Laras lupa kalau ada kelas pagi, mas. Mas hati hati di kapal. Laras pamit, assalamualaikum" dengan cepat aku meninggalkannya di bawah pohon itu. Entah kenapa diriku menjadi seperti ini.


Apakah boleh aku marah? Apa boleh aku cemburu dengan calon suamiku sendiri? Apa aku mempunyai hak? Apalagi mereka satu kapal dan akan selalu bertemu selama 2 bulan ini. Ada ketakutan tersendiri di dalam hatiku, takut akan dia kembali lagi ke cinta masa lalu.


.


.


.


BERSAMBUNG


.


.


Wah, kira kira Laras kenapa, ya?


Makanya ikutin terus ya, tunggu chapter selanjutnya? Teken tobol Favoritenya suapaya kalian dapat notif kalau Author sudah up.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, VOTE, FAVORITE DAN KOMEN YA, SEMOGA MENGHIBUR. SEE YOU NEXT CHAPTER.


__ADS_2