
2 minggu kemudian
****
di ruang makan keluarga pak Hery dan bu Tini
" put" panggil papanya
" ya pa" menoleh ke arah papanya
" nilai ujian tengah semesternya gimana" tanya papanya di sela sela makan malam mereka
" baik dong pa, cuma satu aja yang dapat 85 hehe" sambil nyengir ga jelas
" ouh pelajaran apa sayang"
" itu pa Bahasa Indonesia hehe, kadang jawabannya bikin bingung, tapi 85 itu udah bagus kan pah"
" iya itu udah bagus kok semangat terus ya anak papa" dengan senyuman manis ala pak Hery.
malam itu Bu Tini dan pa Hery ingin menyampaikan sesuatu yang penting kepada Putri , karna bingung mau mulai dari mana maka terjadilah lirik lirikkan antara bu tini dan hery , lirikkan mereka adalah sebuah kode kodean untuk menyampaikan informasi penting ini.
akhirnya mamanya memulai saja lebih dulu karna lebih cocok kayaknya dari pada papanya yang menyampaikan , kan itu juga rencana mamanya
"putri" panggil mamanya pelan
" hmm iya ma"
" gimana hubungan kamu dan Indra"
" baik ma" jawab Putri singkat
"maksud mama perasaan kamu ke Indra??"
" hah perasaan ma" putri menatap mamanya bingung sekaligus kaget , "kenapa jadi tentang perasaan" batin Putri
" apa kamu suka Indra"
" ohh suka maa , kan dia sahabat Putri dari orok" jawab Putri santai
" selain sahabat??" tanya mamanya lagi
" selain sahabat?? apa sih maksud mama, coba kasih tau aja ma yang jelas biar putri langsung ngerti" jawab Putri dengan wajah sedikit kesal karna menurutnya bu Tini kebanyakkan basa basi
" basa basi dikit put, biar kamu ga gugup" kata bu Tini sambil terkekeh geli
" aih mama jadi basi beneran ni"
" oke baiklah, mama dan papa sudah setuju untuk mengadakan pertunangan antara kamu dan Indra" ujar bu Tini memberi penjelasan dengan sekali tarikkan nafas
putri yang beberapa detik mendengar perkataan mamanya dan mencerna penjelasaan mamanya langsung terbatuk batuk dan tersedak sampai terasa sesak di dadanya saking kagetnya, sebenarnya Putri sudah tak aneh ketika mamanya mengatakan sebuah perjodohan antara dirinya dan Indra , hanya saja Putri mengira itu sebuah lelucon semata atau misal terjadi perjodohan juga itu akan terjadi setelah mereka lulus SMA tapi malah disuruh tunangan di kelas 11 ini
" uhukk uhukk"
mendengar anaknya tersedak yang cukup kencang papanya langsung memberikkan minum
__ADS_1
" minum dulu put" kata papanya menyodorkan minuman di hadapan Putri
" gimana put udah jelas kan ??" tanya mamanya lagi memastikkan Putri dapat mengerti dengan penjelasannya tadi
" pertunangan ???" hanya itu yang terucap di mulut putri beberapa saat dia meneguk minumannya lagi agar sedikit tenang " apa ini rencana lama ma" tanya Putri melanjutkan
" hmmmm" ujar mamanya " kalau kamu siap pertunangan ini bisa diadakan 2 minggu lagi"
" siap???, 2 minggu lagi???" mata Putri terbelalak
*****
tokk tokkk
" ndraa, buka pintunya" teriak Putri dari luar kamar
" ndra" ini gue jawab napa " ahh apa tidur ni anak ya udah lah gue masuk aja" gumam putri
dan cek lek
" aaaa" kok ga pake baju sih
" habis mandi gue makanya ga denger" jawab Indra sambil memakai bajunya " ga usah kaget gitu"
" ternodai mata gue"
Indra hanya diam dan langsung duduk di ranjangnya, Putri pun ikut duduk di samping Indra
" ndra gawat ndra gawat" sambil menggoyangkan tubuh Indra
" kita ndra mau di tunangin " sambil terus menggoyang goyang tubuh Indra dan menepuk nepuk pundak Indra
" teruss???" sambil membaca bukunya dengan santai
" ndra gue serius" Putri semakin kesal di buatnya
" ya udah tolak aja " jawab Indra santai
" lo udah tau ya" kali ini Putri menatap tajam ke Indra ya walaupun yang di tatap tetap asyik dengan bukunya
" menurut lo" tanyanya balik
" ya Allah Indra gue serius , gue pulang ah" merasa tak di respon Indra , Putri memutuskan untuk pulang dan beranjak dari ranjang Indra , dengan wajah kesal putri berdiri tapi belum sampai ke depan pintu Indra menarik tangan putri
" mau kemana??" tanya Indra menatap Putri
" pulang" dengan wajah ngambeknya yang imut
" lo marah??" mencoba menatap wajah Putri semakin dekat mencari arah mata Putri, karna Putri sedari tadi memalingkan wajahnya
" ga"
" oke kalau lo marah besok aja kita bicara" jawab Indra
" okeh " Putri melaju ke ke depan pintu , eh lagi lagi Indra menghalanginya
__ADS_1
" gue bercanda, ayo kita duduk dulu" ajak Indra menggandeng tangan Putri
dan sekarang mereka saling berhadapan , saling bertatapan
" gue udah tau put" Indra memulai membuka suaranya
" hahh??, sejak kapan"
" udah lama"
" kenapa ga bilang???"
" gue udah pernah bilang "
" kapan??"
" pikir aja sendiri "
putri pun memikirkan kapan kira kira Indra memberitahukannya tentang pertunangan mereka , beberapa menit Putri terdiam sampai akhirnya...
" astagfirullah, yang lo sebut tunangan tunangan itu gue" tanya Putri sambil sedikit melotot
" hmmm"
" ndra, lo kenapa ga nolak sih"
" mama ga ada kasih tau aku"
" lah itu tadi , katanya tau"
" gue cuma ga sengaja nguping aja "
" kapan ??"
" lupa, yang jelas itu rencana mama dan tante tini, jadi gimana mau lo " tanya Indra dengan wajah serius
" tolak" jawab Putri dengan cepat
" gue punya pacar ndra, gue sayang ka Rezki , cinta dia " sambil sedikit terisak , mungkin karna saking kesalnya akhirnya Putri tak tahan lagi, air mata kekesalan ini udah disimpannya sedari tadi
melihat Putri yang meneteskan air mata, Indra dengan cepat mengusap air mata Putri
" udah jangan nangis ya" Indra mencoba menenangkan Putri
" gue janji kok ga akan terjadi " ujar Indra yang kali ini meraih tubuh Putri untuk memeluknya
Putri hanya diam dan terus menangis
" put tatap gue" Indra kali ini meminta Putri untuk menatapnya
akhirnya Putri mendongakkan wajahnya ke Indra mencoba menatap Indra walau masih dengan air mata
" gue janji" hanya itu ucapan Indra disaat mereka bertatapan, entah bagaimana Indra kali ini mencium bibir putri dengan sangat dalam, Putri hanya diam dan merasakkan ciuman itu , sekalipun kaget dibuatnya tapi Putri memilih pasrah, sampai pada akhirnya Indra melepaskan ciuman itu sendiri
" maaf " Indra membisikkan kata itu di telinga Putri
__ADS_1
putri hanya mengangguk dan mengusap pipinya yang masih basah.