Pak Tentara

Pak Tentara
Persiapan Family Gathering


__ADS_3

Hai readers! Sebelum baca tolong tinggalin jejak kalian dulu ya dengan cara like, komen, vote dan favorite. Bila perlu kalian ajak teman teman yang lain buat baca karya Author supaya Author juga semangat nulisnya.


••••


Sudah hampir 2 minggu lebih Zaki berada di darat seperti apa katanya keluarga besar Kapal Perang tempat dia bertugas akan mengadakan sebuah acara yaitu family gathering khusus untuk para prajurit yang bertugas di sana. Maka dari itu layar di tunda sampai acara selesai. Acara akan diadakan lusa di atas kapal. Hari ini seluruh prajurit beserta perwira dan komandan akan mempersiapkan berbagai keperluan untuk acara dan tentunya juga dibantu oleh para ibu ibu pengurus.


"Bisa nggak, yangg?" Zaki menuntun Laras melewati tangga kapal agar tidak terpeleset.


"Pagi! Kapten" seorang anggota yang sedang piket jaga memberi hormat kepada Zaki saat dia dan Laras sudah masuk ke dalam kapal. Zaki tersenyum dan mengangguk. Sang anggota langsung menurunkan tangannya.


"Sayang, mas ke ruangan dulu. Mau ikut?"


"Laras langsung ke lapangan kapal aja, mas. Udah di tunggu ibu ibu" Zaki mengangguk dan Laras berlalu pergi meninggalkan sang suami.


"Hai!" Ningsih yang melihat Laras datang langsung mencium pipi kanan dan pipi kirinya.


"Telat ya, aku?"


"Nggak, aku aja baru dateng kok" Laras mengangguk dan mulai membantu bantu ibu ibu yang lain mulai dari ngerempel meja, meniup balon balon, menyusun kursi dan lain lain.


Ditengah tengah kegiatannya tiba tiba dia melihat Nisya putri kecil bu Suryono. Entah kenapa, Laras seakan jatuh hati pada anak itu. Dia langsung meninggalkan pekerjaannya dan menghampiri Nisya yang sekarang sedang berada di gendongan sang mama.


"Nisya?"


"Eh, ibu" bu Suryono langsung menoleh ke arah Laras.


"Bu, saya boleh gendong Nisya?"


"Nanti ibu capek"


"Nggak, kok" bu Suryono pun memberikan sang anak pada Laras. Disana Nisya langsung tersenyum kecil sehingga membuat Laras semakin gemas.


"Bu, saya bawa lihat lihat kapal, ya?"


"Baik ibu" Laras pun membawanya berjalan jalan di sekitar kapal tak terlalu jauh dari lapangan agar sang mama juga tak cemas jika mencarinya.

__ADS_1


Zaki baru saja keluar dari ruangannya dia berniat mendatangi sang istri namun, ketika tiba di lapangan dia tak menemukan keberadaan Laras.


"Bu, lihat istri saya?" Kebetulan yang ditanya bu Suryono.


"Itu, pak lagi gendong anak saya" Zaki langsung melihat ke arah yang bu Suryono tunjuk, dia kaget bukan main melihat sang istri terlihat sangat begitu senang bermain main dengan anak kecil. Zaki tersenyum dan mengucapkan terimakasih pada bu Suryono dia langsung menghampiri istrinya itu.


"Udah nggak sabar ya, punya anak?" Laras kaget mendapati sang suami sudah berada di belakangnya.


"Mas?" tampak senyum malu di wajahnya. Tiba tiba Nisya menangis melihat wajah Zaki. Entahlah, mungkin di mata Nisya Zaki menyeramkan, haha.


"Cup cup cup, Nisya itu om. Diem ya" bukannya diam tangis Nisya semakin kencang sehingga membuat sang mama kaget. Bu Suryono langsung mengambil anaknya dari gendongan Laras.


"Mohon maaf, ibu. Nisya saya susui dulu" Laras mengangguk.


"Mas sih, Nisya nangis kan" Zaki tersenyum melihat Laras cemberut.


"Makanya kita harus sering sering usaha biar cepet jadi" Laras melotot ke arah Zaki kaget mendengar apa yang suaminya katakan.


"Bisa bisanya ngomongin begituan di sini. Kalau ada yang denger gimana?" Zaki tersenyum.


••••


"Honey?" Ningsih menoleh ke arah sang suami yang sekarang sudah berada di sampingnya. Ningsih menatapnya penuh tanya.


"Abang beliin makanan. Keruangan abang yuk"


"Oh, iya. Sebentar" Ningsih ijin pamit ke ibu ibu lainnya untuk pergi bersama suami.


Setibanya di ruangan Ningsih langsung menyiapkan makanan yang sudah dibeli Riyan untuknya dan sang suami. Setelah semua makanan tersaji mereka pun mulai makan.


"Huek... huek..." baru saja menyuapkan 3 sendok nasi ke dalam mulut tiba tiba Ningsih merasa sangat begitu mual. Dia langsung berlari ke toilet kapal memuntahkan semua isi perutnya.


Riyan berlari mengikuti sang istri. Terlihat jelas sekali Ningsih muntah muntah sampai sampai tubuhnya lemas.


"Honey, kamu kenapa?"

__ADS_1


"Nggak tahu, perutku nggak enak"


"Yaudah, kita pulang aja ya" Ningsih mengangguk.


Laras dan Zaki baru saja keluar dari musholah kapal mereka dikejutkan oleh wajah Ningsih yang tampak sangat begitu lemas dan pucat. Tetlebih lebih Riyan merangkulnya kuat sehingga membuat Laras dan zaki menatapnya penuh tanya. Kebetulan mereka lewat dihadapan Zaki dan Laras, ya.


"Loh, mba. sakit?" Laras juga tampak cemas.


"Kurang enak badan. Kalau ibu komandan udah dateng tolong ijinin aku, ya" Laras mengangguk.


"Semoga cepat sembuh, ya" Ningsih tersenyum.


"Za, duluan ya" Zaki mengacungkan jempol pada Riyan.


"Sayang, mau makan? Beli, yuk" Tanya Zaki seraya berjalan melewati lorong lorong.


"Mas aja. Laras nggak enak sama ibu ibu yang lain. Belum pada makan semua, masa Laras makan"


"Ya nanti ibu ibunya dibeliin, yangg"


"Boleh deh" Laras nyengir.


.


.


BERSAMBUNG


.


.


Laras udah nggak sabar readers pengen punya anak, wkwk.


Wah, kira kira si Ningsih kenapa? Ada yang bisa tebak nggak nih😀

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, VOTE, FAVORITE DAN KOMEN YA, SEMOGA MENGHIBUR. SEE YOU NEXT CHAPTER.


__ADS_2