
Dikantin sekolah
" Indra sakit put???" tanya Rizka yang duduk berhadapan dengan Putri di meja kantin, sambil sesekali memasukkan bakso pesanannya kemulutnya.
" iya Riz, jatuh dari motor katanya" Putri terasa lesu kali ini karna suaminya tidak bersamanya disekolah dalam beberapa hari ini.
" lo kayaknya sedih banget" Rizka melihat wajah Putri yang tak seceria biasanya.
" hehe iya Riz, gue kan sahabatnya jadi ya wajar kan gini" Putri berusaha berkilah bahwa sedih karna Indra sahabatnya padahal kan...
" gue juga sih, jadi ga ada yang di liat tapi untung ada babang Kriss jadi masih seger sih mata gue, eh boleh ga jenguk Indra???"
" hah jenguk??, hmm gimana ya, entar deh gue tanya dia" Putri sedikit bingung karna kalau sampai Rizka menjenguk Indra entar Rizka curiga lagi.
****
" ndra gimana keadaan kamu sayang?" tanya bu Tina yang sekarang menjaga Indra.
selama sakit sekarang Indra tinggal di rumah orang tuanya yang hanya 5 langkah dari rumah istirnya itu, karna Putri sekolah akhirnya mamanya lah yang merawat Indra.
" baik ma alhamdullilah, mama sehat juga kan??" Indra bersandar di ranjangnya, lebam lebam di tubuhnya masih cukup terlihat, tapi karna obat yang diberikan dokter Indra jauh lebih baik, yang jelas karna doa orang tua dan istri hehe.
" sehat ndra alhamdullilah, ndra mama sama papa bakal pindah ke Singapure 2 minggu lagi, apa kamu mau ikut dengan mama dan ajak istrimu?"
" aih mama ada ada aja ih, kan Indra masih sekolah lagi pula Indra malas tinggal diluar negri ma, Putri juga kayaknya ga bakal mau tinggal disana, jadi kami disini aja ya"
" ya sudah, kamu gimana mau tinggal di rumah ini sama Putri berdua??"
" boleh ma sekalian mandiri hehe"
" tapi jangan sering sering bikin anak ya ndra kalo kebobolan"
" Putri bilang dia itu pake kalender ma emang efektif ya?" tiba tiba saja Indra menanyakan hal itu.
" hehe ga tau mama ndra , kalau mama sih dulu ga berani, mudahan aja ya efektif untuk kalian berdua "
mendengar penjelasan mamanya, Indra semakin tak yakin akan sistem kalender itu, tapi sudah terjadi Indra memilih pasrah kalo memang istrinya akan hamil di umur muda.
*****
di kantin Putri tak sengaja bertemu dengan Rezki, mereka pun saling bertatapan, kali ini tatapan Putri adalah tatapan kecurigaan, Putri sungguh yakin kalau yang memukuli suaminya adalah Rezki, Rezki yang merasa di tatap Putri seperti salah tingkah dan tiba tiba jadi ke geeran, dikiranya Putri masih ada rasa, tapi disisilain Rezki juga merasa bersalah bagaimanapun tunangan mantannya itu dialah yang memukulinya.
__ADS_1
" kok Putri gitu ya liatinnya, apa dia curiga sesuatu, atau dia kangen aku ya" batin Rezki yang melihat lekat tatapan Putri padanya.
tring
mantan terindah
✉ ka pulang nanti ku tunggu di cafe ya
ka Rezki
✉ tumben ajak ketemu
mantan terindah
✉ ga papa ka kita perlu bicara.
hanya di baca Rezki setelahnya
Putri mengirim pesan kepada Rezki karna Putri merasa harus menyelesaikan pertikaian ini apalagi Rezki sudah berani menganggu Indra, sebenarnya Putri masih tidak tau itu perbuatan Rezki, hanya saja dia yakin sekali itu perbuatan Rezki makanya Putri mengajak Rezki bertemu.
***
" lumayan" Putri hanya menjawab dengan wajah datarnya.
" ada apa put kamu mau ketemu aku" tanya Rezki yang sudah duduk manis dihadapan Putri di cafe tersebut.
" jangan ganggu Indra ka, kita sudah berakhir , ikhlaskan aku dengannya" tanpa basa basi Putri langsung mengutaran maksudnya.
" memangnya kamu suka sama dia?"
" dengarkan baik baik, Aku cinta Indra sangat , sangat dan sangat" Putri memakai penekanan dalam bicaranya kali ini biar Rezki semakin yakin.
" aku ga percaya" Rezki tersenyum licik
Mendengar perkataan Rezki rasanya ingin sekali Putri menampar mantannya yang menurutnya mengalami ke gesrekkan itu semenjak putus darinya, karna banyak sekali orang di cafe itu Putri mengurungkan niatnya.
" kaka mau bukti apa biar percaya?" tanya Putri dengan wajah yang sulit diartikkan, saking kesalnya mengahadapi mantan anehnya itu.
Rezki yang mendengar perkataan tantangan Putri ingin sekali rasanya menculik Putri dan mengurungnya di tempat yang tidak bisa digapai orang lain hanya dirinya yang dapat menggapai mantan terindahnya itu.
" hmmmm, coba kamu cium dia di sekolah" tiba tiba Rezki mengatakan hal yang sungguh bodoh
__ADS_1
" haha, kaka memang se gesrek itu ya, oke aku terima, setelah Indra sembuh aku akan membuktikkannya, dan satu lagi, jangan sentuh tunangan ku, aku ga rela, ikhlaskan seluruhnya ka aku mohon" setelah mengatakan seluruh isi hatinya Putri langsung pergi. karna tak ada Indra Putri menggunakan mobil sendiri ke sekolah, rasanya Putri benar benar rindu Indra karna beberapa jam ini ga ketemu, aduh romantis sekali pasangan ini.
sampai di rumah
" assalamualaikum"
" walaikumsalam putri, eh kok baru pulang sih" tanya bu Tina, karna waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore.
" maaf ma Putri ada yang dibeli tadi hehe"
setelah berbincang bincang sebentar dengan mertuanya, Putri langsung menuju kamar Indra.
ceklek
" sayang" didepan pintu kamar berusaha memberikan kejutan.
" hayyy, ya ampun kenapa baru pulang sih, udah jam berapa ini, apa ga bawa jam , apa ga liat jam" Indra menghampiri Putri dengan segudang pertanyaan, terlihat sekali wajah khawatir Indra.
" aihh aku telat dikit doang, coba tutup mata kamu" Putri berusaha untuk menutup mata Indra
" apa sih ga mau" Indra menepis
" ya udah ga jadi" langsung berlalu menuju kamar mandi, belum sepat masuk udah di tarik Indra.
" iya oke aku tutup mata" akhirnya Indra menuruti kemauan istri kecilnya itu untuk menutup mata.
Putri mengambil sesuatu di dalam tasnya.
" udah coba buka mata mu" berdiri dihadapan Indra.
" HP???" ya benar saja Putri memberi sebuah hadiah HP untuk Indra ,karna ponsel Indra yanga rusak akibat perkelahian kemaren.
" suka ga???, udah disetting tu tinggal pake entar nomor nu kita urus ya"
" hmm gimana ya" Indra pura pura terlihat tidak suka
" ya udah kalau ga suka, biar aku yang pake " mengambil dari tangan Indra
" tuh ambekkan banget, suka banget sayang aku yang cantik, makasih ya" menghujami Putri dengan seribu ciuman maut
" Indra udah lepasin, aku bau keringat ni, mandi dulu ya sayang" Putri melepaskan diri dari pelukkan Indra karna kalo semakin lama akan semakin banyak akibatnya wkwkwk.
__ADS_1