Pak Tentara

Pak Tentara
Memanja


__ADS_3

Hai readers! Sebelum baca tolong tinggalin jejak kalian dulu ya dengan cara like, komen, vote dan favorite. Bila perlu kalian ajak teman teman yang lain buat baca karya Author supaya Author juga semangat nulisnya.


••••


Aku yakin pasti sebentar lagi mereka akan cerai! Aku akan tunggu janda kamu, Ras. Batin Gio.


Sudah lama Gio menyukai Laras. Dia ingin sekali menyatakan cintanya namun, Gio tahu jika Laras bukan tipe wanita yang suka ditembak ataupun hoby berpacaran. Laras lebih respect sama laki laki yang mengajaknya ke jenjang lebih serius. Gio berniat sehabis wisuda akan melamar Laras eh, ternyata Laras lebih dulu dipinang oleh laki laki yang baru mengenalnya. Sungguh, Gio merasa sakit hati.


Diwaktu itu Gio mendapat kabar bahwa Fiya sepupunya akan ke kota S karena pacarnya meninggal dalam penugasan. Fiya meminta Gio menemaninya untuk menemui teman lamanya yaitu Zaki. Kenapa Fiya ingin menemui Zaki? Karena Fiya tahu, Zaki sedang ada di kota ini dari sosial medianya dan terlebih lagi Zaki itu satu profesi dengan almarhum pacarnya. Saat itu Gio masih belum tahu kalau teman yang ingin ditemui sepupunya itu adalah Zaki makanya dia mau.


Saat Gio tahu bahwa Zaki lah teman Fiya dia langsung ingin pergi dari tempat itu namun, dengan cepat sang sepupu menghalanginya. Berkat rayuan Fiya akhirnya, Gio mau dan kebetulan sekali saat Fiya sedang bercerita tentang almarhum pacarnya sambil menangis sesegukan ke Zaki mungkin karena terbawa suasana tanpa sengaja Fiya memeluknya. Zaki sama sekali tak bisa menolak karena dia tahu bagaimana perasaan temannya itu.


Momen itu Gio manfaatkan untuk membuat kisah yang tidak benar. Dia memfoto kedua orang itu saat tengah berpelukan dan yang jelas tanpa sepengetahuan mereka. Tengah malam Gio menelfon Laras dengan sengaja, memberi tahu bahwa dia tak sengaja melihat Zaki sedang makan berdua dengan wanita lain lebih parahnya mereka berpelukan. Dan saat itu dimulailah pertengakran Zaki dan Laras. Jahat bukan? Sangat!


"We, ngelamun aja kamu" Gio kaget seketika lamunannya buyar karena mendapat senggolan dari Andre.


"Iya nih, ngelamunin apa? Cewek? Emang punya?" Ledek Fifi.


"Ih, apa sih. Aku lagi mikirin Laras" Andre dan Fifi kaget.


"Ngapain kamu mikirin dia?" Selidik Andre.


"M-maksud aku gini, iya lagi mikirin dia kok dari tadi nggak dateng dateng. Bentar lagi kelas mau mulai kan?"


"Hm..kamu aneh deh, nggak biasanya kamu begini. Jangan bilang kalau kamu naksir ya sama Laras?" Fifi mencoba menebak nebak isi fikiran temannya itu.


"Heh, mulutmu nggak ada remnya. Jelas jelas Laras udah nikah. Ya nggam mungkinlah Gio suka sama dia, ya nggak Gi?" Timpal Andre

__ADS_1


"I-iyalah. Mana mungkin" Gio mengelak.


"Ya siapa tahu aja, kan. Kita nggak pernah tahu gimana perasaan orang" sindir Fifi.


"Kamu kalau punya mulut dijaga dong!" Tiba tiba Gio marah dan itu berhasil membuat Andre dan Fifi kaget.


"Ye, orang cuma bercanda. Kalau nggak bener ngapain marah? Nggak jelas!"


"Eh, udah udah. Mending kita ke kelas bentar lagi kelas mulai" Andre langsung menarik tangan Fifi dan Gio untuk masuk ke dalam kelas daripada nanti malah terjadi keributan.


Untuk Laras hari ini absen dulu karena memang benar benar kondisinya sedang tidak baik. Terlebih Zaki baru mendapatkan kabar bahwa sore ini dia akan berangkat layar. Hal itu, sontak membuatnya cemas dengan kondisi sang istri. Dia tak mungkin meninggalkan Laras dalam kondisi seperti ini namun, dia juga tak bisa meninggalkan tanggung jawabnua sebagai seorang abdi negara. Ini benar benar pilihan yang sulit!


"Laras nggak mau ditinggal sama mas!" Laras merasa kesal karena Zaki akan pergi sore ini.


"Jadi, mas harus gimana sayang? Kamu kan sudah tahu bagaimana konsekuensinya jadi istri mas?" Laras diam tak menghiraukan perkatann suaminya itu. Zaki semakin bingung dibuatnya.


"Mas Zaki juga harus ngertiin Laras dong, ma. Orang ini anaknya!" Aisyah mengehmbuskan nafas dengan kasar. Dia benar benar tidak habis fikir dengan Laras, tak biasanya putrinya begini.


"Boleh mas pergi ya, sayang? Nanti mas beliin oleh oleh deh" bujuk Zaki.


"Laras nggak mau oleh oleh. Laras maunya mas. Titik!" Zaki semakin kebingungan dia menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Begini ya rasanya punya istri hamil? Gumamnya.


"Ras, kamu nggak boleh kayak gitu!" sahut mama.


"Yaudah iya, mas boleh pergi" Zaki langsung menatap istrinya. Laras mencoba mengerti akan tugas sang suami makanya dia mengizinkan.

__ADS_1


Kasihan juga kalau aku nggak diijinin. Tapi, aku kan lagi hamil seharusnya dia ngerti dong, lagi pula inikan anaknya dia. Ah, nggak nggak. Aku nggak boleh egois, batin Laras berdebat dengan dirinya sendiri.


"Beneran yangg?" Laras mengangguk.


"Ada syaratnya" hmm, ternyata nggak gratis, wkwk.


"Apa?"


"Beliin Laras asinan mangga sama kedondong terus jangan lupa es crem yang banyak" Zaki tersenyum, sedangkan Aisyah hanya bisa menggeleng gelengkan kepala


melihat sikap putrinya itu.


.


.


BERSAMBUNG


.


.


Gimana komentar kalian tentang chapter ini?


Author mau kasih tahu nih kalau novel Pak Tentara akan segera tamat. Jadi, baca terus ya ini detik detik terakhir, hehe.


JANGAN LUPA LIKE, VOTE, FAVORITE DAN KOMEN YA, SEMOGA MENGHIBUR. SEE YOU NEXT CHAPTER.

__ADS_1


__ADS_2