
setelah pertunangan super simple dan sederhana itu terlaksana, acara selanjutnya adalah makan malam.
Putri yang biasanya cerewet tiba tiba membisu, entah kenapa pikiran Putri jadi melayang kemana mana, yang jelas Putri hanya bisa diam, mulutnya kaku untuk bicara, orang tunya tak ambil pusing atas sikap Putri karna mereka meanggap Putri hanya terkejut akan tunangan mendadak ini, berbeda dengan Indra yang terus melirik ke arah Putri, ada rasa bersalah di hati Indra melihat sahabatnya yang tiba tiba bersikap seperti itu, selesai makan malam Indra menarik tangan Putri untuk ikut dengannya ke sebuah tempat , tentunya dengan izin orang tua mereka.
"ayo turun" ajak Indra yang sudah memakirkan kendaraannya disebuah taman
" ngapain kita kesini"
" ya ga papa, ayo kita kesana" menunjuk ke tempat duduk di taman
akhirnya mereka duduk di taman yang bisa dikatakan sangat Indah, karna banyak bunga yang tertanam rapi menambah kesan romantis di taman tersebut, ada air mancur dan lampu yang menghiasinya , romantis sebenarnya tempat ini kalau didatangi oleh orang yang kasmaran, tapi mungkin berbeda dari Putri dan Indra yang datang kesini untuk menenangkan pikiran mereka.
" put" Indra memecah keheningan diantara mereka .
"hmmm"
" lo marah ya" tanya Indra sambil mengikuti arah wajah Putri, berusaha agar Putri menatapnya
" ga ndra, udah santai aja"
" lo kayaknya kesel banget ya" Indra kembali bertanya
" gue bingung ndra , mau nolak juga ga mungkin kan, ya sudah lah di terima aja"
" kita sudah tunangan Put"
" teruss??"
" gimana hubungan lo dan ka Rezki"
" gue pasrah ndra" Putri terlihat sendu
" terusin aja put, kita bisa berpura pura kok"
" apa ndra pura pura??"
" iya put, gue ga mau lo sedih , udah ya anggap aja semua tak terjadi, cincinnya simpan aja, ga usah cerita ke Rizka dan berlaku seperti biasa" jelas Indra yang kali ini bicara panjang lebar tak seperti biasanya.
Putri hanya diam mendengar penjelasan Indra, entah kenapa Putri merasa terenyuh dengan kebaikkan sahabatnya ini yang seolah olah hanya peduli dengan perasaan Putri dan mengabaikan perasaannya sendiri
" ndra"
__ADS_1
" hmmm"
" perasaan lo gimana sama tunangan ini"
" ya gini"
" gini apa sih ndra??"
" gue happy "
Putri yang mendengar jawaban Indra, langsung memalingkan wajahnya untuk menatap Indra, Indra terlihat tersenyum dengan apa yang di ucapkannya, deg jantung Putri terasa terhenti melihat wajah Indra yang baginya terasa berbeda dari biasanya
" kenapa lo liatin gue gitu?" tanya Indra yang tak kalah dalam memandang wajah Putri
" ahh ga kok gaa, " Putri langsung memalingkan wajahnya yang terlihat merona dan malu karna di tatap Indra seperti tadi
"put, kalo lo tanya apa gue suka lo, maka jawaban gue, iya gue suka lo, sayang dan..."
" stop ndra cukup" putri mengehentikkan kata kata indra , entah kenapa Putri tiba tiba tak berani mendengarnya
" ndra kita pulang ya"
" entar aja ndra gue dengernya" Putri beranjak dari duduknya dan berjalan menuju motor Indra yang dia parkirkan sedari tadi
" gue cinta lo"
Putri berhenti dari langkahnya seketika dan bebalik menghadap Indra
" ndra pliss kita pulang"
akhirnya sampai di rumah, Putri bergegas naik ke kamarnya , di dalam kamar Putri langsung merebahkan dirinya , memandang langit langit kamar tersebut, berkali kali Putri berusaha agar tak memikirkan apapun tentang perkataan Indra , tapi itu terasa sangat sulit, pikirannya terus berkutat dengan perkataan Indra
" ya Allah Indra lo kenapa sih " Putri mengacak ngacak rambutnya sendiri di tempat tidur, di tenggelamkannya wajahnya kebantal dan tak terasa Putri tertidur dengan pikiran yang masih menghantuinya
****
" pagi sayang"
" pagi ka , makasih ya udah nunggu Putri "
yapss benar sekali, kali ini Putri sudah di jemput ka Rezki seperti biasa didepan gang rumahnya dan tentunya diantar Indra.
__ADS_1
selama perjalanan menuju ke sekolah Putri hanya diam , pikirannya masih saja ke malam tadi dimana Indra mengungkapkan perasaannya, Putri bingung apa yang sekarang harus dilakukan , apa akan meneruskan pertunangan ini atau mengakhirinya, didalam pikiran Putri tiba tiba dipenuhi dengan bayangan bayangan Indra, memori mereka sedari kecil sampai kejadian malam tadi benar benar berkutat dipikirannya.
Rezki yang menyadari sikap Putri , membuatnya khawatir sekaligus penasaran, Rezki melirik ke arah Putri yang memandang lurus kedepan tanpa melirik Rezki sama sekali seolah olah Rezki tak ada di sampingnya , tanpa sengaja Rezki melihat cincin dijemari manis Putri yang menurutnya cincin tersebut baru dilihatnya.
" cincin mu bagus Put"
" hah apa ka??" putri terpenjat kaget dari lamunannya karna Rezki tiba tiba mengeluarkan suaranya yang seperti sengaja memecah keheningan di antara mereka
" itu cincin mu"
" ouh ini iya ka baru" jawab Putri gugup
" mahal kayaknya"
" ah ga ka, mama yang kasih" Putri berusaha berkilah agar tak terlihat ada yang disembunyikannya
" aku boleh lihat" Rezki menggapai tangan Putri, sepertinya Rezki sangat penasaran dengan cincin tersebut , cincin yang bertahta berlian nan Indah itu memang memancarkan keindahan luar biasa mungkin lebihnya karna cincin itu disematkan oleh orang yang memiliki perasaan dengannya yaitu Indra.
Putri hanya diam melihat Rezki yang memandangi jarinya , walaupun Putri sangat gugup takut kalo Rezki tiba tiba melihat nama Indra disana.
" benar benar cincin yang Indah" ucap Rezki sembari melepaskan genggaman di tangan Putri
" iya ka, pilihan mama memang luar biasa"
" ada acara apa mama jadi memberi mu cincin"
mendengar pertanyaan ka Rezki barusan membuat Putri benar benar bingung dan kaget, apa yang harus dikatakannya, mana mungkin kan itu cincin tunangannya dengan Indra, bisa bisa ada peperangan di mobil ini pikir Putri.
" ga papa ka, mungkin mama ada rezeki lebih jadi mau belikan ini buat Putri" jawab Putri yakin
" hemmm begitu ya" Rezki manggut manggut mengerti
" kamu suka perhiasan??"
" ya mana ka perempuan bisa menolak indahnya sebuah perhiasan, jelas suka lah" dengan senyuman manisnya berusaha menutupi kebohongan di pagi ini.
" tapi aku baru melihat cincin ini yang ada di jarimu"
Rezki benar benar membuat Putri frustasi dengan pertanyaan pertanyaan yang dilontarkannya , Putri merasa Rezki adalah laki laki yang tak mudah di tipu, dan penuh selidik dengan apapun yang baru di lihatnya apalagi itu yang bersangkutan dengan Putri, padahalkan cincin ini adalah hal sepele semua bisa memiliki cincin kapan pun memakainya adalah urusan masing masing, mungkin karna kilaunya dan aura yang berbeda dengan cincin pada umumnya membuat Rezki penasaran, ditambah Putri memang tak terlihat hobby memakai perhiasan.
" wah ka kita udah sampai" ucap Putri tiba tiba , Putri merasa bersyukur sudah sampai sekolah dan tidak perlu menjawab pertanyaan pertanyaan
__ADS_1