
" assalamualaikum"
" walaikumsalam Putri, ya Allah kenapa baru pulang, apa kamu ga bawa jam , sama siapa kamu???" pertanyaan beruntun diajukan bu Tini yang melihat Putri baru memunculkan dirinya dan masih memakai seragam sekolah padahal matahari pun sudah tenggelam.
" maa Putri kan udah kirim pesan"
" iya tapi kamu liat, ini udah jam 7" dengan nada marahnya
" maa maaf Putri , tadi keasyikkan " dengan wajah bersalahnya berusaha merayu mamanya
" ya sudah mandi, bentar lagi keluarga Indra mau makan malam disini, pakai baju yang cantik"
" iya ma" berlalu ke kamarnya
20 menit kemudian
" assalamualaikum"
" walaikumsalam, eh Tina masuk ayo kita langsung ke meja makan aja ya"
kali ini Indra beserta kedua orang tuanya makan bersama di rumah Putri, melihat Putri yang tak kunjung keluar kamar mamanya menyuruh Indra untuk menyusul Putri dikamarnya.
tok tok
tidak ada jawaban
sekali lagi tok tok belum ada jawaban karna merasa khawatir Indra pun masuk
cek lek
" aaaa, Indra apaan sihh" Putri berteriak kaget karna Indra masuk bertepatan Putri keluar kamar mandi
" husstt jangan teriak" Indra langsung membukam mulut Putri
" ndra apaan sih, gue pake handuk gini doang" mencoba melepaskan tangan Indra dari mulutnya
" iya iya gue minta maaf" berusaha tak banyak memandang Putri bagaimana pun naluri lelakinya tetap lah ada. " cepat pakai baju"
akhirnya Putri mengambil baju gantinya dan masuk kekamar mandi untuk mengganti bajunya.
" kenapa ga pakai manggil sih ndra" dengan wajah masih kesalnya
" ga papa, udah gue ketok kok"
Indra menatap lekat wajah Putri
" apa sih ndra natap begitu??" putri salah tingkah dibuatnya
" ga papa, masih sakit lukanya??"
" iya dikit udah gue obatin" duduk di sebelah Indra di tepi ranjang
" cantik gelangnya" tiba tiba Indra memuji gelang yang dikenakan Putri
" aduh ****** gue" batin Putri berusaha menyembunyikkan tangannya, tapi sayang ke duluan Indra meraih tangan Putri
" R" gumam Indra
__ADS_1
" udah ga usah di liat" menarik tangannya dari gengggaman tangan Indra
" mahal juga ya hadiah dari ka Rezki" sindir Indra dengan wajah dinginnya
" gue ga tau dia tiba tiba belikan ini" jelas Putri agar tak terjadi salah paham
" udah pakai aja, kamu cantik pakai itu"
" ndra lo ga marah???" entah kenapa Putri merasa tak enak hati dibuatnya
" ga "
" ndraa ga cemburu gitu???"
" kenapa??" indra menatap Putri
" siapa tau lo cemburu"
" terus kalau gue cemburu??" balik bertanya lagi ,biar bikin semakin penasaran saja si Indra ini
" indra plisss gue serius"
" udah lupakan" beranjak dari duduknya
" ndra gue sayang lo" tiba tiba memeluk Indra dari belakang
Indra yang dapat serangan dari Putri tiba tiba, tak bisa menyembunyikkan rasa gugup di hatinya, tapi berusaha semaksimal mungkin agar terlihat biasa saja.
Indra kali ini berbalik ke arah Putri dan menggenggam tangan Putri
" lo harus mampu memilih, atau lepaskan gue"
Indra berlalu menuju ke lantai bawah untuk bergabung dengan para orang tua, membawa hati yang masih sembilu.
" ndra Putrinya mana??" tanya papa Hery
" ada pa dikamar bentar lagi turun"
semenjak pertunangan terjadi Indra sudah memanggil orang tua Putri dengan sebutan mama papa juga, begitupun sebaliknya dengan Putri ke orang tua Indra, benar benar hubungan yang sangat dalam.
" hayy semuanya" Putri menyapa semua orang di meja makan dengan wajah yang sangat sumringah, seolah tak terjadi apa2 antara dirinya dengan Indra, penampilan Putri malam itu sungguh manis dengan make up super natural siapapun yang melihatnya terpana termasuk Indra.
" cepat duduk" perintah mamanya
Putri pun duduk di sebelah Indra
tiba tiba menyenggol lengan Indra
" hay sayang"
" hmmm"
entah kenapa sisi jahil Putri kembali muncul untuk menggoda Indra, tapi memang kenyataannya Putri sayang dengan Indra.
" jangan cemberut dong, kan gue sayang lo" bisik Putri sangat pelan di telinga Indra, untung para orang tua tak mendengar mereka karna asyik bercakap cakap juga sambil menyantap makan malam.
mendengar perkataan Putri Indra memalingkan wajahnya dan tersenyum tipis
__ADS_1
"gue yang lebih sayang lo" Indra membalas bisikkan Putri dengan nada yang tak kalah pelan disertai tiupan di telinga Putri seolah olah menggoda Putri.
Putri yang mendapat serangan seperti itu dari Indra langsung membuat wajahnya merona merah, desiran tiupan ditelinganya membuat jantungnya berlarian entah kemana.
Indra meraih tangan Putri dan menggenggamnya , tidak ada yang melihat kejadian itu karna tangan mereka tersembunyi dibalik meja makan.
Putri hanya terdiam dan menatap Indra sesekali, Putri merasa Indra sudah tak seperti dulu yang terlihat kaku dan menyembunyikkan perasaannya, Indra sekarang benar benar menunjukkan rasa cintanya, membuat Putri semakin sulit untuk memilih karna bagaimana pun perlakuan Indra ke Putri membuatnya nyaman dan bahagia.
" ehem" suara batuk dari pa Hery
" tatap tatapan terus"
Putri dan Indra terlonjak kaget dan melepaskan genggaman tangan Indra , ternyata pa Hery memperhatikan tingkah mereka sedari tadi, Putri pun dibuat malu rasanya.
" kalian apa udah kebelet??" goda pa Bayu kali ini
" kebelet apa sih pa? " tanya Putri dengan wajah polosnya
" hmm ya itu kebelet cepet nikah"
Putri dan Indra yang mendengar perkataan pa Bayu sontak menatap tajam ke arah pa Bayu secara bersamaan.
"aih santai kali ga usah kaget gitu" celetuk bu Tina yang masih saja berusaha menggoda mereka
"iya kan kalo udah tunangan tujuan mau nikah, kapan kalian siap???" kali ini bu Tini yang menimpali
" nikah???" Putri.tersentak kaget
" iya put, ayo maunya kapan, mau pas sekolah juga ga papa sih, asal jangan hamil dulu" ucap bu Tini dengan santainya
" hah hamilll???" putri benar benar terlonjak kaget
" ya Allah mama apaaan sih"
Indra yang melihat ekspresi Putri hanya bisa mengulum senyum.
" gimana apa kalian sudah memutuskan" kali ini pa hery kembali bertanya
"kami siap kapan aja ma" jawab Indra dengan wajah tanpa dosanya itu
Jedarrr Putri yang mendengar itu rasanya mau pingsan, bagaimana bisa Indra menjawab pertanyaan itu dengan santainya
" ya Allah apa lagi ini" batin Putri
" udah santai aja" tiba tiba Indra berbisik seolah tau isi hati Putri
" ma pa , Putri belum siap sampai ke jenjang itu" .
" aihhh santai aja kali, ga malam ini juga " ucap bu Tini di sertai tawa semua orang di ruangan tersebut
termasuk Indra
Putri hanya diam dan terlihat wajah cemberutnya karna dijahili oleh para orang tua dan Indra
" weekend ini kita liburan ya ke Puncak"
" beneran pa??" tanya Putri dengan wajah berbinar binar
__ADS_1
" iya sayang dengan Indra juga "
" asyikkkk " tiba tiba Putri kegirangan dibuatnya