Pangeran Dingin

Pangeran Dingin
Episode 06


__ADS_3

Part 6


DENDAM


SELAMAT MEMBACA.


Agnes: "Tik lo liat ig Manda kan?" Tanya dengan serius.


Tika: "Hm.."


Agnes: "Lo gak sakit ngeliat mereka berdua dinner, terus foto bareng lagi."


Tika: "Sedikit, tapi Manda kan yang sudah berjuang gw hanya bisa mencintai dia dalam diam." Agnes merasa kasihan dengan Tika. Ia bukan bukan hanya ditinggalkan olehnya ayahnya. Tetapi kini merasakan jatuhnya perasaan cinta kepada Putra.


Melani: "Lo yakin mau ke London lagi?"


Tika: "Iya, Tika juga mau nenangin perasaan Tika juga." Tika terus menghembuskan nafasnya. Mereka bertiga langsung berpelukan sedangkan Dino dan Farhan hanya bisa berpelukan berdua saja.


Rasanya sepi bagi KJT jika tak ada Tika. Mereka yang sedang diwarung Mak Ijah hanya melamun, tanpa memakan bakso Mak yang super enak. Seorang laki-laki datang menghampiri mereka.


Putra: "Tika mana?"


Melani: "Datang-datang nyari Tika, ya gak adalah." Dino dan Farhan yang tak kuat melihat Tika terpuruk, mereka mengajak Putra ke taman untuk membicarakan sesuatu. "Put, ikut gw!" Farhan menarik tangan kanannya dan Dino menarik tangan kirinya.


Sesudah sampai di taman Putra bingung dengan kelakuan Dino dan Farhan. "Put sebenarnya lo suka sama siapa si? Sama Manda? Tapi kan lo udah nolak dia berkali-kali." Farhan memulai pembicaraan.


"Gak." Jawab singkat Putra.


"Terus sama siapa Put?"


"Tika cuma butuh kepastian sama perasaan lo, semenjak Manda sering suruh Tika buat ngebujuk lo, Tika malah ada perasaan sama lo. Itu yang membuat dia terpuruk dan nenangin hati dia dengan pergi ke London." Penjelasan Dino.


Putra cukup kaget dengan pembicaraannya kali ini, ia hanya terdiam seperti memikirkan sesuatu.


"Woy gimana."


"Gw gak bisa jawab sekarang." Putra meninggalkan Dino dan Farhan. Ia bergegas ke kelasnya. Ucapan Dino selalu saja ada dipikiran Putra.


Sebenarnya Putra masih bingung dengan perasaannya, tetapi setelah melihat Tika dan Rizky dekat kenapa ia harus cemburu? Kenapa perhatian? Kenapa selalu saja memberi harapan? Dasar cowok dingin!

__ADS_1


Tepat di koridor sekolah Putra berpapasan dengan Rizky.


"Lo Kenapa benci gw? Karena dulu Iyutha suka sama gue? Alay tau gak! Tatapan Rizky kini serius ke arah Putra.


"Berengsek! Lo tau Iyutha kaya apa dulu sama lo. Gw gak mau aja ada satu cewe yang lo sakitin." Putra berbicara dengan sinis. "Put... Put... Gw tau perasaan lo sekarang. Lo hanya mencoba Tika menjadi pelampiasan Lo kan? Sekarang iyutha juga ninggalin Lo, siapa yang lebih berengsek di sini?"


"Bacot!!!"


BUGHHH!!!


Ketika ada satu yg mendekati Rizky ternyata itu Iyutha. "Sudahh stopp, lo ya Put nyesel gw suka sama lo. Lo kemarin ngajak dinner sama Manda itu kan pelampiasan Lo, hahaha." Tersenyum miring, dan membawa Rizky pergi.


Putra:"ARGHHH."


🌸


Tak lama kemudian, Tika kembali lagi masuk sekolah untuk melaksanakan ujian akhir semester 2. KJT sangat bahagia melihat Tika kembali, rasanya sudah lama tidak melihat Tika dan kembali mengejeknya.


"Bagus deh lo balik juga,Tik." Ucap dino. "Lo tau gak soal-"


"Tik." Seseorang memotong pembicaraan Agnes."Ikut gw!" Manda yang begitu saja segera menarik lengan Tika dengan kuat. Ia membawa Tika ketaman belakang yang masih mencengkram lengannya dengan muka yang memerah. Sahabat Tika yang melihat sikap aneh Manda, segera berlari menemui mereka.


Tika semakin takut dengan sikap Manda seperti ini. Ditambah disekelilingnya banyak anak-anak yang menontoni mereka berdua, begitu juga sahabatnya yang langsung menatap tidak nyangka akan ucapan Manda.


"Tika gak suka sama Putra." Kata Tika dengan lirih.


"BOHONG! Lo bohong Tik, Putra yang bilang sendiri kalau dia suka sama lo," Amarah Manda semakin terkuak.


~Flashback On~


"Put, kita dinner lagi yuk," Manda merngkul tangan Putra tepat di parkiran sekolah. Putra menyingkirkan tangannya dari tangan dia. "Lepasin!"


"Put, lo kenapa sih? Gw suka sama lo, gw cinta Lo plus hargai gw." Mohonnya. "Gw gak suka sama lo, terlalu murahan!" Masih dengan wajah datar nya. Tanpa memikirkan sekitar parkiran Manda tetap melanjutkan pembicaraannya.


"Asal Lo tau gue ngelakuin itu semua karena Tika!" Lanjutnya.


Sontak Manda merasa kaget mendengar nama itu, "Oh jadi Lo suka sama dia?!?!" Darah Manda mulai mendidih.


Putra terdiam, "Kalau gue suka bukan urusan Lo." Putra menaiki motornya dan meninggalkan Manda yang hanya terdiam memandangi. Tangannya mengepal, amarahnya kini meluap. "Kalau lo beneran suka sama Tika, gw gak bakal ngebiarin lo sama Tika. Gw akan kasih pelajaran buat cewek itu!" Tersenyum sinis.

__ADS_1


~Flashback off~


"Putra Yang bilang suka sama Tika. Bukan Tika kan yang suka sama putra?" Tika memberanikan diri untuk tetap mengeluarkan suaranya. Manda terdiam sejenak.


"Gw emang suka sama Tika. Kenapa? Lo keberatan? Gk usah dekatin gw lagi. Karena lo bukan tipe cewek gw!" Terdengar suara laki-laki tepat di belakang Manda, sontak anak-anak masih tidak percaya dengan kedatangan omongannya barusan.


"Tap-tapii."


"PERGI!!!"


"Ihhh" Manda meninggalkan mereka dengan rasa kesal. "Awas aja lo gue bakal ngelakuin demi Putra!" Gumamnya.


Tika terasa sangat berat untuk menerima hal seperti ini. Cinta? Apa Tika salah tadi berbohong kepada Manda kalau Tika ga suka sama Putra? Benar Tika munafik. Tika pun menangis dan berlari meninggalkan mereka.


Mungkin ia hanya ingin menyendiri. Sahabat Tika yang tidak tega melihat Tika segera menyusul begitu juga dengan Putra.


Putra terus mencarinya di sekitar sekolah, setelah mendekat ke arah lapangan sontak ia kaget mendengar suara tangisan.


HIKS HIKS HIKS


"Tika."


Benar itu Tika. Tika sudah bersama sahabat-sahabatnya yang mencoba untuk menenangkan pikiran sahabatnya dari kejadian di taman belakang. Putra melangkah pelan mendekati mereka.


Suara tangisan Tika terdengar kencang. "Tik sabar ya lo jangan dibawa pikiran," Melani mencoba menenangkan Tika sambil mengusap punggungnya. "Hal bodoh apalagi ini? Lebih baik Tika pergi dari pada Tika disini!" Sahabat Tika yang melihat Putra langsung memberikan ruang untuk mereka berdua. Tika masih menangis menundukkan kepalanya tanpa sadar Putra sudah berada di sampingnya.


"Tik..." Ucap Putra dengan suara lembutnya. Kini Tika kaget mendengar suara itu, langkah terdengar ditelinganya selama ini. Tatapan putra dan Tika kini bertabrakan, Putra melihat mata Tika yang sembab dan merah sedangkan Tika menatap Putra penuh kehangatan.


"Berhenti nangis!" Putra mengusap air mata Tika yang mengguyur di sekitar pipinya.


"Jelek! Kalau lo nangis." Ucap Putra tanpa merasa bersalah. Tika tidak memperdulikan perkataan Putra. Ia terus menangis, membayangkan apa yang terjadi saat ini. Mulai dari kehilangan papanya, jatuh perasaan cintanya, dan perilaku Manda ke Tika.


"Tik.."


"Hm..."


Putra menyederkan pala Tika ke bahunya. Tika hanya bisa diam, merasakan kehilangan dari Putra. "Maafi gw, Tik." Putra berkata pelan. Tetapi saja Tika mendengar perkataannya tadi dan membuat Tika tersenyum walau hanya setipis benang.


"Rasa dendam akan menyelesaikan masalah, yang ada hanyalah membesarkan masalah."

__ADS_1


__ADS_2