Pangeran Dingin

Pangeran Dingin
bab 29 cincin part 2


__ADS_3

di dalam kelas


" wihhh⁹ cincin baru" celetuk Rizka yang melihat ada sebuah cincin di jari manis Putri " bagus banget sih"


" astaga kenapa ni cincin gue lupa copot sih" batin Putri karna kesal melihat beberapa orang yang menyadari kehadiran cincin itu di jarinya


" mahal ya Put" sambil memegang cincin tersebut di jari Putri


" apaan sihh Riz, iya ni baru beli mahal , udah jangan sentuh sentuh" menarik tangannya dari Rizka yang takjub memandang ke arah cincinnya


" dikasih Rezki ya?" bisik Rizka penasaran


" hah???, gue beli ni, ngapain ka Rezki ngasih cincin ke gue" kembali berbohong yang kesekian kali


" kirain ka Rezki tunangan gitu ma lo jadi kasih cincin ini" celetuk Rizka sambil menyenggol lengan Putri


deg, entah kenapa celetukkan Rizka membuat Putri merasa tersindir, karna memang kenyataannya cincin itu cincin tunangan tapi dari Indra bukan dari Rezki.


Putri terdiam sesaat dan mendengus kasar , berusaha setenang mungkin dengan situasi yang membuatnya sungguh sulit.


disisi lain Indra duduk dengan tenang dan asyik dengan buku komiknya, Putri memandang ke arah Indra dan melihat cincin tunangan itu juga ada di jemari Indra, Putri terasa semakin terpuruk kali ini hatinya sungguh bingung melihat Indra memakai cincin itu sampai ke sekolah membuat Putri semakin yakin akan perasaan Indra pada dirinya.


" ya Allah gini amat kisah cinta gue, rasanya mau lari aja" batin Putri yang merasa sangat pilu karna bagaimana pun dia harus memilih


" dalam waktu beberapa bulan ini kayaknya gue harus memilih deh" kembali membatin


" Putri Cantika "


" Putri Cantika" dengan nada suara lebih tinggi


" hemm iya bu" terkaget kaget dari lamunannya


" kamu dari tadi ibu lihat tidak memperhatikan apa yang ibu jelaskan" ternyata yang memanggil Putri adalah ibu Rini selaku guru fisika, bu Rini merasa jengkel karna Putri yang terlihat ngelamun dan tidak memperhatikan apa yang di jelaskan ibu Rini didepan kelas


" hmm maaf bu" Putri tertunduk lesu tanda rasa menyesalnya


" sekali lagi ibu lihat kamu ngelamun, ibu keluarkan dari kelas"


" baik bu"


" lo sih, kenapa pake ngelamun sih kan tau bu Rini galak" bisik Rizka


" iya iya gue salah"


setelah teguran bu Rini , entah merasa kasihan atau bagaimana Indra menoleh kebelakang melihat kearah Putri, dan ternyata pandangan mereka bertemu beberapa saat , Putri yang di tatap Indra , dan sebaliknya membuat mereka jadi salah tingkah, jantung Putri tiba tiba tak beraturan dibuatnya, berusaha semaksimal mungkin dia sembunyikan.

__ADS_1


kringggg bel tanda Pulang sekolah berbunyi


" akhirnya terbebas juga dari pelajaran ibu galak" ucap Rizka sambil membereskan bukunya


" Riz kantin bentar yu, haus ih"


" okeh beb" jawab Rizka pada Putri, dan mereka pun beranjak dari duduknya menuju arah kantin, bukan tanpa alasan juga karna sebenarnya Putri sambil menunggu ka Rezki yang ada kesibukkan di kelasnya.


" pulang ma ka Rezki lo?" tanya Rizka sambil menyeruput minumannya


" iyaa "


" lo ada masalah??, kok beda dari biasanya??" Rizka kali ini mulai curiga dengan tingkah Putri yang tak begitu banyak bicara seperti biasa


"ga kok, perasa lo aja"


"beneran deh gue liat aura lo beda, apalagi semenjak ada cincin itu, apa itu cincin jimat ya"


" jimat???, jimat apa coba, lo kalau ngomong di saring dulu napa" Putri terasa sedikit kesal dengan celetukkannya Rizka


" ya bener kan, itu cincin membawa aura berbeda"


" ini tu cincin mahal, napa sih bahas cincin lupakan" ujar Putri menutupi cincinnya yang terkadang masih saja dipandang Rizka


" heyy, mau pulang sekarang??" tiba tiba Rezki menghampiri mereka dan duduk disebelah Putri


" udah sayang , ayo kita pulang" Rezki beranjak dari duduknya dan berusaha menggandeng tangan Putri


" main gandeng aja " celetuk Rizka si jomblo cantik yang terlihat iri dengan kemesraan sahabatnya


" iri lo ya riz??" kali ini Rezki yang mencoba menggoda Rizka


" ah ga dong ka, bentar lagi aku ma Indra juga gini"


Putri yang mendengar perkataan Rizka sontak terdiam, kayaknya Rizka sudah berharap banyak dengan Indra bagaimana ketika nanti sahabatnya ini tau kalau mereka adalah tunangan sekarang.


" ka bentar ya, aku kelupaan ada mau kembalikan buku bentar di perpus" padahal waktu itu mereka sudah di dalam mobil Rezki


" eh iya deh aku temenin ya"


" ga usah ka , tunggu aja bentar ya"


Putri beranjak dari mobil tersebut dan berlari kecil menuju ke ruang perpus, karna tak melihat jalan Putri tanpa sengaja terjatuh.


bukhh

__ADS_1


" awww" Putri meringis melihat luka di kakinya, karna merasa sulit untuk bangkit


" ehem"


Putri pun mendongakkan wajahnya ke atas


" Indra"


" sini gue bantu" Indra berusaha mengangkat tubuh Putri dan memapahnya ke kursi dalam perpustakaan


" sakit ya??" tanya Indra sambil membersihkan luka Putri


" ga juga ndra cuma perih" wajah Putri terlihat masih meringis menahan perih luka di lututnya yang terlihat berdarah.


" lo kalo jalan hati hati makanya" Indra berjongkok dan masih membersihkan luka tersebut dengan tisu


" iya iya gue hati hati, makasih ya, lo napa belum pulang"


" gue habis kembalikan buku, dan lo??"


" nunggu ka Rezki tadi "


" ohh, udah selesai ni lukanya hati hati ya lain kali" berdiri dan hendak Pergi


" ndra tunggu" Putri menarik tangan Indra


" apa ???" menoleh tanpa melepaskan genggaman tangan Putri


" makasih ya"


" hmmm" Indra tersenyum dan melepaskan genggaman dari tangan Putri dan keluar dari ruang perpus.


merasa sudah baikkan Putri segera kembali ke mobil Rezki


" maaf ka nunggu lama"


" iya ga kok santai hehe" tanpa sengaja Rezki melihat ada darah di lutut Putri sisa jatuh tadi


" ini kenapa lutut mu berdarah" memegang dengkul Putri


" hmm jatuh ka tadi"


" beneran???, perlu ke rumah sakit ga??" tanya Rezki yang aga panik, tapi juga terasa berlebihan karna itu sebenarnya luka ringan


" ah kaka apain sih udah ga perlu cuma luka kecil"

__ADS_1


akhirnya Rezki melajukan mobilnya


__ADS_2