Pangeran Dingin

Pangeran Dingin
PANGERAN DINGIN


__ADS_3

Part 3


🌺


"Untuk pengurus kelas X-5 hari ini rapat di kantor sepulang sekolah,jadi kalian jangan pulang dulu! Baik pelajaran hari ini selesai." Ucap pak tomi wali kelas Tika. Tika akan teringat sesuatu, ia akan ada janji dengan ka Rizky. Tika langsung membuka hpnya.


"Ka, pulang barengnya di tunda dulu. Tika mau rapat pengurus kelas." Beberapa menit kemudian "Iya, gpp Tik." Balas Rizky.


Setelah sampai di ruang kantor Tika menemui Putra, sang wakil ketua kelas. Tika tidak mau menatap Putra, ia hanya langsung menduduki kursi tepat di belakangnya. Semakin pak tomi menjelaskan, Tika semakin tidak fokus karena ia terus melihat punggung Putra.


Setelah selesai rapat, Tika melangkahkan kakinya menuju luar sekolah, ia melihat begitu banyak tetesan air dari langit.


"Hujannya makin deras lagi," Hari semakin sore membuat Tika semakin bingung. Beberapa kali iya sudah memesan ojek online, tetapi tidak ada yang mau menerima. Sekalinya ada,malah di cancel. Huh...


"Mau bareng gw gak?" Tika menatap Putra tepat di sampingnya. Ia hanya terdiam seperti orang bodoh.


"Eh iya Tika mau." Tanpa berfikir Tika segera masuk ke mobil Putra. Ini adalah cara satu-satunya ia bisa pulang sampai ke rumah.


Tak heran jika dalam perjalanan Tika dengan Putra hanya terdiam. Yang Tika tau hanyalah Putra adalah cowok satu-satunya di kelas yang gak pernah bales chatan cewek ataupun berbicara. Mau itu tanya soal pelajaran, kelompok, apalagi soal cinta. Pantas saja anak-anak menyebutnya dengan 'Pangeran Dingin'. Memang banyak perempuan yang mengejarnya, tetapi tidak untuk Tika. Walaupun Putra ganteng tetap saja hatinya itu beku.


"Hm... Abang gojeknya kayanya lain lagi ni." Ledek Monica.


"Kalau gk tau, gak usah sok tau!" Sewot Tika.


"Bukan karena tidak ingin bercinta, tetapi karena aku lelah menghadapi rasa sakit yang pernah ada."


🌇


Pagi ini Tika mereka lebih cerah, akan tetapi kejadian kemarin masih saja ada dipikirannya. Tika bersama KJT berkumpul di warung Mak Ijah pake baju rombeng🤣, mereka terus saja bertanya-tanya soal Putra.


Farhan: "Seriusan lo kemarin diantar Putra?"


Tika: "Hm..."


Melani: "Ya ampun Tika, Lo itu udh jadi bahan gosipan anak-anak di sekolah ini. Lo orang pertama yang masuk ke mobil Putra." Kata melani yang masih tak percaya dengan kejadian ini.

__ADS_1


Tika: "Ya... Tika juga pulang karena gak ada jalan lagi. Kemarin sore kan hujan deras. Lagian cuma diantar Putra doang jadi gosipan. Seistimewa apa dia?" Celetuk Tika.


Sahabat-sahabatnya hanya terdiam mendengar pembicaraan Tika. Tak lama seorang perempuan datang. "Tika gw mau boleh ya. Keluarga jomblo terhormat gw minjam Tika sebentar ya." Tika yang belum sempat berbicara, ditarik lengannya oleh Manda.


Dino: "Seh.. baru Dateng udah minjam orang aja." Kesal Dino.


"Gw harap Tika gk dibabuin sama Manda buat dekat sama Putra." Batin Agnes.


💮


Manda memberhentikan langkahnya tepat di koridor sekolah.


Manda: "Tikaa... Pliss bantuin gw kali ini ya, lo satu-satunya cewek terakhir yang bisa bantuin gw buat deket sama Putra," Mohon Manda sembari menarik-narik lengan Tika.


Tak ada satu kata pun jawaban dari Tika. "Tik..."


Tika: "Taa...tapi Tika juga gak deket sama Putra gimana Tika bisa bantuin?." Perasaan Tika mulai tidak enak.


Manda: "Tapi kemarin lo kan diantar Putra, pasti lo deket dong sama putra."


Manda: "BTW lo nggak suka kan sama Putra?" Tiba-tiba Tika kaget dengan pertanyaan Manda. Kenapa ia harus bertanya seperti ini?


Tika: "Enggak kok. Tika nggak suka sama putra. Nanti Tika usahain."


Manda: "Oke makasih tikk.." Manda langsung memeluk Tika dengan erat. Tika masih tidak pikir depan perempuan yang satu ini. Manda terkenal cewek yang selalu berjuang demi apapun untuk mendapatkan Putra. Tetapi Putra? Hati beku mana bisa suka sama cewek. Huh... Kini Tika yang menjadi sasaran percintaan Manda.


Setelah Manda berjalan menjauh dari Tika. Kini Tika mencoba mencari Putra karena kemarin ia tidak sempat mengucapkan terima kasih kepadanya. Tanpa disadari diam-diam ada seseorang yang mengintip pembicaraan Tika dan Manda.


💮


Tika sudah mengelilingi sekolah, tetapi satu pun tidak ada yang melihat Putra. Tika juga sudah mencari dikelasnya, yang ada hanya Gheza si raja receh.


Awalnya_


"Gheza... Liat Putra nggak?" Tika mulai mengeluarkan suara toanya.

__ADS_1


"Sutt... Jangan berisik anak gw lagi tidur," Gheza bertingkah laku seperti mak-mak abis lahiran, sambil menggendong anaknya, tapi ini bukan anak beneran, Gheza hanya mengayun-ayunkan tasnya.


"Heran Tika pantes aja gak ada yang mau Deket sama raja receh." Tika menggelengkan kepalanya. "Jangan salah, babang ganteng kaya gini masa gak ada yang mau Deket. Oiya Tika gw punya coklat sini deh." Tika tersenyum lalu melangkahkan kaki mendekati Gheza.


Gheza: "Tuhh kan bener kata babang ganteng, Lo aja mau deket sama gw." Tawanya pecah tanpa ada rasa berdosa.


Tika: "IHHHH GHEZA RESE."


Amarah Tika mulai keluar, tak segan-segan ia pergi meninggalkan kelasnya. "Cowok gila! Setres! Ogeb!" Tika mengedus kesal, hingga ia tak sadar banyak anak-anak yang melihat tingkah aneh Tika.


"Eh Tika kenapa?"


"Abis kena siraman rohani dari pak tomi kali"


"Iya kali ya, ntar gila lagi kayak si Gheza"


Tika berfikir untuk kembali ke kantin, waktu istirahat masih ada 10 menit. Itu waktu yang cukup buat Tika nenangin amarahnya.


"Ishhh."


Tika yang baru saja datang didepan meja Dino. Meminum Es jeruk miliknya. "Eh... E... E... Itu punya gw... Yahhh abis." Dino menatap gelas itu dengan muka melasnya.


Tanpa basa-basi Tika duduk di samping Melani.


"Lo kenapa sih Tik?"


"Tika kesal sama si raja receh." Tika masih melihat cemberut.


Farhan: "Kenapa lagi? Dibuat kesal lagi sama si Gheza?" Farhan menertawakan tingkah laku Tika, ia juga mebayagin kerecehan Gheza.


Tika: "Ihh Farhan bisa diem gak!" Sewot Tika.


Melani dan Agnes mencoba menenangkan hati Tika yang panas. Mereka membawakan segelas coklat dingin untuknya. Dikasih segelas itu saja , Tika sudah bisa memperlihatkan senyum manis kepada mereka.


"Lebih baik mencintai dalam diam, daripada sudah berjuan tetapi disia-siakan."

__ADS_1


__ADS_2