
pagi pagi sekali para orang tua bersiap untuk pulang ke kota.
" Indra putri kami pulang dulu ya nak, kalian hati hati disini ya, dan baik baik, pulang pulang ga perlu bawa kabar kami bakal jadi nene kakek, selesaikan dulu sekolahnya"
" aman ndra ingat aman" pak Bayu menepuk nepuk bahu Indra
Indra hanya diam kesal dibuatnya, begitu pun Putri yang jengah luar biasa karna godaan para orang tua mereka yang tak habis habis rasanya.
Para orang tua sudah didepan mobil , dan dilepas oleh Indra dan Putri yang bakal tinggal beberapa hari lagi untuk honeymoon katanya.
" iya ma, mama juga hati hati ya" Putri memeluk para orang tua itu, begitu pun dengan Indra.
akhirnya para orang tua masuk mobil dan melambaikan tangannya pada Indra dan Putri yang berdiri didepan halaman villa.
" wah sedih ya kita bakal sepi ndra ga ada mereka" Putri masih melihat kearah mobil orang tuanya yang lama lama hilang menjauh.
" kan ada aku" merangkul bahu Putri
" iya juga sih, ndra jalan yuu, kemana gitu" bergelayut manja dilengan Indra
" ouh siap, ayo kita ganti baju dulu" Indra menggandeng Putri menuju kamar untuk berganti pakaian.
didalam kamar Putri sudah siap dengan baju cantiknya, begitupun dengan Indra yang terlihat tampan, mereka memang pasangan serasi semua yang melihat pasti terasa iri , sungguh sempurna rasanya kehidupan Putri dan Indra ini, wajah yang memadai ditambah kekayaan yang mencukupi rasanya mereka memang termasuk manusia manusia beruntung.
" wah cantiknya istriku" memeluk Putri dari belakang dan mulai mencium tengkuk Putri
" kamu juga ganteng, eh udah geli ndra, entar merah" Putri bergeliat karna merasakan geli atas perlakuan Indra.
"tapi suka kan??" masih saja dengan kegiatan nakalnya
"aihh udah deh entar malam kan bisa, yu kita jalan" menggandeng tangan Indra untuk turun kebawah.
setelah berpamitan dengan bi Tuti dan mang Jali, Putri dan Indra pun menghabiskan waktu mereka berkeliling puncak, wisata kuliner dan membeli sesuatu yang mereka sukai, tak terasa karna terlalu asyik malam pun tiba, Indra dan Putri memustuskan untuk pulang ke villa, mereka merasa benar benar bahagia bisa menghabiskan waktu berdua dengan keadaan yang sudah halal.
tring bunyi pesan masuk, karna keasyikkan jalan jalan sampai sampai batrai ponsel Putri kehabisan daya, akhirnya baru kembali nyala pas di villa.
Putri asyik men cek ponselnya dan melihat lihat notifikasi diponsel tersebut, Indra yang melihat istrinya senyum senyum sendiri jadi dibuat penasaran, dan berusaha untuk kepo.
" asyik banget yang??" Indra mendekat ke arah Putri dan ikut duduk di samping Putri
" iya ni grup rame hehe, eh mereka menanyakan keadaan kita ni" sambil melihatkan ponselnya ke Indra
__ADS_1
" wah apa mereka curiga ya"
" kayaknya sih yang, tapi biar lah kan mereka tau kita memang dekat" jawab Putri santai
" iya juga sih lagian entar ketahuan juga sih kalau kita memang pasangan" pikir Indra
" iya lah pasti yang, kamu ga liat ponsel mu" Putri masih asyik dengan ponselnya
" ga lebih asyik melihat kamu" gombalan apa lagi kali ini yang di keluarkan Indra.
" kamu pintar bsnget sih gombalnya" menarik hidung Indra gemas " aku jadi kangen kamu yang dingin" tiba tiba Putri teringat kelakuan Indra yang dirasanya kaya robot robotan.
" jadi kamu suka aku yang dingin ya??" Indra menatap ke arah Putri
" hmmm"
" ouh okeh lah" beranjak dari kursi dan menuju tempat tidur merebahkan dirinya dan mengambil buku komiknya.
Putri melirik beberapa saat, dilihatnya Indra seperti yang dulu, yang hanya diam dan baca komik, karna masih asyik dengan ponselnya Putri membiarkan Indra dalam keadaan begitu, malam semakin larut Indra juga tak terlihat mengajak Putri tidur, Putri pun masih asyik dengan sosmednya, lama lama Putri merasa bosan dan sudah rindu Indra, akhirnya Putri beranjak dari kursi mendekati Indra, dilihatnya Indra sudah tidur.
" ya ampun, ngambek banget ni ampe ketiduran"
Putri pun membersihkan diri dan berbaring disamping Indra, mengelus wajah Indra dan mengecup bibir Indra pelan.
" aih pura pura ya??" sedikit meninju dada Indra, tentu tinjuan cinta dan tidak sakit.
" hmm gelisah ya, aku cuekkin" menggenggam tangan Putri
" ih Indra ahh, udah ah aku mau tidur" langsung menarik selimut
" aih makanya jangan suruh aku jadi dingin lagi, aku udah ga bisa jadi dingin lagi depan kamu" berada di posisi intim
" iya aku juga ga bisa kamu dingin lagi"
dan mereka pun menghabiskan malam itu dengan suara cinta , saling menghangatkan dan saling mencurahkan satu sama lain, mereka benar benar dimabuk asmara, bahkan lupa dengan statusnya pelajar yang mereka rasakan mereka sekarang sepasang suami istri.
" yank kamu yakin dengan kalender kamu itu??" tanya Indra setelah menyelesaikan percintaan mereka
" hmm gimana ya , aku ga tau sih mudahan aja ya, hehe, kalau aku telat bulan depan ya berarti aku isi" dengan santainya bicara seperti itu mungkin karna dimabuk asmara.
" hmm , aku jadi semakin ga yakin yank" Indra menatap Putri dan memperlihatkan wajahnya yang aga bingung.
__ADS_1
" kan anak rezeki jadi ya kita terima aja yank, tapi aku yakin kok"
" ku kira kamu bakal ga mau"
" semenjak aku ga perawan lagi aku udah pasrah yank, tapi yakin aja lah aku ga papa kok"
" ya udah lah , tidur yuu besok kita kan pulang"
" hmm iya siap, love youu" Putri mencium bibir Indra gemas
" love you too" membalas ciuman tak kalah gemasnya.
****
" assalamualaikum"
" walaikumsalam" eh anak mama udah datang
bu Tini menyambut kedatangan Indra dan Putri.
" mama aku kangen" putri memeluk mamanya manja
" baru sehari sayang ku masa udah kangen" membalas pelukkan Putri tak kalah manjanya.
" ya sudah kalian keatas ya mandi dan bersih bersih"
****
Putri dan Indra sudah siap kali ini untuk berangkat sekolah, rasanya Putri dan Indra benar benar rindu sekolah setelah beberapa hari tak bertemu teman temannya.
" yank, entar disekolah ga usah jauh jauh dari aku"
" hmm iya iya, tapi kan aneh kalo aku ga bergaul dengan yang lain"
" bukan gitu, maksud ku kamu hati hati, aku tau si kriss suka sama kamu" tiba tiba Indra teringat nama kriss , Indra memperhatikan betul kelakuan kriss dan tatapannya pada istrinya itu.
" ahh masa sih, kamu juga tuh hati hati digoda cewe lain"
" ahh aku mah ga ada yang berani deketin kan aku dikenal dinginnya"
" hmm iya sih, ya udah nie aku udah selesai sarapannya, mau berangkat sekarang?"
__ADS_1
" ayooo" Indra menggandeng tangan Putri
tentu sebelum berangkat , Putri dan Indra pamit dulu dengan kedua orang tua Putri, sekarang Indra dan Putri masih tinggal di rumah orang tua Putri, karna memang Putri anak semata wayang jadi orang tuanya masih melarang untuk mereka tinggal berdua.