
Hai readers! Sebelum baca tolong tinggalin jejak kalian dulu ya dengan cara like, komen, vote dan favorite. Bila perlu kalian ajak teman teman yang lain buat baca karya Author supaya Author juga semangat nulisnya.
Masih pov Laras
Sehabis sholat subuh tadi entah kenapa rasanya tubuhku sangat menggigil, badanku panas, nafasku memburu dengan bunyi seperti ada kucing di dalamnya, aku terkulai lemas tak berdaya di dalam kamar dengan tubuh berbalut selimut. Aku tahu, asma ku sedang kambuh.
Ya, asma. Aku mempunyai riwayat penyakit asma sejak usia 3 bulan dan dokter mengatakan bahwa penyakitku ini tidak akan pernah bisa hilang terkecuali aku bisa menjaga pola makan. Agar dia tak mudah kambuh.
Akhir akhir ini aku memang sering makan makanan sembarangan, sering minum es, banyak fikiran dan kelelahan. Itu salah satu pemicu kambuhnya asma.
Ku rogoh obat hisab ku yang berada di dalam laci meja sebelah tempat tidur. Dan sial, ternyata habis. Bagaimana bisa aku melupakan obat penting ini? Aku ingin sekali berteriak memanggil mama namun, tak ada tenaga. Aku ingin berjalan keluar mencari mama namun, tak kuat.
Hingga pukul 07.43 mama masuk ke dalam kamar memanggil dan menemukanku terkulai lemas tak berdaya di atas kasur. Terlihat wajah kepanikan mama saat itu. Dengan cepat dia menelfon papa dan setelah itu menggantikanku baju tak lama datang ambulan Angkatan Laut membawaku menuju rumah sakit.
Aku dilarikan ke ruang UGD. Sudah hampir 3 kali aku di Uap namun, nafasku masih terus memburu. Dokter terus menenangkan dan meyakinkan agar aku tak berfikir macam macam. Rasanya, saat itu aku sudah ingin tak ada. Rasanya, nafasku sudah ingin hilang. Aku sudah tak bisa lagi bernafas menggunakan hidung tetapi dengan mulut.
Mama yang melihatku seperti itu menangis tiada henti. Beberapa anggota kesehatan dari kantor papa yang membawa ku tadi juga ikut menenangkan. Aku tak bisa lagi menahan kesedihan melihat mama menangis seperti itu. Dadaku benar benar sakit. Perawat mulai memasangkan ku selang infus. Aku tak bisa lagi menahan rasa sakit ini hingga, tanpa ku sadari aku sudah terbaring tak sadarkan diri.
....
Pov Zaki
Sedari tadi aku mencoba menghubungi Laras namun, ketika ku telfon tak diangkat di chatpun tak dibalas. Aku jadi, merasa cemas tidak biasanya dia seperti ini. Akhirnya, ku putuskan menelfon Bayu dan betapa kegetnya aku setelah mendengar bahwa Laras di larikan ke rumah sakit dengan mobil ambulan.
Dengan cepat ku telfon mama dan dia memberi tahu bahwa saat ini Laras sedang tak sadarkan diri. Aku semakin dibuatnya khawatir. Ingin sekali aku pulang sekarang juga. Namun, tidak bisa. Aku juga sedang menjalin tugas negara di Manado sekarang.
__ADS_1
Saat ini hanya doa yang bisa ku lakukan untuk kesembuhan calon istriku. Dan aku tak lupa meminta tolong pada Bayu untuk menengok Laras di rumah sakit sepulang dinas nanti anggap saja Bayu sebagai wali ku. Hanya dia yang bisa menolongku saat ini.
"Bang?" Aku langsung menoleh ketika seseorang menepuk pundak ku.
"Wulan?" Dia tersenyum.
"Sepertinya abang sedang banyak pikiran?"
Aku diam.
"Ceritalah, bang" pintanya.
"Calon istriku sekarang sedang tak sadarkan diri di rumah sakit. Aku benar benar bingung. Pengen banget pulang cuman, nggak bisa"
"Kamu tidak melihat ada cincin di jari manisku?" kataku seraya menunjukkan tangan kanan yang terlingkar cincin lamaranku dan Laras di jari manis ini.
"Aku fikir itu hanya cincin biasa. Ternyata-"
"Iya. Dan sepulang berlayar rencananya kami akan pengajuan nikah" terangku.
Aku sengaja berkata demikian agar Wulan tak mengharapkan ku lagi. Aku tahu dari tatapan matanya bahwa dia masih mencintaiku. Kesalahan di masa lalu yang dia perbuat membuatku benar benar sakit hati. Saat itu aku benar benar seperti orang bodoh yang mencintai pacar orang lain.
"Hm..semoga lancar ya, bang"
"Terimakasih"
__ADS_1
"Bang?" Aku menoleh.
"Tentang kejadian 3 tahun yang lalu. Aku mau minta maaf. Aku nggak bermaksud buat jadiin abang selingkuhan"
"Nggak usah dibahas. Aku sudah lupa"
"Tapi, aku nyesel bang. Aku pengen kita balik kaya dulu lagi" ku tepis tangannya yang mulai berani menyentuh tanganku.
"Maaf, aku sudah punya kebahagiaan sendiri. Dan aku harap kamu juga begitu" dengan cepat ku tinggal kan dia agar pembicaraan tidak merambat ke mana mana.
.
.
BERSAMBUNG
.
.
Tarnyata, masa lalu Zaki mengejutkan, ya. Lalu, kenapa Zaki tak berkata jujur pada Laras tentang masa lalunya bersama Wulan?
Penasaran? Terus ikutin ceritanya ya.
JANGAN LUPA LIKE, VOTE, FAVORITE DAN KOMEN YA, SEMOGA MENGHIBUR. SEE YOU NEXT CHAPTER.
__ADS_1