
Hai readers! Sebelum baca tolong tinggalin jejak kalian dulu ya dengan cara like, komen, vote dan favorite. Bila perlu kalian ajak teman teman yang lain buat baca karya Author supaya Author juga semangat nulisnya.
☆☆☆
Zaki yang sedari tadi gelisah memikirkan tentang bagaimana kondisi Laras sampai sekarang tiba tiba dikagetkan dengan bunyi ponselnya. Diraihnya ponsel itu di dalam saku celana.
Ya allah, ini benar Laras telfon?
Tanpa basi basi lagi dia langsung mengangkatnya.
📲TELFON:
(Hallo. Assalamulaikum, mas?)
"Waalaikumusalam, ini Laras? Iya?"
Disebrang sana Laras tersenyum kecil mendengar nada kepanikan sang calon suami.
(Iya, mas. Ini Laras)
"Gimana keadaan kamu? Mas mau lihat, video call ya?"
Sejujurnya, Laras malu. Karena baru pertama kali video call dengan laki laki. Bahkan dengan papa dan kakaknya pun dia tak pernah. Namun, Laras tahu seberapa khawatirnya Zaki sehingga, dia mau. Dengan syarat hanya sebentar.
📱Video Call:
"Hai?☺"
(Laras tersenyum)
"Gimana? Udah enakan badannya? Mas dari tadi mikirin kamu"
(☺. Laras udah baikan, alhamdulillah)
Terlihat Zaki sedang bernawas lega dari balik layar itu.
"Kamu sakit apa sebenarnya, Ras?"
(Laras punya riwayat asma, mas. Ya, gini kalau kecapekan, banyak fikiran terus makan sembarangan pasti kambuh)
"Oh, ya? Mas baru tahu itu. Maaf ya, seharusnya mas lebih banyak mencari tahu tentang kamu"
(Laras mengangguk seraya memberi senyum manisnya di tengah tengah wajah pucatnya)
"Mas kangen, Ras"
Deg...seketika jantung Laras berdebar debar tak bernafas, padahal hanya sebuah kata kangen dari jarak jauh. Bagaiman nanti jika Zaki mengatakannya secara langsung. Bisa bisa mati berdiri Laras, wkwk.
"Kamu kenapa, Ras? Baik baik aja, kan?"
Zaki heran menatap wajah Laras yang berubah dari sebelumnya.
(Hm..i-iya, mas)
Zaki tersenyum.
"Mas tadi bilang kangen loh, Ras"
(Iya, Laras dengar)
"Terus, nggak mau ngomong apa gitu setelah dengar itu?"
(Ya, ngomong apa?)
"Ya, ngomong kek kalau kamu kangen juga atau apa gitu"
Laras tersipu malu.
(Nggak mau)
"Kenapa?"
(Kan belum halal)
__ADS_1
Zaki tersenyum mendengar apa yang Laras katakan. Dia senang melihat wajah Laras malu malu begitu.
"Iya, nanti sepulang mas dari sini kita langsung pengajuan nikah. Mas akan kasih tahu berkas berkas apa yang harus kamu urus"
Sontak hal itu membuat Laras kaget.
(Kok cepet banget, mas? Hm..maksud Laras, apa tidak terlalu mendadak gitu?)
"Ya, enggaklah. Tapi, kamu mau, kan?"
Dengan malu malu Laras mengangguk. Tanpa mereka sadari sudah hampir setengah jam bervideo call lan. Laras yang bilang hanya sebentar eh, tahu tahu kebablasan. Memang benar ya apa kata orang, cinta mengalahkan semuanya.
♧♧♧
2 hari 1 malam sudah Laras dirawat di rumah sakit dan alhamdulillah hari ini dokter membolehkannya pulang. Setibanya di rumah Laras langsung merebahkan diri di atas kasur karena memang saat ini dia masih merasa lemas dan pusing ya, akibat tekanan darah yang sangat rendah, untuk jalan pun dia masih bergetar.
Dipejamkannya mata berniat istirahat namun, tiba tiba dia terganggu dengan getaran ponsel yang beberapa kali berbunyi. Laras berdecak kesal dan meraih ponsel itu. Saat dibuka ternyata chat masuk dari Fajri, kakak Laras yang berada di kota M sedang melakukan pendidikan di sana sebelum dilantik menjadi Bintata TNI AL.
Laras merasa senang mendapatkan kabar dari sang kakak di langsung membuka chat itu.
📞WA:
Fajri
"Ras?"
"Wey, budek"
"Kamu sakit, ya?"
"Bolot, bales"
"Terus aku denger kamu dilamar perwira, ya?"
"Bales, GPL"
Laras mendenggus kesal mendapati chat kakakanya yang seperti itu. Baru juga ngeWA udah ngata ngatain. Dasar! Gumamnya.
Laras
Fajri
"Syukur deh. Mama papa apa kabar?"
Laras
"Baik, alhamdulillah. Kamu di sana apa kabar?"
Fajri
"Baik kok"
"Eh. Emang bener kamu dilamar perwira berpangkat kapten?"
Laras
"Iya"
Fajri
"Kok mau sih kaptennya sama kamu? Jangan jangan kamu pelet, ya?"
Lagi lagi Fajri membuat Laras kesal. Ada ya kakak kayak dia? Bukannya doain adek nya yang baik baik eh, malah nuduh nuduh sembarangan, batin Laras.
Laras
"Ku kasih tahu mama sama papa kamu!"
Fajri
"Nggak takut, bleee😛"
Laras
__ADS_1
"Males ah ngomong sama kamu"
Fajri
"Bercanda broo, gitu aja marah. Haha"
"Terus gimana kelanjutan hubungan kamu tuh sama si kapten?"
Laras
"Baik kok"
Fajri
"Ada rencan mau nikah?"
Laras
"Bulan depan pengajuan rencananya. Emang kenapa?"
Fajri
"Hah? Beneran ini?"
Laras
"Iya"
Fajri
"Umur mu kan masih 19 yakin mau nikah muda?"
Laras
"Daripada nanti berbuat yang nggak nggak"
Fajri
"Iya sih. Yaudah aku mah setuju setuju aja"
Laras
"Kamu kapan pelantikan, kak?"
Fajri
"Bulan depan awal. Kamu sama mama papa datang ya. Awas kalau nggak"
Laras
"Pasti donggg. Yaudah lah, Laras mau istirahat"
Fajri
"Okey. Bye bye bolot".
Baru saja Laras mememjamkan mata namun, lagi lagi ponselnya bergetar. Bagaimana bisa aku istirahat jika teru terusan diganggu seperti ini, menyebalkan. Batinya.
Dia meraih ponsel itu lagi dan ternyata itu chat masuk dari Zaki. Mulutnya menganga matanya tak berkedib, badannya kaku seolah tak percaya. Ya, dia sangat kagaet setelah mendapatkan foto yang Zaki kirim.
.
.
BERSAMBUNG
.
.
Kira kira Zaki ngirim foto apa ya? Tunggu chapter selanjutnya.
Untuk yang selalu suport dan like Author ucapkan terimakasih banyak. ILY buat dukungan kalian. Dapat salam dari Author yang ada di Kalimantan :)
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, VOTE, FAVORITE DAN KOMEN YA, SEMOGA MENGHIBUR. SEE YOU NEXT CHAPTER.