Pak Tentara

Pak Tentara
Akibat Biduan


__ADS_3

Hai readers! Sebelum baca tolong tinggalin jejak kalian dulu ya dengan cara like, komen, vote dan favorite. Bila perlu kalian ajak teman teman yang lain buat baca karya Author supaya Author juga semangat nulisnya.


🔜🔜🔜


Sudah hampir memasuki 3 bulan usia pernikahan Laras dan Zaki. Laras sudah kembali disibukan dengan kegiatan kuliahnya, beberapa giat dan urusan caffe. Sepulang kuliah dia selalu menyempatkan waktu berkunjung ke caffe melihat pereknomiannya dan bahkan Laras juga turun tangan langsung melayani pelanggan karena memang karyawan di sana hanya ada dua orang saja. Tak hanya Laras, Fifi dan Gio juga begitu. Mereka bergantian menjaga caffe. Hitung hitung untuk mengawasi karyawan.


Sore ini caffe sangat begitu ramai didatangi oleh pengunjung. Dengan sabar Laras dan dua karyawannya itu melayani semua permintaan pelanggan.


"Lagi rame ya caffenya nyonya Zaki?" Dengan cepat Laras menoleh ke arah sang pemilik suara.


"Pak Bayu?" Bayu tersenyum.


"Ya allah. Apa kabar, pak? Udah lama ya kita nggak ketemu"


"Baik, Ras. Zaki lagi layar, ya?"


"Iya pak. Eh, ngomong ngomong mau mesen apa nih? Sampe lupa"


"Haha. Apa aja lah, Ras. Minuman favorite di sini" Laras tersenyum, segera dia membuatkan minuman untuk Bayu.


"Nih, pak. Diminum" Bayupun meminumnya.


"Enak"


"Tumben bapak kesini?"


"Iya nih. Mau jalan aja. Lusa saya pindah tugas ke semarang, Ras" mata Laras membulat kaget.


"Ya ampun. Kok Laras baru dikasih tahu sih, pak? Mas Zaki udah tahu?"


"Udah. Baru aja saya kasih tahu. Sebenarnya saya nggak enak ngasih tahunya, kalian kan sibuk"


"Ih, bapak. Santai aja, sesibuk sibuknya Laras pasti mau denger cerita bapak, kok" Bayu tersenyum manis.


Pantas saja Zaki menyukainya, dia baik, ramah dan sopan sekali, batin Bayu.


"Mau Laras kasih kenang kenangan apa, pak?"


"Eh. Nggak usah, Ras. Apa apaan dah" Laras tersenyum.


"Yaudah deh. Nggak jadi ngasih. Apa berangkatnya nggak nunggu mas Zaki pulang layar aja, pak?"


"Ya mana bisa gitu, Ras. Kamu ini ada ada aja" mereka berdua asik mengobrol tertawa bersama sampai sampai tak terasa jika waktu maghrib sudah masuk. Bayu pamit pulang dan Laras pergi ke musholah terdekat untuk melaksanakan sholat maghrib di sana.


•••

__ADS_1


Zaki yang mengetahui sang teman akan dipindah tugaskan jelas sangat begitu kaget. Tapi, itu semua sudah tanggung jawab seorang tentara dimanapun dia ditugaskan harus tetap melaksanakan perintah karena memang itulah bentuk pengabdian untuk negara bahkan jika nyawa jadi korbannya.


Saat ini, Zaki sedang nongkrong di halaman kapal bersama dengan beberapa anggota seraya menyeruput kopi menikmati malam minggu mereka.


"Za?" Zaki langsung menoleh saat pundaknya ditepul oleh Riyan.


"Di dalem ada biduan mantep, Za. Nggak mau nyanyi kamu?" Zaki menggeleng.


"Kalau sampai istriku tahu bisa bisa dia marah, kan repot" sebelumnya Zaki memang sudah tahu jika layar kali ini disediakan biduan di dalam kapal sebagai hiburan karena layar ini memakan waktu yang lumayan lama. Namun, Zaki memilih tak menonton atau pun bernyanyi sekalipun. Alasannya ya karena satu, takut Laras tahu dan marah.


"Ternyata kapten Zaki takut sama istri, haha" bisik Rio dengan salah satu teman anggotanya yang berpangkat bintara.


"Apa kamu bilang?!" Walaupun berbisik Zaki tetap mendengarnya.


"Siap, salah. Mohon ijin" Rio langsung berdiri dan memberi hormat pada Zaki karena perbuatannya.


"Push up kamu!" Perintah Zaki.


"Siap!" Rio langsung mengambil posisi push up.


"25 kali!" Dengan cepat Rio langsung melaksanakan perintah atasannya itu.


"Saya bukan takut. Tapi, saya mencoba menghargai perasaan istri. Kamu belum tahu semua itu karena kamu belum berumah tangga" kata Zaki ditengah tengah kegiatan Rio push up. Riyan yang melihat itu dan beberapa anggota lainnya tertawa terbahak bahak.


Kling! Kling! (Ponsel Riyan berbunyi) dia langsung merogoh saku celananya ternyata ada WA masuk dari sang istri.


📞WA:


"📷 (bagus sekali kamu joget joget sama biduan di sana)"


"Nggak usah pulang sekalian"


******! Kenapa dia tahu aku joget sama biduan itu? Batin Riyan.


"Ya, sudah. Kamu boleh bangun" kata Zaki pada Rio.


"Siap!"


"Heh, kenapa kamu?" Zaki yang melihat kepanikan dari wajah Riyan jelas sangat begitu heran.


"Istriku tahu aku tadi joget sama biduan" jawab Riyan sambil berbisik. Zaki tertawa bukan main.


"Haha. Aku bilang juga apa, untung aku nggak ikut ikut, haha" Riyan menatap Zaki sinis dan berlalu pergi.


Kling! (Kali ini ponsel Zaki yang berbunyi) dia melihat notif dan ternyata dari Laras.

__ADS_1


📞WA:


Laras


"Mas nggak macem macem kan disana?"


Lah, kenapa Laras tanya begini? Batin Zaki.


Zaki


"Ya, nggak lah sayang"


Laras


"Terus kenapa nggak bilang di kapal ada biduannya? Jangan jangan mas macem macem ya disana sama biduan itu?"


Tahu dariman dia?


Zaki


"Nggak sayang. Kamu nih kenapa sih?"


Laras


"Awas ya kalau Laras tahu mas macem macem"


Dari pada ribut yang berkelanjutan Zaki memutuskan menelfon Laras. Baru saja Zaki mengucap salam Laras langsung nyerocos ngomong sana ngomong sini.


Laras tahu bahwa ada biduan itu dari Ningsih. Habis maghrib tadi Ningsih mendapatkan foto dari teman sang suami yang dia percaya untuk mengawasi Riyan. Dan tentu saja setelah mengetahui itu Ningsih marah. Dia langsung memberi tahu Laras dengan niat agar Laras juga menjaga suaminya supaya tidak macam macam seperti Riyan.


Zaki yang mendengar ocehan sang istri jelas membuat kupingnya terasa sangat panas sekali. Berulang kali Zaki mencoba meyakinkan sang istri agar tak berfikir macam macam tentang dirinya namun, rasa kekhawatiran Laras sangat besar sehingga membuatnya sulit percaya.


Akibat 1 orang Zakipun kena batunya, haha.


Awas kamu Riyan! Batin Zaki setelah Laras cerita bahwa dia tahu semua itu dari istri Riyan.


.


.


BERSAMBUNG


.


.

__ADS_1


Haha, kasihan sekali Zaki nggak ikut ikutan malah kena omelan. Sabar ya Zaki, wkwk.


JANGAN LUPA LIKE, VOTE, FAVORITE DAN KOMEN YA, SEMOGA MENGHIBUR. SEE YOU NEXT CHAPTER.


__ADS_2