
"Assalamualaikum "
"Walaikumsalam, eh anak mama udah datang, gimana sehat sehat aja kan" tanya bu Tini pada Putri sambil memeluknya
" sehat ma alhamdullilah, mama gimana? , kok cepet banget datangnya katanya minggu depan" tanya Putri bingung
" baik dong sayang sehat alhamdullilah, terserah mama lah mau kapan pulang hehe lagi pula papa izinkan jadi ya mama pulang , mama kangen ma kamu dan Indra"
melihat Putri datang sendiri membuat bu Tini bingung padahal dia sudah menyuruh pulang dengan Indra " loh Indra mana?" tanya bu Tini sambil celingak celinguk kearah pintu depan mencari keberadaan Indra
" pulang ma ganti baju , entar juga kesini tu anak"
" udah makan ya??"
" udah dong ma sama Indra tadi " putri sedikit berbohong padahal jelas mereka berempat bukan berduaan
"gitu dong romantis , mama senang dengarnya" cubit mamanya di pipi putri
" mama apa apaan sih, udah ah Putri mau mandi gerah banget"
"ya udah gih sana"
akhirnya Putri pun menuju kamarnya untuk mandi berganti baju, karna lelah Putri pun tertidur
" aaaaa, kapan lo ada dikamar gue " tanya Putri sambil berteriak karna kaget si Indra udah ada di kamar Putri lagi rebahan di sofa
" biasa aja kali , udah sering gini" jawan Indra dingin
" iya sih tapi tetep ngagetin gue" langsung duduk di sofa bersama Indra
" lihat dong baca apaan sih" putri menengok pada buku bacaan Indra
"ada deh"
" ih kok gitu" sambil manyun
" nie baca aja sendiri kan bisa lihat judulnya"
"ga asyik bukunya ketebelan"
Indra hanya diam dengan ocehan Putri yang terus bertanya kayaknya berniat sekali Putri ini menjahili Indra .
" ndra " panggil putri sambil memainkan ponselnya biasalah chatting dengan ka Rezki
" hmmm"
" mau ga antarin gue"
" kemana"
__ADS_1
" mau jalan ma ka Rezki"
"kapan"
" entar habis magrib"
" kenapa harus gue??"
"ya lo kan kembaran gue, jadi minta izinnya enak ke mama hehe mama bakal percaya kalo gue pergi ma lo, plisss ya ndra mau , entar gue kasih imbalan deh"
" imbalan apa?" tanya Indra menoleh pada Putri
" apa aja deh yang lun suka?" jawab Putri singkat
" beneran??"
" hemmm" mengikuti gaya Indra bicara
" ya udah oke" jawab Indra yang matanya hanya tertuju ke buku " okeh kita lihat ya apa yang gue mau hehe" batin Indra , Indra kayaknya berniat menjahili Putri ni , tapi Indra cukup pintar dalam menyembunyikkan kejahilannya
merasa Indra tak menghiraukannya, Putri berniat menjahili Indra lagi.
"Indra sayang" goda putri menoel noel pipi Indra
" hmmmm"
" ndra liat gue dong tatap gue" perintah putri dengan nada sedikit memaksa
" Ih serius banget sih, jangan gitu ah natapnya geli gue" beranjak dari duduknya
tiba tiba Indra langsung menarik tangan Putri, secara otomatis Putri jatuh kepangkuan Indra
" ah Indra ngapain sih" berontak Putri kaget dengan kelakuan Indra
" kalau mau jahilin aku sekalian aja posisinya begini" jawab Indra
" gue cuma bercanda ndra " masih di pangkuan Indra tanpa berani menatap mata Indra, entah kenapa rasanya Putri gugup sekali tangannya berubah jadi dingin, jantung terasa berlarian dan bersuara tak jelas
" tatap mata gue" perintah Indra
" apa??" tanya Putri sedikit menantang menatap mata Indra
mereka saling tatap , putri kali ini merasa Indra bukan sebagai sahabat yang biasa dia kenal, ada hal lain di mata Indra yang dapat putri lihat dari tatapannya , Putri tidak tau apa itu sebenarnya dia tak sepolos itu , dia tau Indra seolah menyimpan rasa padanya hanya saja yang masih jadi keyakinan Putri rasa di indra itu hanya karna mereka sering terbiasa.
" enak banget di pangku gue??" tanya Indra tiba tiba, membuyarkan lamunan Putri dari pikirannya sendiri yang terbang kemana mana.
"ahh ga sama sekali" putri beranjak berdiri dari pangkuan Indra dan merapikan rambut dan bajunya
" ndra" memegang pipi Indra " lo jangan sampai suka gue ya, kita sahabat" entah kenapa tiba tiba Putri mengatakan ini , langsung keluar dari mulutnya saja dengan mudah
__ADS_1
" hmmmm" jujur Indra terkaget kaget yang di ucapkan Putri seolah membenarkan apa yang dirasakannya sekarang, tapi untuk menimalisir keadaan yang terasa canggung Indra hanya ingin menjawab seadanya , kembali kedirinya yang sering putri kenal.
Jam menunjukkan 19.00 alias jam 7 malam, setelah kejadian canggung di kamar , Putri dan Indra turun ke bawah untuk bertemu bu Tini.
" eh kalian ayo sini " bu Tini melambaikan tangannya yang sudah duduk di depan Tv
Putri dan Indra pun segera menghampiri bu Tini dan segera duduk di ruang Tv.
" maaa"
" hmmmm" mamanya juga ikut ikuttan gaya Indra
" putri mau minta izin mau jalan ma, di temenin Indra boleh ga ma?? " tanya Putri dengan wajah aga grogi karna ada kebohongan sedikit disitu, walaupun mamanya tidak tahu tapi hati tak bisa bohong kenyataannya dia hanya diantar Indra bukan jalan jalan dengan Indra, karna tujuannya adalah pacaran ma ka Rezki
" mau kemana?" tanya mamanya balik sambil mengganti ganti-ganti chanel Tv
" ke toko buku bentar ma "
mendengar jawaban Putri Indra geleng geleng kepala dia tau kalau Putri mau minta antar ke mall, mana mungkin kan kencan di toko buku, Indra sedikit kesal atas kebohongan Putri, Indra bisa saja bicara dengan bu Tini kalau Putri berbohong tapi saking Indra ga mau mengecewakan Putri maka dia pun ikut andil dalam kebohongan ini sekalipun Indra merasa bersalah dengan bu Tini atas kelakuan sahabatnya.
" ya udah boleh jangan malam banget ya pulangnya " jawab mamanya menatap Putri
" ma kalau larut juga kan ada Indra " sahut Putri meyakinkan mamanya kayaknya bakal pulang aga larut
" memang selarut apa??" tanya mamanya
" ga kok ma kalau aja gitu"
" ya udah lah terserah "
" Indra jaga anak tante ya sayang, jangan biarin Putri yang aneh aneh ya selama jalan ma kamu" kata bu Tini sambil menatap Indra
" iya tan, Indra bakal jagain Putri " melirik ke arah Putri
" makasih ya sayang kamu anak baik banget " balas bu Tini mencubit pipi Indra
" ini keluarga suka banget dah sama pipi gue " batin Indra
" okeh makasih ma udah di izinkan, Putri ganti baju dulu ya" izin putri menuju kekamarnya untuk berganti pakaian
20 menit kemudian, Putri menuruni tangga rumahnya, dengan baju yang feminin dari biasanya dan make up yang sedikit ada sekalipun tetap natural tapi terlihat kalau Putri memang sedikit memoles wajahnya, berbeda dari dirinya berangkat sekolah, melihat Putri turun dari tangga bu Tini dan Indra menoleh dan tercengang bingung melihat penampilan Putri yang terlihat sangat manis , rambut yang di urai menampilkan rambut gelombang manisnya. Putri pun segera menghampiri bu Tini dan Indra
" ayo ndra kita berangkat" ajak Putri
" kamu manis banget sih nak" ujar mamanya sambil mencubit anaknya , melihat penampilan feminin Putri
"makasih mama" jawab Putri sambil senyum senyum dengan manisnya mendengar pujian mamanya
" ya udah gih berangkat"
__ADS_1
Mereka berdua pun menyalami bu Tini secara bergantian dan langsung menuju ke mobil Putri, ya karna kali ini Indra mengantar Putri dengan menggunakan mobil Putri.