Pak Tentara

Pak Tentara
Jalan


__ADS_3

Hai readers! Sebelum baca tolong tinggalin jejak kalian dulu ya dengan cara like, komen, vote dan favorite. Bila perlu kalian ajak teman teman yang lain buat baca karya Author supaya Author juga semangat nulisnya.


Pov Laras!


Aku merasa kesepian di rumah karena tak ada mas Zaki. Biasanya, jika diam diam begini dia selalu mengganggu ku, bermanja manja pada ku namun, sekarang orangnya tengah pergi berlayar menjalankan tugas negaranya. Ku nyalakan tv dan menonton sinetron favorite ku, hitung hitung untuk menghilangkan rasa bosan.


Kling! (Ponsel berbunyi) dengan cepat aku meraihnya, ku berfikir itu dari mas Zaki eh ternyata dari bu Riyan. Ya, tadi kami sudah sempat bertukar nomor ponsel.


📞WA:


Bu Riyan


"Mba jalan, yuk. Bosen kan pasti?"


Boleh juga, batinku.


Aku


"Kemana, mba?"


Bu Riyan


"Ke mall😀"


Aku


"Boleh tuh, mba. Yaudah aku siap siap dulu, ya"


Bu Riyan


"Oke, mba. Nanti tak jemput"


Aku langsung bergegas mengganti pakaian. Belum sempat memakai hijab kelakson mobil milik bu Riyan sudah berbunyi menandakan dia sudah ada di depan rumah. Segera aku menggunakan hijab, kuraih tas, dompet dan langsung keluar rumah tak lupa ku kunci dan setelah itu langsung masuk ke dalam mobilnya.


"Hehe, maaf lama ya, mba" kataku.


"Santai aja, mba" Bu riyan langsung menancap gas. Jalanan malam ini lumayan padat sekali sampai sampai kami terjebak macet hampir setengah jam.


"Mba udah dapet kabar nggak sih dari kapten Riyan?" Tanyaku. Karena memang sedari tadi aku menunggu kabar mas Zaki namun, yang ditunggu tak kunjung memberi kabar.


"Dari tadi aku udah WAan sama suami, mba. Emang, kapten Zaki masih belum ngabarin, apa?" Aku menggeleng.


"Mungkin sibuk, mba. Yaudah, coba sekarang cek HP nya siapa tahu ada WA dari kapten Zaki" ku buka tas dan aku tak menemukan barang yang sedang ku cari.


Ah iya, HP ku kan di atas meja ruang tamu, gumamku.


"Gimana?"


"HP nya ketinggalan, mba. Yaudahlah, biarin"

__ADS_1


•••


Pov Author


Zaki yang baru saja menghubungi sang istri namun, sama sekali tak ada jawaban membuatnya gelisah. Di WA tak di balas, di telfon pun tak diangkat.


Apa mungkin dia marah, ya? Batin Zaki.


Sedari tadi dia sudah sangat ingin menghubungi istrinya namun, dia sibuk mengerjakan beberapa urusan di atas kapal bersama dengan komandan dan rekan rekan kerjanya yang lain. Dan baru saat ini pekerjaannya selesai.


📞WA:


Zaki


"Sayang?"


"Kenapa telfon mas nggak diangkat?"


"Marah? Mas tadi sibuk, sayang. Maaf ya baru ngabarin"


Begitulah isi WhatsApp Zaki pada istrinya. Mau dibalas gimana orang Laras aja nggak bawa ponsel, wkwk.


Setibanya di mall Laras dan Ningsih (Bu Riyan) langsung menuju ke sebuah toko baju. Mereka asik memilih milih baju, hijab, celana yang ingin dibeli. Selesai membeli pakaian dan lain lain mereka memutuskan untuk mampir ke musholah mall karena adzan isya sudah terdengar dari aplikasi ponsel Laras.


Selesai sholat, mereka langsung memutuskan untuk pulang karena takut kemalaman. Nggak enak juga kalau sampai ibu ibu yang lain tahu. Suami kerja, istri malah foya foya, yakan?


"Iya, mba. Kapan kapan kita jalan lagi. Biar nggak bosen" Laras mengangguk dan langsung pamit masuk ke dalam rumah.


Setelah bersih bersih badan Laras meraih ponselnya dan hal yang membuatnya kaget pasti kalian sudah tahu, lah. Ya, panggilan telfon dari Zaki dan beberapa chat juga. Segera Laras menelfon suaminya balik.


📲TELFON


"Assalamualaikum, mas?"


(Waalaikumusalam, kamu marah yangg?)


"Ih, nggak. Tadi Laras habis jalan jalan ke mall sama bu Riyan, mas. Lupa bawa HP"


(Kok nggak izin?)


Deg! ******. Iya ya kenapa aku nggak izin sama mas Zaki, batin Laras menyesal.


(Kok diem?)


"Hm..Laras takut ganggu, mas"


(Alasan, lain kali izin ya. Inget kamu udah punya suami. Tanggung jawab mas kamu, kalau terjadi sesuatu di jalan gimana? Apalagi mas sedang jauh dari kamu)


"Iya, maaf mas"

__ADS_1


Zaki tersenyum mendengar penyesalan sang istri ingin sekali rasanya dia memeluk Laras sekarang juga namun, tak bisa.


(Iya, sayang. Tadi ngapain aja di mall?)


"Beli baju, celana sama jilbab. Laras pakai uang mas. Boleh kan?"


(Ya boleh dong. Pakai sesuka mu. Asal ada batasannya aja ya sayang, hehe)


"Iya mas. Laras tahu kok, tenang aja"


(Mas bilang gini bukan karena pelit ya, yangg)


"Hehe, iya mas. Laras faham kok. Papa juga gitu ke mama sama Laras, Laras udah biasa hidup hemat jadi mas tenang aja"


(Iya, sayang. Yaudah, bobo sana)


"Biasanya mas Zaki suka gangguin Laras. Eh, sekarang mas nggak ada"


(Kangen ya? Mas juga yangg. Sabar ya, masih lama ini pulangnya. Kamu kalau kesepian nggak papa tidur di rumah mama atau mama ajak ke rumah)


"Boleh, mas?"


(Ya boleh dong)


"Makasih, ya"


(Iya. Yaudah sana tidur. Jangan begadang. I Love you)


"Iya mas, assalamualaikum"


"Waalaikumusalam"


Tut! Panggilan berakhir.


.


.


BERSAMBUNG


.


.


Sedih nggak sih? Baru nikah 4 hari eh, udah LDR aja 3 bulan.


Penasaran gimana kelanjutannya? Tunggu chapter jumat depan ya, hehe.


JANGAN LUPA LIKE, VOTE, FAVORITE DAN KOMEN YA, SEMOGA MENGHIBUR. SEE YOU NEXT CHAPTER.

__ADS_1


__ADS_2