Pangeran Dingin

Pangeran Dingin
Bab 41 kenapa???


__ADS_3

Setelah 15 menit menempuh perjalanan, Indra dan Putri sampai disekolah, entah kenapa hari ini Putri merasa gugup dan takut, apa karna pernikahan ini atau karna bakal bertemu Rezki, pikiran Putri melayang kemana mana, bagaimana ketika Rezki menyebar luaskan tentang hubungannya dengan Indra, jawaban apa yang pantas akan Putri berikan kepada teman temannya, terutama Rizka yang sedikit menaruh harap pada Indra.


" yang" panggil Indra yang melihat Putri bengong sedari turun dari motornya.


" eh iya kenapa??"


" kamu kepikiran?" tanya Indra sambil menatap Putri dan melepaskan helm dikepala Putri, seolah tau jalan pikiran istrinya.


" hehe ga kok, panggil aku nama aja ya jangan pake sayang sayang aku takut orang curiga"


" tenang aku lebih paham dari kamu" Indra pun berlalu dari Putri


Indra seperti sengaja berjalan lebih dulu dari pada Putri agar terlihat sama seperti sewaktu mereka masih bersahabat, walaupun sebenarnya Indra sungguh ingin bisa berjalan berbarengan bergandengan dengan istrinya itu, tapi mau bagaimanapun mereka lagi disekolah, dan hubungan ini adalah sebuah rahasia.


" sini ikut aku" seseorang menarik tangan Putri menjauh dari tempatnya berjalan.


" ka Rezki" Putri sontak saja kaget karna yang menarik tangannya adalah mantannya sendiri, orang yang paling dihindarinya saat ini.


Rezki membawa Putri ke gedung sepi di belakang toilet , tempat itu benar benar sepi, bahkan tak ada yang lewat atau terdengar suara orang berjalan, hanya ada mereka berdua. Rezki menyandarkan Putri ke dinding bangunan itu dan tangannya seperti mengunci pergerakkan Putri, Putri yang merasa terintimidasi sungguh sangat takut pikirannya sungguh tak bisa berpikir jernih, ingin rasanya Putri berlari dan berteriak, tapi Putri berusaha untuk tenang dan berpikir baik siapa tau Rezki hanya minta penjelasannya.


" ke..ke... ke..napa ka" gugup sekali rasanya, suaranya bahkan sungguh sulit keluar kali ini, wajahnya hanya dapat tertunduk takut.


Rezki memandangi Putri , dari atas sampai bawah , kembali lagi dari bawah sampai atas, entah apa yang ada dipikiran Rezki kali ini, tangannya mulai mengarah ke dagu Putri dan mengangkatnya agar mampu menatapnya, mata itu bertemu, Putri sekuat tenaga memalingkan wajahnya tapi kekuatan Rezki lebih dari itu , sungguh wajah Rezki tak bisa ditebak ekspresinya , apa marah , kecewa atau malah berhasrat dengan Putri, sakit sekali rasanya cengkraman itu.


" kamu kenapa menghianatiku??" terdengar sangat dingin nada bicara itu, bahkan tatapan itu terasa mematikan kali ini.


" ka aku bisa jelaskan, tapi bisa kah jangan seperti ini, aku takut" Putri kali ini benar benar terisak air matanya sudah tak tertahankan untuk keluar.

__ADS_1


" mau posisi bagaimana hahh???, apa yang lebih intim dari ini??" Rezki sedikit berteriak dengan kalimat lecehnya itu.


Kali ini Putri merasakan sangat kecewa dan marah pada Rezki, Putri merasa Rezki sangat keterlaluan kata kata yang baru saja Rezki lontarkan sungguh membuatnya sakit disayat sembilu, Putri tau dan sadar sudah mempermainkan perasaan Rezki tapi tidakkah harusnya ini mampu dibicarakan dengan baik, apalagi masalah hati bukan hal yang mampu dipaksakan , kali ini rasanya Putri ingin sekali menghajar Rezki sampai lelaki itu tak berdaya tapi apalah itu hanya pikiran amarahnya saja, nyatanya untuk bicara saja Putri tak mampu.


" ka, aku bisa jelaskan tapi lepaskan aku ka, aku mohon ka" isakan Putri terdengar sangat nyaring kali ini, Putri sudah tak mampu menyembunyikkan lagi walaupun sia sia tak akan ada yang mendengar kecuali orang iseng yang mau lewat ruangan itu, atau orang yang lagi pacaran dan mojok di tempat itu, tapi itu juga tidak mungkin sepagi ini kan??, jam pelajaran akan dimulai Putri masih ditempat mengerikan itu.


" apa yang mau kamu jelaskan??, menjelaskan cincin ini adalah cincin tunangan mu dan Indra, bahwa kalian memiliki hubungan sewaktu kamu masih bersama ku??" Rezki menatap lekat wajah Putri dengan tatapan mematikkan, bahkan matanya sulit untuk berkedip hanya ada amarah yang terlihat.


Putri bahkan tak mampu untuk mengucapkan apapun , isakannya saja yang menjadi saksi betapa takutnya kali ini dia dengan sosok laki laki yang dulu membuatnya terbuai akan asmara.


" kamu bahkan tak bisa menjelaskan" masih diposisi sama dengan cengkraman dagu yang makin kuat.


" ka kami kami dijodohkan" akhirnya suara itu muncul dengan sangat pelan


" jodoh???, hahaha masih musim , apa aku bisa percaya??" tubuh Rezki semakin terasa dekat, Rezki membuat hampir tak berjarak dari Putri, sungguh kali ini Putri sudah tak kuat lagi, kalau berteriak Rezki bisa akan menghajarnya pikir Putri akhirnya menginjak sepatu Rezki adalah jalan keluarnya.


Putri berlari dari arah Rezki sekuat tenaga


buugh Putri menabrak seseorang dan jatuh dalam dekapannya, tapi ini terasa bukan tubuh suaminya , Putri tau betul bagaimana aroma Indra dan rasa dekapannya.


" Kriss"


Kriss mendengar seluruh apapun yang di bicarakan Rezki dan Putri, melihat Putri dalam keadaan begitu , Kriss menatap lekat kearah Rezki , amarah kriss benar benar terasa adanya, tapi untuk melakukan kekerasan rasanya tak pantas ia lakukan apalagi ini masih dilingkungan sekolah, walaupun untuk melakukannya rasanya tak masalah melihat bagaimana Rezki memperlakukan Putri.


" kamu ga papa?" Kriss menatap wajah Putri dan berusaha mengapuskan air matanya, tapi Putri menjauh dan memberi jarak pada kriss


" makasih , aku ga papa" Putri berlari ke toilet untuk membersihkan wajahnya dan merapikan penampilannya kembali.

__ADS_1


" kenapa harus Kriss bukan Indra??" batin Putri ada rasa kecewa ketika orang yang menyelematkannya adalah Kriss bukan Indra suaminya sendiri.


" hentikan terobsesi dengannya" Kriss mendekati Rezki dan memperingatkannya.


" kamu tau apa tentangnya??" Rezki membalas tatapan Kriss tak kalah dingin


" aku tau semuanya" jawab Kriss dan menjauh dari Rezki.


mata sembab Putri masih sedikit terlihat, berusaha sekuat mungkin Putri tutupi untung untuk melihat ke arah papan tulis Putri membutuhkan kaca mata karna memang matanya rabun jauh , sedikit membantu memang kaca mata itu.


kringgg bel berbunyi.


rasanya lega dihati Putri dia tak terlambat masuk kelas, walaupun harus menghadapi drama pagi yang menyesakkan, dilihatnya Indra sudah duduk rapi dengan komiknya, Putri melewati Indra seakan tak terjadi apa apa, Indra melirik kearah Putri tatapan mereka bertemu ketika Putri melewatinya.


" kenapa sepertinya Putri habis menangis??" batin Indra yang melihat Putri memakai kaca matanya, dan mata sembabnya terlihat sedikit.


" wah kemana aja lo kemaren 2 hari" tanya Rizka yang melihat Putri sudah duduk disampingnya


" hmm ada deh" jawab Putri singkat, malas sekali Putri membahas tentang itu rasanya.


" lo janjian ya ma Indra kok barengan sih" Rizka benar benar menggodanya kali ini.


Putri hanya diam tak menggubris apapun.


Putri melirik kearah Kriss yang baru datang , dia terlambat dibanding Putri dalam beberapa menit, Putri merasa tak enak hati dengan Kriss , apalagi sepertinya Kriss tahu semua tentang hubungannya dengan Rezki dan Indra.


Kriss hanya tersenyum ketika lirikkan Putri bertemu dengan tatapan Kriss.

__ADS_1


__ADS_2