
" yeyy istirahat" seperti dapat emas saja mendengar bunyi bel istirahat.
"ke kantin yu put" ajak Rizka
" ga Riz gue mau dikelas aja" jawab putri sedikit lesu
" lo sakit??" memegang pelipis Putri
" ga kok Riz lagi malas aja kecapean aja kayaknya" dengan senyum yang sedikit dipaksakan supaya Rizka tak banyak bertanya.
" ya udah gue kekantin ya, mau nitip apa lo??"
Putri hanya menggeleng , Putri memang merasa badannya sungguh letih, selain karna kejadian pagi tadi yang menguras isi tenaganya tapi karna statusnya sebagai penganten baru, Indra seperti tak kenal lelah beberapa hari ini, Putri tak cukup kuat mengimbanginya.
didalam kelas itu Putri hanya diam dan memainkan ponselnya, Indra sedari tadi berlalu entah kemana, Putri aga sedikit bingung dengan sikap Indra yang terasa benar benar kembali seperti dulu, sifat yang di tunjukkannya kepadanya sewaktu di villa lenyap hilang tak terkira, Indra benar benar memainkan perannya, sekalipun Putri yang memintanya, bagaimana pun perempuan tetap minta dimengerti.
" haus ga??" menyodorkan minum
" Indra??" panjang umur sekali rasanya baru saja Putri membicarakannya didalam hatinya Indra sudah muncul dihadapannya dengan senyuman tampannya itu.
" kamu baik baik aja yang??" Indra tak sadar memanggilnya dengan sebutan itu, Putri yang mendengar sontak melototkan matanya takut ada yang mendengar, seolah memberi kode pada Indra.
__ADS_1
" kamu dari mana tadi??" tanya Putri bahkan belum menjawab pertanyaan Indra
" ouh aku dipanggil ke ruang guru tadi, sebelum bel masuk " jelas Indra dan sekarang duduk berhadapan dengan Putri
Pantas saja Indra tak tahu kejadian itu, ternyata dia di ruang guru, Putri merasa malu sudah berpikir yang tidak tidak, tapi kenapa dengan kris??? kok bisa laki laki itu yang menolongnya, kenapa bisa kriss melewati tempat yang tak terjamah itu disekolah, apalagi dia kan murid baru mana tau daerah jelas di sekolah ini, Putri merutuki dirinya yang berpikiran tentang laki laki lain sementara suaminya ada di hadapannya.
" kamu nangis ya?" melepas kacamata Putri dan memperhatikan wajah istirnya dengan lekat
" ihh Indra, apaan ga kok, cuma kurang tidur, udah deh entar ada orang yang liat" berusaha mengambil kacamata dari tangan Indra
tapi Indra tetap menyembunyikkan kaca mata itu, Indra seolah minta penjelasan dengan apa yang sudah terjadi, Indra seperti tau betul kalau ada yang disembunyikkan istrinya itu.
" eh kamu ngancam ya, sebarkan aja kan kamu juga bakal malu" Putri malah balik mengancam dengan wajah kesalnya.
" okeh, aku ga malu " tiba tiba Indra seolah hendak berteriak mengatakan kalau mereka sudah menikah, sontak saja Putri menutupi mulut Indra, rasanya Putri bisa gila kalau sampai Indra mengatakannya sekarang, malu hanya itu dikepalanya.
" okeh aku cerita tapi di rumah ya , pleasee" Putri masih menutup mulut Indra.
" hmmmm" mendengar kata hmm Putri melepaskan tangannya dari mulut Indra.
" aku bisa kehabisan nafas , kenceng banget sih" Indra mengomel karna merasa Putri sungguh bertenaga untuk membekap mulutnya.
__ADS_1
" udah ni minum entar kurang cairan " menyerahkan minum langsung kemulut Putri
memang rasanya Putri sungguh haus, tenaganya sudah keluar banyak baru saja pagi hari, satu botol air mineral itu sisa setengah , Indra yang melihat hanya mengulum senyum, betapa lelah istrinya itu pikirannya kembali kebeberapa malam ini yang dihabiskannya bersama Putri dengan hasrat dan cinta yang bersatu. Pikiran mesum itu tiba tiba menghampirinya , rasanya ingin pun kembali tapi mengingat ini disekolah sungguh itu tak mungkin, menatap wajah istrinya lama membuat nafsunya menggebu, apalagi ketika mendapati bibir basah itu sungguh Indra menanti untuk pulang ke rumah.
" Indra apa apain sih" Putri sedikit kesal karna Indra tiba tiba menyentuh bibirnya dan melap bibir basah itu.
untung saja mereka dikelas hanya berdua
" maaf aku ga tahan"
" ya ampun ndra di rumah kan bisa aku kasih sukarela" Putri menghela nafas agar tak berteriak karna kesalnya terhadap Indra yang menurutnya sungguh bernafsu itu. wajar sih kan punya istri cantik menarik dan body aduhai, siapa yang bisa menahan hasratnya hanya laki laki yang tak normal yang tidak mau.
" janji ya di rmh" Indra benar benar seperti anak balita yang dijanjikan sesuatu dan harus di turuti
" hmmm"
kringgg jam istirahat berakhir artinya masuk kelas sebentar lagi, semua murid masuk kelas, Indra sudah kembali ke bangkunya , semua sudah rapi menunggu kedatangan guru.
Kriss berkali kali melirik ke arah Putri, sungguh tersayat hatinya kali ini, diam diam Kriss memperhatikkan Putri dan Indra didalam kelas tadi, sungguh pemandangan yang mampu merusak hatinya, pupus sudah rasanya harapannya kali ini, cincin itu kriss memandangnya lekat , tak mungkin cincin itu pertanda hubungan biasa , pasti lebih dari itu entah kenapa pikiran kriss kali ini mencurigai, dia tau bahwa Putri tunangan Indra tapi melihat pergerakkan mereka berdua waktu dikelas tadi terasa lebih dari itu.
" aku harus lebih mencari tau, apa hanya sekedar tunangan" batin Kriss yang kali ini melirik ke arah Indra, entah kenapa bertepatan sekali dengan Putri dan Indra yang saling bersitatap dan memberikkan saling kode dengan ponsel ditangan masing masing, terlihat kalau Indra dan Putri lagi bercanda bertukar pesan, karna tak mungkin mereka bercanda gurau secara langsung selain kelas mau dimulai disini juga banyak orang.
__ADS_1