
Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, Putri baru saja menyelesaikan tugas sekolahnya yang akan di kumpul esok hari.
" alhamdullilah udah selesai"
" ehem" Indra menepuk nepuk tempat tidurnya
" iya aku sikat gigi dulu" Putri seolah mengerti apa yang dimaksud suaminya.
setelah mencuci muka, dan sikat gigi Putri bergegas naik ke tempat tidur , dimana Indra sudah menunggunya.
" apa disekolah baik baik aja?" tanya Indra pada Putri yang bersandar dibahu Indra.
" iya baik sayang, ga ada kamu ternyata bikin aku lesu seharian" jawab Putri sambil menepuk nepuk dada Indra pelan
" masa sih??"
" iya, beneran makanya cepat sembuh dong biar bisa sekolah"
" aku udah sembuh, cuma masih lebam aja" sambil mengelus rambut Putri
" hmm, aku sayang kamu ndra, jangan gini lagi ya"
" iya sayang, ya udah ayo tidur, hmm kalender berlaku ga malam ini??" Indra mulai dengan kemesummannya lagi.
" kamu masih lebam juga, kalender istirahat dulu" jawab Putri singkat dan langsung menarik selimutnya.
Indra hanya tersenyum dengan kelakuan istrinya itu, padahal Indra hanya becanda eh si Putri udah gugup aja, tapi andai Putri mengiyakan Indra menyambut dengan senang hati wkwkwk.
***
setelah berkutat dengan kegiatan sekolah yang melelahkan , waktu menunjukkan pukul 2 siang, karna tidak ada kelas tambahan akhirnya Putri langsung pulang, rasanya bahagia banget bisa makan siang di rumah dan menemani Indra seharian..
" assalamualaikum" Putri langsung membuka pintu
" walaikumsalam mba" Putri disambut oleh bi Nani
" mama pergi mba???"
" iya mba"
setelah berbincang bincang sebentar, Putri menemui Indra dikamarnya, Indra memang jarang keluar kamar kalau tidak merasa penting, apalagi orang tuanya sibuk, Indra lebih suka di kamar menghabiskan waktu dengan buku buku tercintanya itu.
" eh pulang cepat" Indra menyambut Putri dengan bahagia, karna akhirnya dia ada teman dirumah bukan hanya di temani buku bukunya saja.
" hehe iya sayang, bentar aku bersih bersih badan dulu ya" Putri langsung masuk kamar mandi.
setelah beberapa saat Putri sudah mengganti pakaiannya dan terlihat lebih segar, maklum ya disekolah kan banyak debu jadi suka kelihatan kucel kalo pulang sekolah.
__ADS_1
Putri pun mengajak Indra makan siang, sebenarnya Indra sudah makan karna harus minum obat akhirnya Indra hanya menemani Putri saja makan.
ting nong bunyi bel
bi Nani bergegas ingin membuka pintu , tapi di tahan oleh Indra, karna bi Nani terlihat masih banyak pekerjaan di dapur.
" biar saya saja bi" ujar Indra yang beranjak dari meja makan.
ceklek
" assalamualaikum"
" walaikumsalam" betapa terkejutnya Indra ternyata yang datang adalah Rizka dan Kriss.
Indra sempat mematung beberapa saat, karna terkejut atas kedatangan 2 teman kelasnya itu.
" siapa yang???" tanya Putri yang berjalan mendekati arah pintu, betapa terkejutnya Putri yang melihat Rizka dan kriss yang sudah di depan pintu.
" hah YANG???? " batin Rizka, hmm, ga diajak masuk ni?" tanya Rizka yang merasa Putri dan Indra yang terpaku beberapa saat.
" eh iya masuk ayo" ajak Putri pada Rizka dan Kriss
Rizka sih sebenarnya tidak terlalu aneh, kalau Putri ada di rumah Indra , tapi berbeda dengan Kriss yang tau bahwa Putri dan Indra adalah sepasang kekasih, Kriss begitu terpesona melihat Putri dengan baju santainya yang belum pernah dilihatnya sebelumnya, Putri juga terlihat memakai make up , padahal sih tujuannya menyenangkan hati suami eh malah ada yang senang juga selain Indra.
" duduk Riz Kris" putri mempersilahkan Kriss dan Rizka duduk di ruang tengah agar suasana santai.
" eh kok sal ting gitu sih" celetuk Rizka yang memang melihat keanehan dengan sikap Indra dan Putri.
" siapa sih yang salting" Putri mencoba lebih rileks agar tidak terlihat kalau sedang sedikit berakting.
" Indra gimana keadaan lo?" Rizka masih mendominasi dalam mengajukkan pertanyaan, berbeda dengan Kriss yang kebanyakkan melirik ke arah Putri, dan tidak terlalu konsen dengan tujuan utama untuk menjenguk Indra.
" alhamdullilah Riz udah lumayan" Indra menjawab sekenanya sambil sesekali melihat ke arah Kriss yang disadarinya banyak mencuri pandang pada istrinya.
" kok kalian datang berdua sih" kali ini Putri sedikit penasaran kenapa Rizka bisa bersama Kriss.
" ouh hehe, ga papa put kebetulan aja aku tadi ketemu Kriss di jalan, dan ku ajak aja kesini" sambil garuk garuk kepala cengengesan.
" ouh gitu" Putri hanya manggut manggut.
tak berapa lama, bi Nani mengantar minuman dan makanan cemilan untuk para tamu Indra dan Putri.
" kalian cuma berdua??" tanya Kriss tiba tiba
" ga kok ada bi Nani" sahut Putri
" ya tau, maksud ku orang tua Indra" lanjut Kriss
__ADS_1
" mereka lagi pergi" jawab Indra singkat
Indra dan Kriss bersitatap, ada keanehan dibalik wajah mereka berdua, Indra yang terlihat tidak suka dan Kriss yang menaruh curiga, sungguh Indra rasanya ingin sekali menyuruh Kriss untuk pulang lebih dulu, tapi apa daya mengusir tamu perbuatan dosa.
melihat Kriss terlalu banyak menatap sang istri, Indra berpindah duduk disebelah Putri. Putri yang sedari tadi asyik mengobrol dengan Rizka dibuat salah tingkah, terlebih Indra tiba tiba mengelap bibir Putri yang sedikit ada sisa cemilan.
Rizka dan Kriss yang melihat adegan tersebut rasanya entah kenapa menjadi sulit untuk menelan ludahnya.
" Indra apaan sih" Putri benar benar dibuat salah tingkah
Rizka yang melihat adegan itu rasanya dibuat bingung, terlihat Indra berbeda dari biasanya, terlintas dipikirannya " apa persahabatan sampai sebegitunya ya" tapi lagi lagi Rizka mencoba memaklumi karna dia tau Putri dan Indra memang sangat akrab sedari kecil.
" hmm ada ga sih persahabatan yang romantisnya kaya kalian ini" Kriss sepertinya mencoba menyindir mereka berdua.
mendengar pernyataan Kriss , Putri dan Indra semakin salah tingkah, Putri sampai sekarang tidak menyadari kalo Kriss sebenarnya tau hubungan mereka berdua, Putri mengira Kriss tak mendengar apapun perdebatannya dengan Rezki di belakang sekolah beberapa hari lalu. Tapi sayangnya Rizka dan Kriss juga masih belum tau kalau Putri dan Indra sepasang suami istri, entah apa yang terjadi kalau sampai mereka tau hubungan yang sebenarnya antara Indra dan Putri.
" Kriss kita ngobrol di taman , biarkan para perempuan ngobrol berdua" Indra mengajak Kriss ke taman agar tidak banyak memandang wajah istrinya yang membuatnya sungguh panas.
" okeh ayo" Kriss mengekor Indra dari belakang
setelah sampai taman belakang mereka duduk , Indra yang tidak banyak bicara ,benar benar tidak mengajak Kriss bicara.
" kok bisa sampai jatoh dari motor ndra?" tanya Kriss yang mencoba memecah keheningan diantara mereka.
" ga sengaja , menghindari lubang" jawab Indra singkat
melihat sikap Indra yang dingin, Kriss mencoba menjahili Indra.
" Putri cantik banget ya"
Indra yang mendengar Kriss menyebut nama istrinya, langsung menoleh ke arah Kriss dengan tatapan tidak suka.
"iya" jawab Indra singkat.
" kalo gue jadi lo, gue pacarin aja tu sahabat "
Rasanya Indra kali ini ingin sekali berteriak mengatakan kalo Putri itu istrinya dan aku lah yang mengambil perawannya, tapi apa daya Indra hanya mampu berteriak dalam hati, dan berusaha tak tergoda oleh omongan Kriss.
" lo suka sama Putri" tanya Indra yang penasaran juga dengan Kriss
" siapa yang ga suka cewe cantik , kan gue normal"
" kalau dia udah punya orang gimana??" Indra semakin geram saja rasanya.
" sebelum janur kuning melengkung bro"
" sayangnya janur kuning sudah melengkung" Indra benar benar tak tahan kali ini.
__ADS_1