
Hai readers! Sebelum baca tolong tinggalin jejak kalian dulu ya dengan cara like, komen, vote dan favorite. Bila perlu kalian ajak teman teman yang lain buat baca karya Author supaya Author juga semangat nulisnya.
Pov Laras
Di gedung
Upacara pedang pora akan segera dimulai. Kali ini aku mengenakan gaun yang sangat begitu indah dengan warna biru laut dan mas Zaki menggunakan seragam PDU, tampak sangat gagah sekali dia mengenakan baju berwarna putih itu. Sampai sampai aku terpesona sendiri.
(Upacara pedang pora)
Skip ya, Author nggak terlalu tahu takut salah, hehe.
Acara ini dihadiri oleh teman teman kampus ku, tetangga tetangga ku, rekan kerja mas Zaki baik di kapal maupun di darat, komandan beserta istri dan para keluarga.
Acara berjalan dengan sangat lancar. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 20.35 para tamu mulai pulang dan acara selesai, aku dan mas Zaki beserta dengan keluarganya langsung pulang ke hotel sedangkan mama, papa dan kak Fajri pulang ke rumah dinas papa.
Setibanya di hotel aku langsung membersihkan diri begitupun dengan mas Zaki. Sebelum tidur, kami melaksanakan sholat isya dan mengqodo sholat maghrib yang tadi tertinggal secara berjamaah.
Entah kenapa detak jantungku mulai kembali tak karuan. Aku sudah berganti pakaian menggunakan baju daster pendek seperti halnya di rumah ketika ingin tidur. Ada rasa malu sebenarnya tapi, beginilah aku.
Memakai daster itu enak tiada duanya menurutku, apalagi kalau dasternya bolong kek ada angin angin yang buat kita semriwing gitu, haha. Bener nggak?
"Sayang?" Mas Zaki memindahkan kepalaku di atas lengannya. Dia menatapku penuh arti yang tak ku tahu.
"Boleh?" Bisiknya.
"Apa?" Dia tersenyum.
"Kamu capek ya? Yaudah, nggak papa"
__ADS_1
Aku tahu sebenarnya apa maksud perkataannya ini. Jika boleh jujur, ada rasa takut tersendiri di dalam hatiku sebab ini akan jadi yang pertama. Bukan aku ragu memberikannya pada mas Zaki namun, aku takut karena kata mama jika pertama itu akan sakit. Tapi, inilah kewajiban seorang istri mau tidak mau aku harus memberikannya. Aku adalah seorang istri, dia sudah menikahiku dan sewajarnya itu dia miliki.
"Yaudah, tidur aja kalau gitu" mas Zaki memejamkan matanya. Aku tahu dia kecewa.
"Mas?"
"Hm.." tanpa sedikitpun dia membuka mata. Ku beranikan diri memegang pipinya. Mata mas Zaki tiba tiba terbuka, dia menangkap tangan ku dan mengecupnya.
"Kenapa?"
"Hm..anu, itu" mas Zaki tertawa memdengarku mengucap kata yang tak jelas.
"Apa sih?"
"Kalau mas mau, boleh kok" ucapku dengan malu. Matanya langsung berbinar.
"Beneran? Ikhlas?" Aku mengangguk malu sambil menyimpan senyum.
Terdengar lantunan suara adzan subuh. Tubuhku, rasanya benar benar lelah dan sakit semua. Ku buka mata perlahan dan menemukan sosok laki laki yang sekarang sudah sah menjadi suamiku. Jika mengingat tentang kemarin malam rasanya, aku benar benar malu.
Sebelum, mas Zaki bangun aku harus bergegas pergi untuk mandi sebelum dia kembali menerkamku. Malam tadi saja aku sudah sangat dibuatnya kelelahan.
Baru saja bergerak sedikit aku merasakan nyeri dibagian tertentu. Sulit sekali rasanya untuk berdiri tapi, aku harus bisa sebelum mas Zaki melihatku sudah bangun.
Usahaku tak sia sia. Saat ini, aku sudah berada di dalam kamar mandi dan dengan segera aku mensucikan diri untuk sholat subuh. Selesai mandi dan berwudhu aku membangunkan mas Zaki namun, dia tak bangun bangun malah ngoroknya semakin besar.
Ternyata dia bisa ngorok juga, hihi, batinku.
"Mas? Bangun udah subuh. Sholat mas!" Bukannya bangun dia malah menarik ku ke dalam pelukannya.
__ADS_1
"Mas..."
"Iya sayang. Sebentar" aku diam menuruti keinginannya. Ku tunggu tunggu hingga lebih dari 5 menit sudah dia mendekap ku.
"Nanti subuhnya habis, ayo bangun"
"Cium dulu"
"Laras habis wudhu ya, jangan macem macem. Udah sana mandi" mas Zaki tertawa dan setelah itu duduk, mengecup keningku lama.
"I love you" bisiknya. Aku tersenyum malu.
Dia ikut tersenyum, dan kemudian beranjak pergi ke kamar mandi.
.
.
BERSAMBUNG
.
.
Gimana?
Masih penasaran nggak sama kisah mereka?
Terus ikutin makanya:)
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, VOTE, FAVORITE DAN KOMEN YA, SEMOGA MENGHIBUR. SEE YOU NEXT CHAPTER.