
"ka kita mau kemana ??"
" mau ke suatu tempat sayang tenang aja "
Putri merasa bingung , karna mobil Rezki tidak mengarah ke jalan pulang, sebenarnya Putri tak masalah kalau Rezki ajak jalan jalan hanya saja kakinya yang cedera membuat Putri ingin cepat pulang dan istirahat, karna luka tersebut cukup membuat nyeri, tapi karna menjaga perasaan sang kekasih akhirnya Putri pasrah, Putri berusaha agar tak terlihat sakit karna kalau sampai terlihat akan repot dibuatnya, Rezki sudah jelas akan membawanya ke rumah sakit dan akan semakin over protektif.
" ayo turun" kali ini mobil Rezki sudah berada diparkiran sebuat mall besar
" mau ngapain kita ka??" Putri rada bingung dibuatnya
"ada deh"
akhirnya mereka pun turun dari mobil, dan berjalan menyusuri mall tersebut
tiba tiba Rezki berhenti di toko yang pasti disukai para kaum hawa.
" ayo pilih yang kamu suka "
Putri diam sesaat mematung di depan pintu toko tersebut dan bingung kenapa sampai Rezki mengajaknya ketempat ini.
" mau apa sih ka Rezki ini" batin Putri dengan mata yang masih mengitari toko tersebut
" ayoo kok diam disini" kali ini Rezki menarik tangan Putri dan menggandengnya.
"silahkan tuan mau cari yang seperti apa" tanya seorang pelayan perempuan bicara seramah mungkin menyambut kedatangan Rezki dan Putri
sambutan ramah dari pelayan tadi tak membuat Putri mendengarkannya karna dari tadi matanya masih mengitari seluruh toko yang terlihat berkilauan ini, ya betul saja, kali ini Rezki mengajak Putri ke toko perhiasan di mall tersebut, toko perhiasan yang super besar dan elegan.
"gimana kamu suka yang mana sayang, kamu bisa pilih sesuka mu " bisik Rezki di telinga Putri sontak saja bisikkan Rezki langsung membuat Putri terpecah dari lamunannya.
" apa ka??" dengan nada sedikit kaget sambil menatap ke arah Rezki
" iya kamu mau yang mana sayang, kok bengong sih, dari tadi "
" kita pulang aja ya ka, aku ga butuh perhiasan"
" loh kok gitu, ini tu tanda cinta aku sama kamu, aku mau kamu ingat aku terus " merengek kecil
Putri yang mendengar perkataan Rezki tersebut cukup membuatnya kaget sekaligus haru tapi juga kesal, pasalnya Putri tak mengharap apapun dari Rezki sebagai tanda cinta, di tambah sekarang di jari manisnya sudah ada cincin pertunangan yang disematkan nama Indra didalamnya.
" mba coba carikan yang paling baru baik itu cincin atau gelang" kali ini Rezki meminta pelayan tersebut untuk memilihkan yang cocok dengan Putri, karna Putri yang dilihatnya sedari tadi tak bergeming.
" kaka udah ah ga usah, lagian aku baru beli cincin" sedikit berbisik
__ADS_1
" iya aku tau, tapi aku mau kasih yang lebih spesial dari yang kamu pakai itu" menunjuk ke cincin Putri .
" ya Allah cincin lagi cincin lagi, bener ni ada jimatnya ni cincin, semenjak pakai cincin ini orang sekitar gue jadi aneh " batin Putri yang merutuki cincin tunangannya, sebenarnya Putri berniat untuk melepas cincin itu sebelum ke sekolah, entah kenapa Putri lupa dan tetap memakainya, dan berakibat begini.
" ini tuan coba lihat , ini yang paling terbaru dari koleksi toko kami, indah bukan??" pelayan tersebut menyodorkan beberapa model perhiasan yang sungguh menyilaukan iman, karna bagaimana pun tidak bisa dipungkiri sangatlah indah logam mulia ini
Putri yang mengatakan tak butuh perhiasan saja dibuat melongo melihat betapa indahnya benda ini " ya Allah gue jadi pengen beli semua " jiwa matre Putri tiba tiba hadir
" ayo sayang pilih satu aja ya" Rezki membujuk Putri
" iya ka , ya udah aku ambil yang ini" kali ini Putri menunjuk sebuah gelang dengan hiasan sederhana dan sangat manis
" pilihan yang bagus sayang" ucap Rezki
" mba pilih yang ini ya, boleh mba di tambahkan inisial huruf di gelang ini??"
Putri terperanjat kaget mendengar Rezki ingin menambah inisial huruf di gelang tersebut.
" bisa tuan kebetulan kita sudah menyediakan berbagai macam huruf" dan pelayan tersebut membawakan huruf huruf yang diminta Rezki
" nah ini ya huruf R" rezki menyerahkan kepada pelayan tersebut dan memintanya memasangkan di gelang tersebut
setelah memasang huruf R, pelayan tersebut menyerahkan gelang tersebut ke Rezki
" coba lihat sayang wah cantiknya kaya kamu" Rezki sambil menatap ke arah wajah Putri
Putri sangat bingung dibuatnya , di cincin ada nama Indra dan kali ini di gelang ada nama Rezki. tapi memang benar gelang tersebut sungguh manis, memancarkan aura mahal..
" iya ka cantik banget masyaAllah" Putri berpura pura senang, tapi bukan berarti tidak senang tapi Putri benar benar bingung dibuatnya, alasan apa yang bisa Putri pakai kalau tiba tiba orang tuanya melihat gelang ini dengan sebuah inisial huruf yang terpampang nyata.
" okeh mba ambil ini ya" Rezki langsung menyerahkan sebuat kartu dari dompetnya, sebagai sarana pembayarannya
" Ka apa ga papa itu mahal lo"
" apa sih yang ga buat kamu" kegombalan yang haqiqi
Putri yang mendengarnya terasa melayang tapi juga terasa mau muntah, karna itu gombalan purba kala sekali.
" bucin banget sih ka Rezki ini" batin Putri
akhirnya selesai juga pembayaran, gelang tersebut langsung dipasangkan Rezki ke Putri, benar benar membuat Putri tambah cantik dibuatnya.
" kamu cantik banget sayang, pake terus ya aku ga mau tau" puji Rezki tapi juga di sertai sebuah ancaman
__ADS_1
" iya kaka sayang, makasih ya sekali lagi" Putri merasa takjub kali ini di tangannya ada cincin dan gelang yang kira kira kalau dalam bentukkan uang akan lebih berat dari berat badannya wkwkwk saking mahalnya, sombong sekali lah.
" gue kalo butuh uang ga perlu jual ginjal ni " batin Putri dengan senyuman tipis yang masih memperhatikan perhiasan indahnya itu
setelah membeli cincin Rezki mengajak Putri makan karna memang sudah jam makan siang.
****
" kamu pulang sama Putri tadi ndra??" tanya bu Tina
" ga ma , putri pulang sama temennya Rizka mau jalan katanya" Indra kali ini berbohong
" ouh gitu, kok ga sama kamu??" dengan nada selidik
" dia bebas berteman ma" jawaban yang sungguh bijak
" iya juga sih " bu Tina manggut manggut dibuatnya
" hmm kalian kan udah tunangan , kalau nikahnya mau kapan??"
uhukk uhuk uhuk
tiba tiba Indra merasa tenggorokkannya sungguh gatal
" eh kenapa ndra minum dulu sayang" menyodorkan minuman ke Indra
" nikah???"
" iya sayang, orang tunangan itu ya tujuan pasti bakal nikah" mamanya menjelaskan dengan wajah sangat santai tanpa beban, padahal Indra yang mendengarnya membuat pahit ludahnya.
" terserah ma" entah kenapa Indra malas sekali berdebat sekalipun rasanya Indra ingin sekali berbicara banyak menyangkut pernikahan yang di utarakan mamanya, tapi kata terserah mungkin adalah hal yang paling baik bagi Indra untuk sekarang, karna memang benar orang tunangan ya untuk menuju ke pernikahan.
" kamu sayang kan dengan Putri?"
" iya ma melebihi itu" jawaban Indra kali ini membuat mamanya terkejut
" serius ndra??"
" mama ga percaya???"
" kok balik nanya, mama kira kamu ga ada rasa dengan Putri"
" hmmmmm"
__ADS_1