Pangeran Dingin

Pangeran Dingin
Bab 33 Berakhir


__ADS_3

kringgg jam pelajaran di mulai


" assalamualaikum anak anak selamat pagi" salam bu Rini


" walaikumsalam pagi bu " dijawab serentak


" baik hari ini sebelum pelajaran di mulai, ibu mau memperkenalkan seseorang dengan kalian" Ibu Rini pun menyuruh seseorang tadi untuk masuk


dan tibalah anak laki laki dengan postur tubuh diatas rata rata, kulit sawo matang dengan wajah manis asli Indonesia.


" wahhh murid baru nie"


" ganteng ih"


" aduh kok manis banget"


" kok bisa pindah sih"


dan bla bla bla , murid murid dikelas semua berbisik bisik membicarakan orang baru dikelas mereka , terlihat ada yang penasaran, ada yang mencibir dan pastinya lebih banyak yang mengagumi karna memang wajah manisnya membuat para gadis luluh dibuatnya


tapi entah kenapa murid baru tersebut sedari tadi sangat memperhatikkan ke arah Putri, matanya lurus memandang ke arah Putri, tentu hal tersebut disadari oleh satu orang yaitu Indra , Indra terlihat jengah melihat tatapan Kriss yang memperhatikkan tunangannya.


" anak anak , ini teman baru kalian namanya Kriss, dia pindahan dari kota C, ibu harap kalian bisa berteman dengan baik ya" setelah memperkenalkan Kriss bu Rini menyuruh kriss duduk dibangku yang kosong dan kebetulan bangku kosong ada dibelakang Indra dan bertepatan sebelahan dengan Putri.


" hayyy" tiba tiba kris menyapa Putri dengan ramahnya


" eh hayy " Balas Putri tak kalah ramah, tapi juga terlihat biasa saja dan cukup risih karna Putri pun menyadari tatapan pria itu sungguh membuatnya tak nyaman.


" eh dia liatin lo terus" ujar Rizka yang melihat tingkah aneh Kriss


" aih apa sih"


bisik bisik Putri terdengar oleh Indra yang memang sedari tadi melihat aneh tingkah Kriss yang terus memandangi tunangannya.


" ka Rezki , Indra bakal dapat saingan baru wkwkwk" Rizka terkekeh sendiri menggoda Putri


" Rizka lo ngomong apa sih, sekali lagi gue laporin bu Tini ni" Putri kesal dibuatnya.


" aih santai dong tapi gue bener kan" masih saja coba menggoda

__ADS_1


" serah lu dah"


****


jam Istirahat


"kantin ga lo Riz??" tanya Putri


" hmm kayaknya ga deh gue sakit perut"


" lo kenapa sakit??"


" biasa nyeri haid"


" ouhhhh"


" hay kalian ga kekantin ni" tiba tiba kriss menghampiri Putri dan Rizka yang masih duduk manis di meja.


" hay gue kriss" memperkenalkan diri dengan Rizka


" ouh hay gue Rizka sahabatnya Putri" jawab Rizka dengan senyum ramahnya


" ga sakit kan??" tanya Kriss


" sakit apa put?? " tanya Rizka heran


" ouh gue tadi tabrak Putri ga sengaja pas Putri mau ke kelas" memberi penjelasan atas pertanyaan Rizka


" hmmm begitu" Rizka hanya manggut manggut


tiba tiba Rizka menyenggol tangan Putri


"Put, pacar lo"


"ahh iya mana?" Putri langsung menengok ke arah depan Pintu kelas, dan benar saja ternyata Rezki sedang menunggunya


" gue keluar dulu ya" Putri pun berlalu


" itu pacarnya???" tanya Kriss pada Rizka

__ADS_1


" iya , Kriss pacar Putri tu most wanted SMA sini, cocok banget kan mereka"


Kriss yang mendengar penjelasan mereka hanya terdiam.


" hmm udah punya pacar toh, ya wajar sih kalo yang cantik pasti udah punya pacar" batin Kriss yang merasa kecewa atas kenyataan tersebut.


ka Rezki menarik Putri ke taman sekolah


" ada yang mau kamu jelasin??" tiba tiba Rezki bertanya dengan wajah dinginnya


" kaka marah ya??"


" kamu berangkat sama Indra kan??"


" iya ka"


" kamu ada hubungan apa sih sama dia??, sampai sampai kamu begini?, apa dia segala galanya hah??" Rezki tiba tiba mengatakan dengan nada yang sedikit tinggi


Putri merasa takut dibuatnya, Putri bahkan hanya bisa tertunduk diam, perbuatan Putri tadi pagi benar benar membuat Rezki murka, bagaimana tidak, dia harus menunggu Putri sampai terlambat masuk sekolah dan akhirnya di hukum guru BP.


" kaa aku minta maaf"


" okeh aku maaffin, tapi aku minta jauhi Indra"


deg perkataan Rezki benar benar membuat Putri terasa sesak, bagaimana bisa dia menjauhi tunangannya.


" ka , aku akuu" Putri terbata bata


" kenapa?" Rezki masih memasang wajah dinginnya


" kita Putus ka" tiba tiba kata kata itu terlontar dari mulut Putri .


Rezki yang mendengar perkataan Putri, bak disambar petir disiang bolong , matanya membulat sempurna bahkan untuk menarik nafas saja tiba tiba terasa sulit, bahkan tubuhnya pun ikut terasa kaku.


" Putri , aku memang marah, tapi apa harus sampai putus" Rezki kali ini melembutkan bicaranya dan duduk disamping Putri memandang ke wajah Putri


" ka, aku ga bisa terusin hubungan ini" Putri tertunduk lesu, air matanya tak tertahankan dan keluar begitu saja.


Rezki tak bisa berkata kata, bibirnya terasa kaku, tiba tiba Putri berlalu dan meletakkan gelang pemberian ka Rezki di telapak tangan ka Rezki, Putri sedikit berlari dan masuk ke toilet , di dalam sana Putri menumpahkan air matanya, sebenarnya Putri benar benar merasa tak tega dengan Rezki tapi bagaimanapun ini harus diselesaikan, Putri sebenarnya menyusun rencana banyak cara memutuskan ka Rezki tapi entah kenapa kata kata pedih itu dia lontarkan begitu saja diwaktu tak tepat ini, entah karna kesal atas sikap ka Rezki tadi atau memang harusnya begitu.

__ADS_1


Putri mencuci wajahnya agar tak terlihat sembab, di rapikannya seluruh pakaiannya dan rambutnya, dan berusaha keluar dari toilet dengan wajah yang seolah tak terjadi apa apa.


dilain tempat Rezki diam termangu membisu, dia bahkan tak berniat mengejar Putri rasa kesal dan kecewanya dengan Putri sangat membuncah, hatinya begitu sakit sampai tak bisa berpikir dengan baik, Rezki berusaha menyusun hatinya karna waktu pelajaran segera dimulai kembali, dan berusaha menyembunyikkan hal ini dari teman temannya.


__ADS_2