Pangeran Dingin

Pangeran Dingin
Bab 22 pangeran dingin


__ADS_3

Masih di cafe


di tengah tengah asyiknya bercanda dan bercengkrama tiba tiba Rezki menawarkan minumannya ke Putri, sok sok gitu biar romantis minum satu gelas biar terjadi ciuman secara tidak langsung pikir Rezki begitu.


" coba deh put , minuman ku enak lo" Rezki menyodorkan minumannya kearah putri dengan senyuman cintanya wkwkwk


melihat yang di lakukan Rezki , putri diam sejenak dan ingin mengatakan


" ahh anu ka aku" putri terbata mengatakan kalau dia tidak bisa meminum minuman itu, tapi Putri merasa bingung bagaimana mau menjelaskannya , Putri takut kalau Rezki salah paham karna Putri sebenarnya tidak bisa minum coffe perutnya akan segera mual setelah meminumnya mau apapun jenis coffenya.


karna merasa tak enak dengan Rezki akhirnya Putri mengambil gelas tersebut ingin meminumnya


tiba tiba dengan sigap Indra mengambil gelas tersebut dari tangan putri dan meletakkannya kembali ke meja.


melihat yang dilakukan Indra , Rezki dibuat terkejut


begitu pun dengan Rizka dan Putri, walaupun Putri paham apa yang dilakukan Indra untuk menolongnya tapi Putri merasa tak enak dengan Rezki .


" Putri ga tahan minum itu ka" ujar Indra dengan wajah datarnya


" HAH , ini kan cuma coffe" sahut Rezki dengan wajah bingung kesalnya


" dia bakal mual ka" jawab Indra


"benar begitu put??" tanya rezki memandang wajah Putri


" iya ka benar aku ga tahan" putri menjawab dengan hati yang tak enak


" ouh ya sudah ga papa, maaf kalau aku ga tau ya sayang " sahut Rezki menampilkan wajah manisnya berusaha tak kesal dengan kelakuan Indra sambil mengelus pundak Putri "ohhh ternyata Indra sangat tau banyak tentang Putri " batin Rezki sambil sesekali melirik ke arah Indra


" wah Indra banyak tau tentang lo ya put, benar benar sahabat sejati " celetuk Rizka


mendengar celutakkan Rizka membuat Rezki semakin merasa cemburu dan kesel, Putri pun sedikit melotot ke arah Rizka memberi kode agar tak menambah kata katanya , untung Rizka paham dan langsung diam


" yaiyalah dia kan kembaran ku " jawab Putri dengan tawa recehnya mencoba bercanda agar suasana tidak terlalu tegang" iya kan ndra" melirik ke arah Indra


" hemm" menatap layar ponsel


di sela sela canda tawa di cafe tersebut tiba tiba drrrtt drrttt telf Putri bergetar


" waduh dari mama " batin putri wajahnya terlihat terkejut "tumben nie telfon " gumamnya


" bentar yaa gue terima telf dulu" izin putri kepada teman temannya, Indra dan Rezki secara bersamaan mengikuti arah putri mereka aga sedikit bingung kenapa wajah Putri tiba tiba berubah seperti itu.


putri pun menepi ke tempat yang aga sepi


πŸ“ž Putri : " halo ma assalamualaikum"


πŸ“žbu Tini : " walaikumsalam ,putri kamu dimana??" tanya bu tini

__ADS_1


πŸ“ž putri : " di cafe ma makan siang"


πŸ“žbu tini : "okeh mama tunggu ya"


πŸ“žPutri : whatt maksud mama? " putri sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan mamanya


πŸ“ž bu tini : " iya mama udah di rumah sayang, mama pulang duluan entar papah susul mama udah kangen mau ketemu kamu dan Indra "


deg , waduh gawat kalo aku pulang dengan ka Rezki ya sudah lah aku pulang dengan Indra aja biar ka Rezki antar Rizka pikir putri


πŸ“ž Putri : " ahh baik ma putri bentar lagi pulang sama Indra ya"


πŸ“žbu Tini : "okeh jangan lama lama ya mama kangen"


πŸ“žPutri : " ya ma assalamualaikum"


πŸ“žbu Tini : " walaikumsalam"


setelah mendapat telf dari mamanya putri segera kembali ke tempat duduknya dengan wajah aga panik yang coba di sembunyikannya, tapi mau bagaimana pun yang berada disana menyadari kepanikkan putri, memang tak pandai berakting si Putri ini sepertinya.


" kenapa put , apa ada masalah?? " tanya Rizka yang melihat ke anehan di wajah Putri


" ga ada Riz" jawab Putri singkat


segera putri menghabiskan minumannya dan menarik nafas panjang agar Rezki bisa dapat mencerna apapun yang di katakan Putri , kalau Putri tidak bisa pulang bareng karna mamanya sudah ada di rumah


" ka Rezki mau ya antar Rizka" menoleh ke arah Rizka


" anu ka mama tadi telf udah ada di rumah "


" jadi ???" tanya Rezki


" mama minta aku pulang sama Indra, ga papa kan ka?? " tanya putri dengan wajah cemasnya karna takut si Rezki marah


Rezki diam sejenak mencerna apapun yang dikatakan putri, karna tak ingin mengecewakan putri, Rezki memilih untuk setuju dengan mengantar Rizka sementara Putri pulang bersama Indra sekalipun Rezki merasa sangat kesal dan ada rasa cemburu tentunya , tapi berusaha memaklumi karna putri sudah mengatakan untuk tak cemburu dengan Indra karna alasannya Indra sahabatnya tak ada rasa di antara mereka.


" Riz, ga papa kan diantar ka Rezki" tanya Putri


" gue pulang sendiri juga bisa kok put, ga usah pakai diantar" sahut Rizka ,


Rizka merasa tak enak kalau harus diantar Rezki


" ga papa kok riz biar entar gue yang antar ya" ujar Rezki tetap ingin mengantar Rizka


" diantar aja ya Riz, gue takut lo hilang di telan bumi kalo pulang sendiri" bujuk Putri


akhirnya Rizka pun menuruti perkataan Putri


" baiklah, makasih banyak gue terharu sampai ga bisa berkata kata" Rizka melebih lebihkan omongannya

__ADS_1


" hedeh lebaynya dah mulai keluar" sahut Putri memutar bola matanya


setelah membayar pesanan mereka akhirnya mereka memutuskan untuk pulang, di tengah tengah perjalanan menuju tempat parkir putri berbisik pada Rizka


" awas ya lu godain ka Rezki gue mutilasi lo" ancam Putri pada Rizka


" aihh ga kepengen gue, pangeran dingin lebih menarik cuyy" jawab Rizka sambil berbisik juga ke Putri sambil melirik ke arah Indra


" lo ampe bisa buat Indra jatuh cinta, gue bayar lo, apapun itu yang lu mau" bisik putri memberi tantangan


" bener lo" tanya Rizka terkejut


" iya bener " meyakinkan Rizka


" lihat aja nanti put" ujar Rizka dengan mantap


dan mereka pun ber tos ria, Indra dan ka Rezki yang sudah dikendaraan mereka masing masing tak mendengar apapun rencana 2 gadis aneh ini, yang mereka lihat 2 gadis itu seperti cekikikan keasyikkan sendiri dengan obrolan mereka


Rizka masuk ke mobil Rezki, dan Putri naik ke motor Indra, sebelum naik motor Putri dipasangkan helm oleh Indra , ternyata apa yang dilakukan Indra ke Putri dilihat jelas oleh Rezki, membuat api cemburunya semakin tersulut


" sekali dua kali gue maklumi ndra tapi entar lo lihat aja apa yang akan gue lakukan" batin Rezki menatap ke arah Indra dan Putri yang sudah melajukan kendaraannya.


"ka Rezki kaka baik baik aja" tanya Rizka


pertanyaan Rizka membuat Rezki terkejut dan menghentikkan lamunannya


" eh iya Riz, baik aja gue yu jalan, sorry" jawab Rezki yang tersadar dari lamunan cemburunya


di tengah perjalanan


" kaka cemburu ya" tanya Rizka membuat suasana hening agar terlihat ramai


" hah cemburu ?? ga kok"


" masa sih"


" iya "


"ga percaya aku ka"


" kenapa??"


" coba kaka lihat ke depan, sepertinya kaka menuju rumah Putri, ini bukan jalan rumah ku ka" ujar Rizka


" hah astaga "Rezki menepok jidatnya yang sudah di depan gang Putri seperti biasa si Rezki menunggu Putri


Rizka yang melihat kelakuan sahabat kekasihnya itu hanya bisa tertawa terbahak bahak, Rezki sungguh malu dibuatnya ,ketahuan kalo dari tadi pikirannya kemana mana tidak fokus.


" ya udah Riz, sorry "

__ADS_1


" ga papa ka"


akhirnya Rizka memberi tahu jalan rumahnya sebenarnya sudah diberi tahu Rizka hanya saja Rezki ternyata benar benar tak fokus.


__ADS_2