Pak Tentara

Pak Tentara
KITA


__ADS_3

Hai readers! Sebelum baca tolong tinggalin jejak kalian dulu ya dengan cara like, komen, vote dan favorite. Bila perlu kalian ajak teman teman yang lain buat baca karya Author supaya Author juga semangat nulisnya.


•••


"Kok kamu ngomong gitu, Ras?" Zaki benar benar kaget setelah mendengar apa yang Laras katakan barusan. Dia tahu dia salah namun, apa harus Zaki mendengar perkataan Laras barusan?


"Percuma sama sama kalau nggak ada rasa percaya!"


"Ras, plis. Maafin mas. Mas sayang dan cinta sama kamu, mas lakuin itu karena mas takut kehilangan kamu, Ras" Zaki benar benar menyesal dia menundukkan kepalanya. Laras yang melihat itu merasa iba namun, tak sama sekali menghilangkan rasa kecewanya sedikitpun.


"Laras bakal maafin tapi, ini peringatan yang terakhir. Jika mas ulangi lagi dan sikap mas ini masih nggak berubah jangan cari Laras kalau Laras pergi dari hidup mas" mendengar itu Zaki langsung menaikkan kepalanya menatap wajah Laras yang masih berlinang air mata. Senyum mulai mengembang di bibir Zaki.


"Maksih. Mas janji bakal berubah. Jangan pernah bilang ingin pergi dari hidup mas. Mas bisa gila, Ras" Laras mengusap air matanya.


"Laras bilang gini bukan berarti udah sepenuhnya maafin mas. Laras masih kecewa!"


"Iya Ras. Mas ngerti, nggak papa kok dengan kamu mau ngomong sama mas aja mas udah seneng"


•••


Singkat Cerita! Hari pernikahan

__ADS_1


Setelah kejadian beberapa tempo lalu, Zaki perlahan lahan mulai berubah. Sikapnya sudah tak seposesif dulu dia mulai berfikir jernih dan percaya pada Laras. Rasa trauma di masa lalulah yang membuat Zaki bersifat begini. Dia takut akan kehilangan orang yang di sayangnya lagi. Dia takut akan kena karma karena sudah berani memacari pacar orang meskipun dengan alasan tak tahu.


Laras juga mulai, memaafkan sikap Zaki ditempo hari itu. Melihat kegigihan dan sikap yang ingin berubah ditunjukan Zaki padanya membuat dia luluh dan perlahan lahan mulai yakin kembali bahwa Zaki benar benar baik dan sangat mencintainya.


Sebetulnya, acara pernikahan ini dibilang akan benar benar batal karena rasa kecewa yang teramat dalam di hati Laras. Berhari hari bahkan berminggu minggu Zaki dan keluarganya mencoba untuk meyakinkan Laras agar tak membatalkan pernikahan ini. Namun, Laras tetap kekeh ingin membatalkannya. Hingga, 5 hari sebelum pernikahan dia bertemu dengan Wulan, mantam kekasih Zaki.


Disana, Wulan banyak bercerita tentang Zaki dan tentang mengapa sebenarnya mereka mengakhiri hubungan. Wulan, menceritakan semuanya. Dan saat itu juga Laras paham kenapa Zaki bisa bersikap seposesif itu. Dari situlah Laras merubah fikirannya untuk tak jadi membatalkan pernikahan ini. Dia langsung menelfon Zaki dan keluarga Zaki meminta maaf atas segala prilakunya yang semena mena mutuskan keputusan sendiri.


Mendengar perubahan fikiran Laras tentu membuat semua orang merasa senang terutama Zaki, dia langsung menemui Laras saat itu juga. Untung saja gedung, katring dan lain lainnya belum sempat Zaki batalkan entah mengapa Zaki yakin bahwa Laras akan berubah fikiran dan ternyata keyakinan itu benar.


Tepat hari ini adalah hari dimana acar sakral akan berlangsung. Zaki sudah berada di hadapan Erwin dan penghulu untuk melaksanakan ijab kabul. Mereka melangsungkan ijab kabul di rumah Laras. Ya, di rumah dinas yang tentunya hanya dihadiri oleh para prajurit beserta komadan dan istri. Laras yang berada di dalam kamar sungguh gugup. Sholawat serta doa terus ia panjatkan agar semua berjalan dengan lancar.


Hingga tiba tiba terdengar suara riyuh di depan mengucap kata "SAH" Laras bernafas lega sekarang. Dia tampak cantik dengan menggunakan baju kebaya modern berwarna putih dengan balutan hijab dan make up yang membuatnya semakin terlihat sangat begitu cantik.


Laras benar benar malu ditatap oleh Zaki seperti itu. Sambil berjalan dia terus menundukkan pandangnnya. Hingga saat ini mereka sudah bersanding berdua di hadapan penghulu dan sang papa.


Mereka menandatangani buku nikah dan setelah itu dilanjutka dengan pemasangan cincin di jari manis masing masing mempelai. Jari manis Laras sebelumnya sudah di isi oleh cincin lamaran dan sekarang cincin lamaran itu pindah di jari tengah, sengaja Laras pindah agar jari manisnya bisa diisi oleh cincin pernikahan ini. Begitupun dengan Zaki pemikiran mereka benar benar sama.


Setelah, proses memsang cincin di jari manis masing masing. Zaki meraih kepala Laras dan mendaratkan sebuah kecupan hangat di kening sang Istri. Laras merasakan hawa panas yang saat ini ada ditubuhnya. Dia tak menyangka pada akhirnya, Zaki akan melakukan itu.


Kini giliran Laras, dia meraih tangan Zaki lalu kemudian Laras mendaratkan ciuman di punggung tangan sang suami. Tampak riuh suara tepuk tangan dari semua orang.

__ADS_1


Acara selanjutnya adalah prosesi sungkeman. Dengan haru Laras dan Zaki bergantian memohon maaf sedalam dalamnya pada kedua orang tua mereka. Air matalah yang saat ini menetes di mata Laras. Dia tak pernah menyangkan akan secepat ini menyandang status menjadi seorang istri. Ada rasa senang dan sedih jika mengingat waktu di masa masa kecil.


Tak terasa waktu sudah menjelang siang acarapun selesai. Para tamu mulai pulang, acara akan dilanjutkan dengan upacara pedang pora di gedung C sehabis sholat ashar nanti. Sri, Andi, Bram (kakak pertama Zaki), Sofyan (Kakak kedua Zaki), Laras dan Zaki menuju ke hotel untuk beristirahat. Sedangkan Aisyah, Erwin dan Fajri berada di rumah. Mereka akan bertemu di gedung C saat upacara pedang pora akan dilaksanakan nanti.


.


.


BERSAMBUNG


.


.


Gimana?


Seru nggak?


Masih penasaran?


Tunggu chapter selanjutnya.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, VOTE, FAVORITE DAN KOMEN YA, SEMOGA MENGHIBUR. SEE YOU NEXT CHAPTER.


__ADS_2