
setelah kejadian di parkiran toko olahraga tersebut, mereka menuju perjalanan selanjutnya yaitu supermarket, karna Putri merasa kehabisan stok cemilan di rumah serta beberapa barang lainnya, ya supermarket serba ada yang besar adalah pilihannya
" ndra ke yang itu aja ya supermarketnya" menunjuk salah satu supermarket yang di inginkannya
" hemmm"
akhirnya sampai lah mereka di supermarket tersebut
" ndra dorongin ya trolinya" ujar Putri main perintah aja
" hemm"
" ndra napa sih, ga ada apa kata kata selain ham hem ham hem" ngomel dah akhirnya sebel banget kayaknya kaya di kacangin ma Indra
"iya tuan Putri sini aku dorongkan trolinya" sahut Indra dengan senyum seramah mungkin karna merasa di desak untuk banyak bicara
" gitu dunk ganteng deh lo" nyubit pipi lagi
"hobby banget sama pipi gue ni si aneh" batin Indra
Putri pun memilih banyak barang , makanan dan sebagainya , dia kayaknya tau nie bakal dibayarin lagi ma Indra , mulai dah berharap si Putri, tapi tenang ya Putri mah anak orang kaya dia juga ga matre cuma kalo dibayarin kan lumayan
" ndra lo ga mau beli apa gitu" tanya Putri yang hanya melihat Indra mendorong troli aja sedari tadi
Indra hanya menggeleng
Putri pun berhenti di bagian jual daleman karna ingin membeli beberapa.
" astaga gue di bawa kesini ngapain juga sih" batin Indra merasa malu karna merasa di tatap oleh beberapa orang disana " jangan sampai di nyobain juga kaya dia nyobain kacamata renang tadi "
putri yang tak sadar dengan kegusaran Indra karna malu , tetap santai memilih milih daleman yang di inginkannya
" bagus yang mana yaa" gumamnya sambil melihat melihat daleman yang berbagai macam warna dan model tersebut " coba deh gue tanya Indra yang mana yang bagus" usulnya
" whatt Indra " kaget sendiri karna ingin minta pendapat Indra " haduh kenapa gue bisa lupa sih lagi sama dia , biasanya kan ke tempat daleman sama mama, haduh gimana ni pasti dia malu banget deh"
setelah memilih beberapa yang di rasa cocok, Putri langsung menghampiri Indra yang sudah menunggu di dekat situ ga berani mengekor tambah malu rasanya ya kan
__ADS_1
" ndra sorry yaa, gue ajak lo tempat ginian" menatap Indra dengan wajah kecemasan takut Indra ngambek kayaknya
" iya ga papa, udah kan, ayo pulang" balas Indra dengan muka yang biasa aja padahal malu banget tadi, berusaha sebisa mungkin agar terlihat ga malu
" makasih udah ga ngambek "tarik hidung Indra gemas
" wah apalagi ini , hidung gue lagi sasarannya " gumam Indra dalam hati
" Yang penting lo ga nyoba dan minta pendapat gue kaya kaca mata renang tadi" ujar Indra alhamdullilah panjang ni ngomongnya sekarang
" whatt, lo mengharap gue nyoba gitu" sahut Putri menoleh ke Indra dengan wajah selidiknya
" ga lah "
" ohhh, bisa mesum juga lo" senggol putri dilengan Indra sambil berjalan menuju kasir
" memang gue keliatan mesum" tanyanya dengan wajah kelihatan kesal
" hem.dikit " sahut putri dengan senyuman manisnya
akhirnya mereka sampai di kasir dan bayar, Kali ini Putri ga mau Indra yang bayarkan, bersikeras agar bayar sendiri karna ga enak juga kali di bayar kan terus
" beli ice cream yu "
" oke"
mereka pun menuju ke tempat cafe ice cream , dan memesan dengan rasa kesukaan masing masing
" ndra enak kan ice cream disini " tanya Putri sambil terus menyendok ice creamnya
" hemmm"
"ndraa , lo bener nie ga mau gue comblangin ma Rizka" tiba tiba bertanya soal Rizka lagi ke Indra kayaknya maksa banget mau jodoh jodohin orang, nurun dari mamanya ni suka jodoh jodohin orang.
" ga "
" lo yakin?? Rizka cantik lo, walaupun oon dikit, tapi baik kok anaknya, entar keduluan orang lo" masih dengan memaksa sekali
__ADS_1
" kenapa lo comblangin Rizka ke gue??" tanya Indra
" karna lo jomblo" balas Putri santai
"okeh berarti gue bakal ga jomblo lagi biar lo berhenti nyomblangin gue" balasnya dengan wajah serius bahkan serius sekali
" jadi mau cari pacar sendiri ni" selidik Putri menatap ke mata Indra dengan serius
" ga "
"terus" tanya Putri cepat
" gue bakal terima pertunangan yang ditawarkan orang tua gue"
Putri yang mendengar apa yang dikatakan Indra langsung terkejut bukan main, wajahnya langsung menatap kearah Indra lurus, Putri berpikir apakah yang dimaksud Indra adalah dirinya karna selama ini orang tuanya selalu mencoba menjodohkan mereka, hanya saja Putri masih tidak tau tentang rencana pertunangan yang dimaksud Indra
putri diam beberapa menit hanya menikmati ice creamnya dan mencerna apa yang dimaksud Indra tadi , dan akhirnya kembali membuka percakapan
" lo serius mau di tunangin" tanya Putri
" hemm"
"sama siapa??"
"lo bakal tau nanti" balas indra menatap wajah Putri
" main rahasia ni" balas Putri
" terserah gue , yang penting lo berhenti comblangin gue"
" ga mau, soalnya gue ga percaya"
" okeh gue akan minta orang tua gue percepat pertunangan gue biar lo berhenti penasaran dan comblangin gue dengan Rizka" jelas Indra panjang lebar
Putri pun terdiam karna merasa sangat serius
" ya udah terserah dah, ayo bayar kita pulang" putri terlihat BT atas kenyataan apa yang Indra katakan sekaligus penasaran siapa cewe itu, putri pun juga berpikir apakah yang dimaksud dia sendiri, karna beberapa kali orang tuanya mengatakan tentang perjodohan bersama Indra
__ADS_1
selama perjalanan mereka hanya diam, sambil mencerna masing masing atas percakapan di cafe Ice cream tadi.