
setelah sarapan pagi yang penuh gombalan, Indra dan Putri benar benar kembali ke kamar dan menghabiskan waktu mereka dikamar, entah lah apa yang dilakukan mereka.
jam sudah menunjukkan pukul 1 siang, para orang tua sudah kembali dari jalan jalannya, dan mereka mengadakan acara masak masak di taman belakang villa.
" masih dikamar aja tu penganten baru??" tanya pa Bayu yang masih saja tak melihat pengenten baru itu sedari pagi
" kayaknya pah, udah habis berapa ronde sih itu"
" hahaha" semua tertawa mendengar candaan receh bu Tina
" tadi pagi mba Putri sama mas Indra sarapan kok bu kebawah" ujar bi Tuti menimpali
" ouh ternyata mereka istirahat juga ya"
" katanya masih sakit bu" bi tuti memelankan suaranya
" apa bi???? sakit hahaha" kembali tertawa renyah.
" bi tolong panggil mereka suruh ke taman belakang makan makan" perintah bu Tini pada bi Tuti
" baik bu"
setelah dapat perintah bi Tuti bergegas naik ke lantai atas villa untuk memanggil Indra dan Putri yang masih saja berada dikamar
sampai depan kamar
" ihh Indra udah ih geli tau"
"tapi suka kan??"
" Indra ahhh ahhh udah "
" hmmmm"
Bi tuti yang berniat mengetuk pintu hanya mematung di luar kamar, suara suara khas itu benar benar membuat bi Tuti mengerti apa yang sedang mereka lakukan.
ceklek
" loh bi Tuti, ngapain didepan sini" tanya Putri yang tiba tiba keluar kamar dan sudah rapi dengan pakaian santainya tentu rambut yang masih terlihat basah.
" hmm anu mba hmm" bi Tuti menjadi salah tingkah dan wajahnya memerah
" apa bi??"
" suruh ketaman belakang sama ibu mba" bi Tuti masih tertunduk malu karna ketahuan nguping di kamar penganten baru.
" ouh iya nanti kami kesana, Indra masih mandi jadi aku tunggu Indra ya" jawab Putri dan kembali ke kamar
__ADS_1
" kenapa yang??" tanya Indra yang baru keluar kamar mandi
" bi tuti, dia kayaknya nguping"
" ouh iya ya, paling entar pengen tu" jawab Indra santai
" ishh apa kamu ga malu"
" ga lah kan halal"
" udah pake bajunya??" tanya Putri yang melihat Indra sudah rapi
" iya ayo kebawah" mengulurkan tangannya
mereka kebawah sambil bergandengan, kaya mau nyebrang aja, ya wajar sih namanya juga penganten baru banget.
" wahh segernya rambut keramas siang siang" goda pa Heri yang melihat Indra dan Putri tiba di taman belakang
semua yang mendengar candaan pa Heri hanya mengulum senyum, karna kalau tertawa terbahak bahak takutnya Indra dan Putri ngambek.
" udah puas ndra dikamarnya" kali ini bu Tina ikut menggodanya
" mama ah jangan gitu malu tu si Putri" ucap Indra yang melihat istrinya hanya tertunduk
" ya sudah lupakan itu urusan kalian"
" serius ma??"
" iya sayang, kalian bisa deh pokoknya bermanja manja ria, tapi kami pulang hari ini ya" bu Tina kembali menjelaskan
" asyikkkk, dengerin tu yang kita ada cuti 2 hari" ujar Indra sambil menyenggol bahu Putri yang hanya duduk diam mendengarkan obrolan orang orang disekitarnya, Putri terlalu malu kalau banyak bicara karna godaan godaan dari para orang tua.
" waduh cuti 2 hari digarap ma Indra mulu gue" batin Putri yang merasa frustasi bakal di villa itu lagi selama 2 hari kedepan, bukannya ga senang tapi dia tau lah Indra akan sesuka hatinya untuk mengajaknya bercinta setiap waktu atau bermanja manja ria dikamar. " ini juga belum hilang cape dan pedihnya " Putri serasa menangisi dirinya sendiri.
" yang kok ngelamun???" tanya Indra yang melihat istrinya itu hanya diam
" ahh apa yang??" tersadar dari lamunannya
"ih penganten baru lelah banget kayaknya" goda bu Tini
memang benar wajah Putri terlihat sedikit lesu mungkin karna Indra yang terlalu berhasrat sampai sampai lupa kalau istrinya juga bisa kelelahan.
akhirnya makan siang itu dilalui dengan candaan candaan unfaedahnya.
***
tok tok
__ADS_1
" eh mama kenapa ma, ayo masuk" ajak Putri pada bu Tini yang menghampiri kamar pasangan baru itu.
" mama mau bicara put" masih didepan pintu
" ouh boleh banget ma"
" Indra mana??" tanya bu Tini
" tidur ma"
" ya sudah kita dibalkon kamar kamu aja yu"
mereka pun duduk dibalkon kamar tersebut merasakan hembusan angin yang nyaman.
" gimana rasanya jadi istri nak?" tanya bu Tini memulai percakapan
" hmmm apa yang gimana ma, kan baru sehari ini ma"
" satu bulan ini kamu akan merasakan indahnya sebagai pasangan baru, tapi pernikahan pasti ada saja cobaan atau kerikil masalahnya, mama harap kamu mampu menjadi dewasa ya, walaupun mama tau kamu masih muda" bu Tini berusaha memberi wejangan kepada Putri semata wayangnya itu mengingat Putri sudah menikah dan tentu pernikahan bukanlah hal main main.
" iya ma, aduh Putri jadi takut" tiba tiba ada rasa cemas di diri Putri mendengar wejangan bu Tini
" lohh kok takut, kan ada mama, kamu cerita apa aja ya sama mama, mama akan berusaha menjadi penengah buat kalian tanpa membela satu sama lainnya, rahasiakan lah dulu kepada teman temanmu sekalipun dengan Rizka" bu Tini kembali melanjutkan wejangannya yang cukup panjang.
" mama sama papa dulu sering berantem ga sih??" tanya Putri yang penasaran , karna memang Putri hampir tidak pernah melihat orang tuanya berantem.
" aihh ya pasti lah apalagi 5 tahun pertama, itu cobaannya banyak nak, tapi alhamdullilah papa mu sangat dewasa dan pemimpin yang baik dalam rumah tangga, dia juga sering ngalah sama mama"
" hmm gitu ya, papa memang baik si maa, mudahan Indra gitu juga ya ma" Putri bersandar dibahu mamanya.
" mama yakin kok Indra bisa jaga kamu, ngomong ngomong kamu main aman kan malam tadi" tiba tiba bu Tini bertanya yang tidak tidak
" hehe hmm gimana ya, Putri main kalender aja sih Putri liat Putri ga subur hehe"
" waduh kamu yakin??, ya ampun put kalender mama kok ikut ga yakin sih"
" hmm yakin aja ma, Putri sih udah baca baca aman kok hehe" Putri cuma cengengesan
" lain kali pake pengaman napa put, kalo pil sih aga bahaya buat yang belum melahirkan" jelas mamanya
" hmm siap ma" jawab Putri singkat
" suami mu lama juga tidurnya"
" Kecapean ma dia"
" ya sudah kamu tidur gih , mama mau kekamar ya nemenin bayi besar mama" lagi lagi mamanya bergurau
__ADS_1
" makasih ma nasehatnya , Putri sayang mama" memeluk mamanya, dan bu Tini pun keluar kamar