Pak Tentara

Pak Tentara
Perkenalan


__ADS_3

Hai readers! Sebelum baca tolong tinggalin jejak kalian dulu ya dengan cara like, komen, vote dan favorite. Bila perlu kalian ajak teman teman yang lain buat baca karya Author supaya Author juga semangat nulisnya.


Pov Laras!


"Ibu?" Aku langsung menoleh ketika seseorang memanggilku.


"Saya bu Suryono"


Ah, iya. Aku mengingatnya.


"Oh, iya bu" kujabat tangannya dan mencium pipi kanan pipi kiri biasalah ibu ibu, hehehe.


"Ibu komandan (istri komandan) dimana ya, bu?" Tanyaku.


"Mari saya antar, ibu" aku mengikuti langkah kaki bu Suryono dan tibalah aku disebuah barisan yang terbilang hanya ada orang orang penting di dalamnya.


"Mohon ijin ibu, kami istrinya kapten Zaki" kataku memperkenalkan diri.


"Eh, iya. Sini sini, dek. Dari tadi kamu tak cariin. Darimana?" Tanya salah satu ibu yang ku tahu pasti, dialah ibu komandannya. Aku tersenyum dan mendekat ke arahnya.


"Kami tadi nemenin suami, mohon ijin"


"Hm, iya. Ayo pada kenalan. Bu Riyan ini juga baru, dek. Baru nikah 1 bulan lalu ya?"


"Siap ibu" jawabnya. Kamipun berkenalan, ternyata semua orang disini sangat sangat menyambut kedatanganku dengan baik, aku jadi merasa mempunyai teman teman baru lagi dan tak kesepian.


"Pengantin baru kelihatannya bersinar sinar, ya" goda bu palaksa (istri wakil komandan) aku tersenyum malu dibuatnya.


Singkat cerita!


Tibalah kami semua di dalam aula kantor untuk melaksanakan giat hari ini. Sebelum acara arisan dimulai aku dipersilahkan memperkenalkan diri di depan semua ibu ibu Jalasenatri. Sebelumnya aku sudah sempat menghafal point point apa saja yang harus ku katakan tentunya itu semua dibantu oleh bu Suryono.


"Selamat pagi. Ibu ketua, ibu palaksa mohon ijin kami ingin memperkenalkan diri" Mereka berdua tersenyum dan mengangguk ke arahku memberi tanda bahwa mereka mengijinkan.


"Perkenalkan nama kami pribadi Diandra Larasati, kami anak ke 2 dari 2 bersudara. Nama suami kami M. Zaki Yusuf Abidin berpangkat kapten. Untuk pendidikan terakhir, kami saat ini masih kuliah semester 4, jurusan teknik sipil di Universitas ****. Usia kami 19 tahun dan suami 23 tahun. Mohon bimbingannya ibu ketua, ibu palaksa dan semua ibu ibu Jalasenatri lainnya. Mungkin ini saja perkenalan dari kami. Mohon maaf jika ada salah kata. Terimakasih dan selamat pagi" aku memberi hormat pada ibu ketua dan ibu palaksa setelah itu aku kembali duduk di samping bu Riyan.

__ADS_1


Selesai giat kami bersama ibu ibu pengurus kumpul di ruang Jala (Satu ruangan yang kusus disediakan untuk ibu ibu Jalasenatri).


Entah kenapa aku dan bu Riyan sudah sangat sangat merasa akrab saat ini, padahal kami baru kenal. Mungkin karena usia kami masih sama sama muda dan juga usia pernikahan kami sama sama masih baru ditambah dia orangnya humble dan ramah.


"Mba, nanti pulang bareng aku aja, ya" aku mengangguk menerima tawaran bu Riyan.


Mataku tiba tiba tertuju pada anak perempuan yang masih balita berada digendongan bu Suryono, refleks aku menghampirinya.


"Anak siapa ini, bu?"


"Anak saya ibu" aku kaget dong. Soalnya, bu Suryono ini terlihat sudah berumur tapi, masih mempunyai anak kecil.


"Dapat bonus ibu" aku tertawa mendengar dia mengatakan itu.


"Boleh saya gendong, bu?"


"Siap ibu. Boleh" Aku langsung meraih anak itu dan untungnya dia diam tak menaangis saat ada di gendonganku.


"Semoga cepet dapet momongan ya ibu" sahut bu Fredi.


"Aamiin" kataku seraya tersenyum.


Lucu juga kalau punya anak, batinku.


"Ih, dek. Kelihatannya udah siap ya jadi ibu?" Tiba tiba bu komandan berkata begitu dan perkataannya berhasil membuatku tersenyum malu.


"Hehe, siap ibu"


"Gimana mau jadi, baru nikah sudah ditinggal layar sama kapten Zaki" goda bu palaksa.


Semua ibu ibu tertawa termasuk aku. Senang sekali rasanya ikut organisasi begini. Sejak SMK aku ingin sekali ikut organisasi tapi, mama melarang karena takut nilai ku turun. Dan alhamdulillah setelah menikah allah memberiku kesempatan ikut berorganisasi. Meskipun d kampus ada ya, tetap saja mama tak membolehkannya.


"Mba kok mau sih nikah muda?" Mata bu Riyan fokus menatap kedepan seraya tangan mengemudi stir mobil.


Saat ini kami sudah berada di dalam mobilnya, perjalanan pulang.

__ADS_1


"Ya daripada nanti ngelakuin yang nggak nggak lebih baik kan nikah. Mau berbuat apa aja dapat pahala" bu Riyan tersenyum dan mengangguk angguka kepalanya.


"Kalau boleh tahu, ketemu sama kapten Zaki dimana, mba?"


"Tetanggan. Rumah jabatan mas Zaki itu berhadapan sama rumah jabatan papa ku, mba"


"Oalah. Orang tua mba angkatan laut juga?" Aku mengangguk.


"Pangkatnya apa mba?"


"Kopral" Wajah bu Riyan langsung berubah menjadi kaget seolah tak percaya dengan apa yang ku katakan.


"Kaget ya? Sama mba, rasanya masih nggak percaya aja anak kopral bisa nikah sama perwira, haha" sambungku.


"Jodoh nggak ada yang tahu mba. Aku cuman sedikit heran aja, masih ada ya ternyata laki laki kayak kapten Zaki" aku tersenyum.


"Ya, alhamdulillah. Nggak gampang juga mba kami melalui semua ini sampai akhirnya bisa menikah"


"Aku udah bisa nebak. Pasti nyinyiran tetangga kan, mba?" Aku mengangguk.


"Biasalah itu, mba. Jangan diambil pusing" aku tersenyum.


Ternyata dia benar benar baik, batinku.


.


.


BERSAMBUNG


.


.


Tunggu chapter selanjutnya ya, maaf upnya lama, hehe.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, VOTE, FAVORITE DAN KOMEN YA, SEMOGA MENGHIBUR. SEE YOU NEXT CHAPTER.


__ADS_2