
akhirnya Putri keluar dari toilet dan menuju ke arah ka Rezki yang menunggunya sedari tadi, " aduh pasti kelamaan nie " batin Putri di tengah tengah dia berjalan. dari jauh Putri dapat melihat Rezki sedang berbicara dengan seseorang, Putri tidak dapat mengenali siapa yang di ajak ka Rezki bicara karna hanya melihat dari belakang punggung saja, yang Putri tau kalau yang bicara dari jauh itu adalah seorang perempuan.
" ka Rezki" Putri menyentuh Pundak ka Rezki
" eh hay " jawab Rezki
"loh Rizka" ternyata perempuan yang lagi bicara dengan ka Rezki tadi adalah Rizka.
" hayyy, ya ampun ketemu lagi kita" kata Rizka sambil memeluk Putri sekalipun terlihat berlebihan tapi mungkin karna mereka bersahabat jadi pelukkan persahabatan adalah hal biasa ter khusus bagi mereka berdua.
Putri tak kaget Rizka ada di tempat yang sama dengannya karna Putri sudah melihat Rizka waktu nonton bioskop tadi bersama Indra, tapi dia tetap penasaran dan tetap berbasa basi dengan Rizka.
" sama siapa lo kesini?" tanya Putri
" sama pangeran dingin hehe" jawab Rizka
"whatt??? pangeran dingin" putri merasa geli dengan sebutan yang dimaksud Rizka , Rezki yang mendengar cukup bingung siapa pangeran dingin yang di katakan Rizka
melihat Putri dengan ekspresi wajah begitu , Rizka terkekeh sendiri , karna Rizka dapat menebak kalo Putri mengerti yang Rizka maksud.
" ehemm ehemm"
semua menoleh ke arah orang berdehem yang tepat berdiri di belakang mereka
"oh ini pangeran dinginnya" ujar Rezki to the point melirik ke Rizka
"hehehe" Rizka senyum senyum ga jelas
" pangeran dingin" indra hanya bingung dengan sebutan itu dia tak merepospon apapun apa senang , ga suka atau geli sekalian wkwkkwkw
Putri yang hanya dari tadi diam, tiba tiba bergidik geli ketika sahabat tersayangnya itu dikatakan pangeran dingin, Putri bahkan tak pernah menyadari kalau Indra memang semenarik itu hingga dikatakan pangeran bagi orang yang aga asing dengan Indra, karna ya Putri sedari orok sudah bersama jadi tidak menyadari hal apapun di Indra, perhatian atau apapun yang ada di Indra hanyalah sebuah arti persahabatan bagi Putri, begitu pun apapun yang dilakukan Putri dengan Indra semua hanya arti sebuah persahabatan yang terjalin karna terbiasa.
" eh udah jam setengah 11 " ujar Putri sambil melihat jam yang ada di tangannya
" ouh iya ya kayaknya kita keasyikkan nonton nie ampe lupa jam" sahut Rizka
" ya udah deh gue pulang dulu yaa, bye semua" Rizka mengundurkan diri duluan dari mereka semua
"lo naik apa Riz" tanya Putri
" naik ojol tadi"
" lo yakin jam segini dapat ojol yang aman?"
" ga tau sih Put" Rizka mengangkat kedua bahunya
" ya udah gue antar ya" ujar Putri menawarkan
" lo datang kesini naik mobil?"
" iya ma Indra"
" atau gini aja lah put , biar Rizka aku yang antar, lo pulang gih ma Indra udah jam segini" ka Rezki memberi ide walaupun di hatinya ada rasa cemburu tapi dia sudah sepenuhnya percaya dengan Indra, Ide ka Rezki kali ini membuat Putri merasa tersanjung
" aduh ka Rezki putri terharu, udah mau bantu temen Putri, makin sayang deh" sambil mengelus pipi Rezki
" makasih sayang, aku juga sayang kamu"balas ka Rezki sambil mencubit pipi Putri
__ADS_1
" ih main cubit cubittan" batin Rizka sambil merasa ke baperan sendiri tapi geli juga wkwk
mereka benar benar dimabuk asmara lupa ada 2 orang yang lagi beriringan berjalan dengan mereka yang sedang berbarengan menuju parkiran mobil.
Indra dan Rizka yang melihat itu merasa geli sendiri, tapi berusaha memakluminya kan sepasang kekasih wkwkwk, masih seumur jagung ini
sampailah mereka di parkiran
" ka makasih banyak untuk hari ini ya" ujar Putri melepas gandengan tangan Rezki
"iya sayang sama sama, entar kita jalan jalan lagi ya yang cuma berdua dan kamu ku jemput bukan diantar" melirik ke arah Indra berusaha menyindir Indra.
indra yang menyadari sindirika Rezki hanya diam dan memutar bolanya jengah dengan sindirian ka Rezki.
" iya ka mudahan mama cepat merestui hubungan kita jadi kaka bisa jemput Putri di rumah ya" balas Putri sambil mengelus pundak ka Rezki
" iya sayang aamiin hati hati ya dijalan " ucap Rezki mengelus pipi putri lembut
" kaka juga yaa" memegang tangan Rezki yang mengelus pipinya
" ehem ehem udah ni adegan romantisnya" Rizka tiba tiba berdehem karna merasa sahabatnya ini melupakan keberadaan dirinya dan Indra
" eh iya hehehe, " putri menggaruk kepalanya sendiri dengan tertunduk malu malu, begitu pun dengan Rezki , dia terasa lupa bahwa ada 2 orang lagi yang menyaksikkan kemesraan mereka
di dalam mobil
" ndra" putri mencoba memecah kesunyian yang ada karna Indra tak sedikit pun berniat mengajaknya ngobrol
" hmmm"
" lo ajak Rizka nonton ??"
" ga "
" ya bisa, dia yang ajak" jawab Indra dengan wajah dinginnya dan fokus ke arah depan karna sedang nyetir
" tapi lo mau "
" teruss???"
"ya jarang lo mau di ajak cewe"
" ya suka suka gue"
" jadi lo suka ma Rizka??" lagi lagi menanyakan hal ini
" hah???" Indra mengernyitkan dahinya
" ya lo suka sahabat gue Rizka"
" terserah lo" jawab Indra ketus
" ih ngambek" menowel nowel pipi Indra
" ih makin ngambek makin unyu" masih menowel nowel pipi
ciiittttttt Indra me rem mobil tiba tiba
__ADS_1
" Indra apa apain sih" putri terkejut dengan apa yang di lakuin Indra
" hahahaha" Indra tertawa tiba tiba melihat ekspresi wajah Putri yang kaget
baru di Bab ini Indra tertawa wkwkwk
" Indra apa apain sihh" memukul mukul lengan Indra " becanda lo ga lucu" putri yang kali ini ngambek
" makanya jangan noleh ke gue mulu, ga lihatkan ada kucing nyebrang" jawab Indra yang memulai lagi menyetir mobil
" ouh kucing nyebrang" jawab Putri sambil masih manyun
"ngambek???" tanya Indra
" ga "
" ih ngambek"
" ga " memalingkan wajahnya ke arah jalan
cup Indra mencium bibir Putri sekilas masih sambil nyetir
"ahh Indra apa apain sih"
"biar ga ngambek"
"tapi jangan bibir ndra"
"ah biasa aja kali"
"apanya"
"ciuman gue"
"mana bisa"
" bisa"
" lo ada perasaan ke gue" tanya Indra sambil melirik ke arah Putri
"ga "
" ya udah kalo ga ada anggap ciuman sahabat aja"
" ga bisa lah" Putri bersikeras
" bisa kok tadi buktinya" Indra sambil tertawa dalam hati
" ihh awas ya loo"
" itu imbalan " jawab Indra
" untuk???"
" nganterin lo"
" hah?? kapan?" putri bingung dengan perkataan Indra
__ADS_1
" lo pikir sendiri gih" perintah Indra dengan wajah dinginnya
akhirnya Putri terdiam memikirkan perkataan Indra, benar saja Putri baru ingat kalau dia sudah mengatakan akan memberi imbalan apapun pada Indra kalau mengantarnya jalan dengan ka Rezki, Putri merutuki kebodohonnya , tapi ya sudah lah karna memang mereka sahabat sedari orok akhirnya Putri menerima saja walaupun hatinya terasa tak ikhlas karna lagi lagi si Indra lah yang menciumnya untuk kedua kalinya.